"Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui." (Al-Baqarah: 169).
“Wahai orang beriman, jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidik (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menyebabkan kamu menyesali perkara yang kamu lakukan.” (Surah al-Hujurat, ayat 6)
Di kemaskini post pada 04/02/2021 Pada jam 23:40pm Kuala Lumpur

Sunday, May 15, 2011

Pesan Dan Nasihat ABU BAKAR




Pesan Dan Nasihat ABU BAKAR

Dialah yang dijuluki ash-Shiddiq,'Abdullah bin Abu Quhafah Teman Rasulullah saw,ketika hijrah,yang berdua-duaan dengan beliau ketika berada dalam gua.Dia mengorbankan semua harta bendanya di jalan Allah.Menyerahkan jiwa raganya kepada Allah dan Rasul-Nya.Tidak pernah mengatakan,"Tidak"dan tidak pernah bertanya"kenapa?"kepada Rasulullah saw.Tetap tegar ketika banyak sahabat gundah mendengar berita wafatnya Rasulullah.Dia adalah teman setia Rasulullah saw.didunia dan akhirat.Dia adalah lelaki dewasa pertama masuk Islam.penyeru ke jalan Allah.Ada lima orang yang memeluk Islam dan dijamin masuk syurga berkat bimbingannya.Khalifah pertama setelah Rasulullah saw.wafat.


Sabda Rasulullah Saw.tentang Abu Bakar r.a.."Seandainya aku boleh memilih seorang kekasih selain Allah,aku pasti memilih Abu Bakar sebagai teman setia.Namun,Allah telah menjadikannya sebagai saudara dan kekasih dalam Islam."
Perkataan 'Umar r.a. tentang Abu Bakar"Abu Bakar adalah penghulu kami.Dia juga memerdekakan penghulu kami,iaitu Bilal bin Rabah."
"Aku lebih suka mati daripada harus memerangi satu kaum yang di dalamnya ada Abu Bakar."
Ibnu 'Umar r.a. berkata,"Pada masa Rasulullah Saw,kami memilih orang-orang terbaik,maka terpilihlah Abu Bakar,kemudian 'Umar bin Khaththab,dan 'Uthsman bin 'Affan.Semoga mereka diredhai Allah."



Saudaraku,Malulah Kepada Allah

Zubair meriwayatkan bahawa Abu Bakar r.a. berkata,"Saudaraku,malulah kepada Allah! Demi zat yang kehidupanku ada dalam genggaman-Nya,ketika aku buang hajat di tempat terbuka,aku menutupi kepalaku dengan rapat kerana malu kepada Allah."(Ibnu Syaibah)

'Amru bin Dinar meriwayatkan bahawa Abu Bakar r.a. berkata,"Malulah kepada Allah! Sungguh,ketika buang hajat,aku pasti  bersandar ke dinding kerana malu kepada Allah."

Mati Lebih Mudah Daripada Hidup

Sufyan bin 'Uyaynah meriwayatkan bahawa setiap kali Abu Bakar r.a. mendatangi orang yang mendapat musibah,dia berkata,"Orang yang dijenguk bukanlah orang yang mendapat musibah.Orang yang meratapi kematian tidak mendapat keuntungan apa-apa.Dibanding kehidupan ini,kematian adalah persoalan ringan.Tapi,dibanding kehidupan selanjutnya,kematian adalah persoalan berat.Ingatlah,ketika kalian kehilangan Rasulullah Saw!Semoga musibah yang kalian hadapi terasa ringan,namun Allah menyiapkan pahala yang besar untuk kalian."(Ibnu 'Asakir)

Nasihat Abu Bakar Kepada Pasukannya

Abu 'Umar al-Juni meriwayatkan bahawa Abu Bakar mengutus pasukan ke Syam di bawah pimpinan Yazid bin Abu Sufyan.Abu Bakar berpesan,"Ada sepuluh pesan untukmu.Jangan membunuh perempuan,anak-anak,orang tua.Jangan menebang pohon yang sedang berbuah,jangan merobohkan bangunan,jangan membunuh kambing dan unta kecuali untuk dimakan,jangan menebang atau membakar pohon kurma,jangan berkhianat dan menjadi pengecut."(Baihaqi)

Pesan Abu Bakar Untuk Melindungi Keluarga Nabi
Ibnu'Umar meriwayatkan Abu Bakar berkata."Lindungilah keluarga Rasulullah Saw!"(Bukhari)

Pemimpin Baik,Rakyat Sejahtera

Abu Qais bin Abu Hazim meriwayatkan bahawa Abu Bakar mendatangi seorang perempuan suku Ahmas bernama Zainab.Abu Bakar mendapati perempuan itu tidak mahu berbicara,lalu Abu Bakar bertanya kepada orang di sekitarnya,"Kenapa dia tidak mahu berbicara.?"

"Dia sedang mogok bicara."Jawab mereka.
"Berbicaralah!Ini tidak benar.Ini adalah perbuatan yang biasa dilakukan orang Jahiliah,"Kata Abu Bakar kepada Zainab.

"Anda Siapa?"Zainab balik bertanya.
"Aku adalah orang Muhajirin."
"Orang Muhajirin yang mana?"
"Yang berasal dari Suku Quraisy."
"Quraisy yang mana?"
"Pertanyaanmu terlalu banyak,aku ini Abu Bakar."
"Sampai kapan ketenteraman ini akan berlanjutan setelah diselamatkan oleh Allah dari masa Jahiliah?"
"Kalian akan tetap sejahtera selama pemimpin kalian masih istiqamah."
"Siapa pemimpin itu?"
"Bukankah dalam kaummu ada orang yang dihormati dan perintahnya selalu diikuti kaumnya?"
"Ya,ada."
"Merekalah yang aku maksudkan."(Bukhari)

Yang Soleh Habis Perlahan-Lahan

Abu Bakar r.a. berkata."Orang-orang saleh itu akan dicabut satu persatu,sehingga manusia hanya tinggal yang fasik saja,seperti serbuk kurma dan gandum.Allah sudah tidak peduli lagi terhadap mereka."(Ahmad)

Nikmatnya Menjadi Burung

Mu'adz bin Jabal meriwayatkan bahawa Abu Bakar memasuki tempat buang hajat dibawah pohon.Dia menghela nafas sambil melihat ke atas,kemudian berkata,"Beruntunglah engkau,wahai burung.Engkau makan buah-buahan yang dihasilkan oelh pohon ini,berlindung dibawahnya,dan pergi tanpa dihisab.Alangkah beruntungnya bila aku sepertimu."

Jadikan Aku Lebih Baik Dari Praduga Mereka

Al-Ashma'i meriwayatkan,setiap kali dipuji.Abu Bakar berkata,"Ya Allah,Engkau Mahatahu tentang diriku.Dan,aku lebih tahu tentang diriku daripada mereka.Ya Allah,jadikanlah aku lebih baik dari praduga mereka!Ampunilah aku dari segala yang tidak mereka ketahui!Jangan seksa aku dengan segala yang mereka katakan!""
Abu Bakar juga pernah berkata,"Aku ingin menjadi sehelai rambut yang tumbuh di badan seorang Mukmin."(Ahmad)
Dia juga berkata,"Aku ingin seperti sayur yang dimakan oleh serangga.
"

Jangan Putus Asa

Tsabit al-Bannani meriwayatkan bahawa Abu Bakar pernah melantunkan syair berikut:

Seseorang selalu ingin mati hingga kematian menjemputnya
Seorang pemuda terkadang berharap mati,
tapi yang mati justru orang lain.

Hanya Allah Doktorku

Ketika Abu Bakar sedang sakit,dia bertanya,"Bagaimana jika Anda dirawat oleh seorang doktor?"
"Dia telah melihat dan memeriksaku,"jawab Abu Bakar.
"Apa kata doktor itu?"
"Sang doktor berkata,"Aku pasti melakukan apa saja yang aku kehendaki.""

Sebenarnya Kalian Mencaci Diri Sendiri

Seorang lelaki berkata kepada Abu Bakar,"Sumpah,aku akan mencaci maki Anda hingga cacian itu mengikuti Anda ke dalam kubur."
Abu Bakar berkata,"Sebaliknya,cacian itu akan selalu bersamamu,tidak mungkin masuk kubur bersamaku."

Hamba Pilihan Allah

Abu Bakar r.a. berkata,"Orang yang memilih empat hal berikut adalah hamba pilihan Allah:bergembira ketika melihat orang bertaubat:memintakan ampun kepada orang yang berdosa:mendoakan orang yang berhutang:dan menolong orang untuk berbuat baik."

Solat Penebus Neraka

Setiap waktu shalat tiba,Abu Bakar r.a. berkata,"Berdiri dan padamkan api yang kalian nyalakan itu!"Maksudnya adalah,laksanakanlah Shalat untuk menghapuskan dosa-dosa yang dapat menyebabkan masuk ke dalam api neraka-sebagaimana firman Allah Swt..

"Dan dirikanlah solat itu pada kedua tepi siang(pagi dan petang) dan pada permulaan malam.Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan(dosa)perbuatan-perbuatan yang buruk.Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat."(QA.Hud[11]:114)

Pesan Abu Bakar Kepada Khalid Bin Al-Walid

Abu Bakar berpesan kepada Khalid bin al-Walid yang telah memimpin beberapa kali pertempuran  ,"Perbanyakkanlah bekal dan carilah penunjuk jalan!Jika utusan musuh mendatangimu,laranglah prajuritmu berbicara dengan mereka,sehingga utusan itu pergi tanpa mendapatkan informasi apa pun tentang dirimu.Selain itu,jangan banyak berbicara,kerana kunci kemenangan berasal dari ucapanmu.Jauhkan tempatmu dari tempat prajurit.kerana tempat tinggal yang berdekatan prajurit mempermudahkan mata-mata musuh mengintaimu.Jangan pernah membunuh musuh kerana benci dan marah,kerana hal itu dapat mencerai-beraikan kekuatanmu!"

Manusia Yang Paling Sengsara

Abu Bakar r.a. berkata,"Manusia yang paling sengsara adalah para raja.Dia melihat setiap orang yang mendatanginya sebagai budak."Lalu Abu Bakar berpesan,"Mereka itu gegabah dan zalim.Tahukah kalian,setiap raja yang berkuasa itu ajalnya menjadi pendek?Dia selalu dihantui oleh rasa takut dan sedih berkepanjangan.Dalam pandangannya sendiri,dia telah berbuat banyak,padahal rakyat menganggapnya masih kurang bijaksana dan kurang adil.Dia selalu merasa kurang,padahal kekayaannya sudah bertumpuk."

Jangan Bercerai Berai

Abu Bakar r.a. berkata,"Di mana orang-orang yang kalian kenal?Ayah,anak,saudara,dan kerabat kalian?Mereka telah mendapatkan segala yang pernah mereka lakukan.Setelah mati,mereka pasti bertemu dengan kesengsaraan atau kebahagiaan.
Saudaraku! Ketahuilah,Allah hanya memberi kebaikan dan menghindarkan dari kejahatan bagi orang yang taat  dan mengikuti semua perintah-Nya.Jika kalian ingin selamat di dunia dan akhirat,maka dengar,patuh,dan taatlah kepada-Nya,dan jangan pula bercerai berai.Bercerai-berai hanya akan memporak-porandakan tujuan kalian.Bersatulah dalam menjalankan perintah Allah!"

Pesan Abu Bakar Kepada 'Umar bin Khaththab

Abu Bakar r.a. pernah berpesan kepada 'Umar bin Khaththab r.a. "Umar,setelah aku wafat,nanti,aku menjadikanmu sebagai penggantiku.Pesanku:selalu bertaqwalah kepada Allah!

Ketika Allah menerima amal malam hari,Dia tidak akan menerima amal tersebut pada siang hari.Dan,ketika Allah menerima ajal siang hari,Dia tidak akan menerima amal itu di malam hari.Allah tidak mungkin menerima amal yang sunah jika yang fardhu belum ditunaikan.

Beratnya  timbangan samal seseorang pada Hari Kiamat kerana banyak dan baiknya ibadah di dunia.Sungguh,timbangan amal menjadi berat kerana dibebani amal baik.Dan ringannya timbangan amal seseorang pada Hari Kiamat kerana kejahatannya yang banyak di dunia.Sungguh,timbangan yang hanya dibebani amal jahat menjadi ringan.

Allah Swt.telah menyebut-nyebut penduduk syurga dengan menyebut-nyebut amal baik mereka dan mengampuni dosa mereka.Sungguh,aku ingin seperti mereka.Dan Allah menyebut-nyebut penghuni neraka dengan menyebut-nyebut kejahatan mereka sekalipun tidak mengingkari kebaikan mereka.Sungguh,aku tidak ingin seperti mereka.

Allah Swt,menyebutkan keadilan bermasaan dengan ayat-ayat rahmat.Tentunya,agar seseorang mengharap rahmat-Nya,takut terhadap seksaan-Nya,hanya menginginkan kebenaran dari-Nya,dan tidak  mencelakakan dirinya sendiri.

Umar,jika engkau menerima pesanku ini,maka jangan sampai sesuatu yang semu lebih engkau cintai daripada kematian.Kematian itu pasti mendatangimu.Jika engkau tidak mengindahkan pesanku ini,maka jangan sampai sesuatu yang semu itu lebih engkau benci daripada kematian.Sementara engkau tidak mungkin mampu menolak keputusan Allah."

Saturday, May 14, 2011

Hajarul Aswad mewakili Black Hole dalam Alam Semesta

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuz1pEhPnWXOe5IemG0w_2MC8dS_Sg25gQ2IKnrONsXqsuMQMel1B1dSVJCfM8H6q97-qmGjs_d4SbbmyFC5my4b5_u5nBEPeF9Qpjdl8fk9OGX9iiEKXNyXGGZBC138U_IDt8lnrkKb8/s320/HajarAswad2.jpg
Kita semua tahu bahwa Hajar Aswad hanyalah batu yang tidak memberikan mudorat atau manfaat, begitu juga dengan Ka’bah, ia hanyalah bangunan yang terbuat dari batu. Akan tetapi apa yang kita lakukan dalam prosesi ibadah haji tersebut adalah sekedar mengikuti ajaran dansunnah Nabi SAW. Jadi apa yang kita lakukan bukanlah menyembah Batu, dan tidak juga menyembah Ka’bah.
Umar bin Khatab berkata “Aku tahu bahwa kau hanyalah batu, kalaulah bukan karena aku melihat kekasihku Nabi SAW menciummu dan menyentuhmu, maka aku tidak akan menyentuhmu atau menciummu”
Allah memerintahkan kita untuk Thawaf mengelilingi Ka’bah dan Dia pula yang telah memerintahkan untuk mencium Hajar Aswad. Rasulullah juga melakukan itu semua, dan tentu saja apa yang dilakukan oleh beliau pastilah berasal dari Allah, sebagaimana yang terdapat dalam firmanNya : “Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (QS. An-Najm : 53 ) “.
Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Teori Black Hole (lubang hitam) dikemukakan lebih dr 200 tahun yg lalu.Pada 1783 , ilmuwan John Mitchell mencetuskan teori mengenai kemungkinan wujud nya sebuah lubang hitam setelah beliau meneliti dan mengkaji teori gravitas Isaac Newton.
Istilah “lubang hitam” pertama kali digunakan oleh ahli fisika Amerika Serikat, John Archibald Wheeler pada 1968. Wheeler memberi nama demikian karena lubang hitam tidak dapat dilihat, karena cahaya turut tertarik ke dalam nya sehingga kawasan di sekitar nya menjadi gelap.
Cara Kerjanya : Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan tersedot. Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menyedot apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menyedot material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat dengannya.
alt
Hajar Aswad berasal dari surga. Batu ini pula yang menjadi fondasi pertama bangunan Ka’bah, dan ia menghitam akibat banyaknya dosa manusia yang melekat disana pada saat mereka melakukan pertaubatan. Tidakkah orang yang beriman merasa malu, jika hati mereka menghitam akibat dosa yang telah dilakukan. Rasulullah bersabda “Ketika Hajar Aswad turun, keadaannya masih putih, lebih putih dari susu, lalu ia menjadi hitam akibat dosa-dosa anak Adam ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) “
Jadi berdasarkan Hadist tersebut Hajjar Aswad menyerap dosa-dosa manusia yang pernah menyentuhnya dan akan menjadi saksi di akhirat nantinya. Hal ini memiliki kesamaan sifat dari Black Hole di Alam Semesta.
Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan Kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran”. (QS. Anfusilat : 53)
Radiasi dari Ka’bah ini tak dapat diketahui tanpa pesawat antariksa abad 20, membuktikan jika Qur’an ialah berasal dari ALLAH, & bukti Qur’an mukjizat sepanjang masa. Kerana banyak ayat yang baru dapat dibuktikan oleh peralatan terakhir, zaman terakhir.
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa’:82
Sumber : Cahyaiman

40 Tahun melakukan dosa

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbmlICFdRbNN3q49R7JaFdWeplj8NJe02W2HCvqumXpqUhf9iBbS0Tz1Bdu2_5mElUzlKxLbsnYpOrKm1XL7VSAF3GXGNBQhSCkwErqFloi7MvIRTB3kg-UMbK85FX_IlMqL-dDq8t_Dk/s1600/taubat1.jpg
Dalam riwayat yang lain pula dijelaskan, bahawa pada zaman Nabi Musa as, kaum bani Israil pernah ditimpa musim kemarau panjang, lalu mereka berkumpul menemui Nabi Musa as dan berkata: “Wahai Kalamullah, tolonglah doakan kami kepada Tuhanmu supaya Dia berkenan menurunkan hujan untuk kami!”
Kemudian berdirilah Nabi Musa as bersama kaumnya dan mereka bersama-sama berangkat menuju ke tanah lapang. Dalam suatu pendapat dikatakan bahawa jumlah mereka pada waktu itu lebih kurang tujuh puluh ribu orang.
Setelah mereka sampai ke tempat yang dituju, maka Nabi Musa as mulai berdoa. Diantara isi doanya itu ialah: “Tuhanku, siramlah kami dengan air hujan-Mu, taburkanlah kepada kami rahmat-Mu dan kasihanilah kami terutama bagi anak-anak kecil yang masih menyusu, haiwan ternak yang memerlukan rumput dan orang-orang tua yang sudah bongkok. Sebagaimana yang kami saksikan pada saat ini, langit sangat cerah dan matahari semakin panas.
Tuhanku, jika seandainya Engkau tidak lagi menganggap kedudukanku sebagai Nabi-Mu, maka aku mengharapkan keberkatan Nabi yang ummi iaitu Muhammad SAW yang akan Engkau utus untuk Nabi akhir zaman.
Kepada Nabi Musa as Allah menurunkan wahyu-Nya yang isinya: “Aku tidak pernah merendahkan kedudukanmu di sisi-Ku, sesungguhnya di sisi-Ku kamu mempunyai kedudukan yang tinggi. Akan tetapi bersama denganmu ini ada orang yang secara terang-terangan melakukan perbuatan maksiat selama empat puluh tahun. Engkau boleh memanggilnya supaya ia keluar dari kumpulan orang-orang yang hadir di tempat ini! Orang itulah sebagai penyebab terhalangnya turun hujan untuk kamu semuanya.”
Nabi Musa kembali berkata: “Wahai Tuhanku, aku adalah hamba-Mu yang lemah, suaraku juga lemah, apakah mungkin suaraku ini akan dapat didengarnya, sedangkan jumlah mereka lebih dari tujuh puluh ribu orang?” Allah berfirman: “Wahai Musa, kamulah yang memanggil dan Aku-lah yang akan menyampaikannya kepada mereka!.”
Menuruti apa yang diperintahkan oleh Allah, maka Nabi Musa as segera berdiri dan berseru kepada kaumnya: “Wahai seorang hamba yang derhaka yang secara terang-terangan melakukannya bahkan lamanya sebanyak empat puluh tahun, keluarlah kamu dari rombongan kami ini, kerana kamulah, hujan tidak diturunkan oleh Allah kepada kami semuanya!”
Mendengar seruan dari Nabi Musa as itu, maka orang yang derhaka itu berdiri sambil melihat kekanan kekiri. Akan tetapi, dia tidak melihat seorangpun yang keluar dari rombongan itu. Dengan demikian tahulah dia bahawa yang dimaksudkan oleh Nabi Musa as itu adalah dirinya sendiri. Di dalam hatinya berkata: “Jika aku keluar dari rombongan ini, nescaya akan terbukalah segala kejahatan yang telah aku lakukan selama ini terhadap kaum bani Israil, akan tetapi bila aku tetap bertahan untuk tetap duduk bersama mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan oleh Allah SWT.”
Setelah berkata demikian dalam hatinya, lelaki itu lalu menyembunyikan kepalanya di sebalik bajunya dan menyesali segala perbuatan yang telah dilakukannya sambil berdoa: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah derhaka kepada-Mu selama lebih empat puluh tahun, walaupun demikian Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku dan sekarang aku datang kepada-Mu dengan ketaatan maka terimalah taubatku ini.”
Beberapa saat selepas itu, kelihatanlah awan yang bergumpalan di langit, seiring dengan itu hujanpun turun dengan lebatnya bagaikan hanya ditumpahkan saja dari atas langit.
Melihat keadaan demikian maka Nabi Musa as berkata: “Tuhanku, mengapa Engkau memberikan hujan kepada kami, bukankah di antara kami tidak ada seorangpun yang keluar serta mengakui akan dosa yang dilakukannya?”
Allah berfirman: “Wahai Musa, aku menurunkan hujan ini juga di sebabkan oleh orang yang dahulunya sebagai sebab Aku tidak menurunkan hujan kepada kamu.”
Nabi Musa berkata: “Tuhanku, lihatkanlah kepadaku siapa sebenarnya hamba-Mu yang taat itu?”
Allah berfirman: “Wahai Musa, dulu ketika dia derhaka kepada-Ku, Aku tidak pernah membuka aibnya. Apakah sekarang. Aku akan membuka aibnya itu ketika dia telah taat kepada-Ku? Wahai Musa, sesungguhnya Aku sangat benci kepada orang yang suka mengadu. Apakah sekarang Aku harus menjadi pengadu?”

22 Hadis berkaitan dengan dosa

http://sabdaislam.files.wordpress.com/2009/12/clip_image00127.jpg?w=297&h=99#038;h=170&h=99
1. Janganlah memandang kecil kesalahan (dosa) tetapi pandanglah kepada siapa yang kamu durhakai. (HR. Aththusi)
2. Perbuatan dosa mengakibatkan sial terhadap orang yang bukan pelakunya. Kalau dia mencelanya maka bisa terkena ujian (cobaan). Kalau menggunjingnya dia berdosa dan kalau dia menyetujuinya maka seolah-olah dia ikut melakukannya. (HR. Ad-Dailami)
3. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya. Tiada dua orang saling mengasihi lalu bertengkar dan berpisah kecuali karena akibat dosa yang dilakukan oleh salah seorang dari keduanya. (HR. Ad-Dailami)
4. Celaka orang yang banyak zikrullah dengan lidahnya tapi bermaksiat terhadap Allah dengan perbuatannya. (HR. Ad-Dailami)
5. Barangsiapa mencari pujian manusia dengan bermaksiat terhadap Allah maka orang-orang yang memujinya akan berbalik mencelanya. (Ibnu Hibban)
6. Tiada sesuatu yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tiada yang dapat menambah umur kecuali amal kebajikan. Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya. (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)
7. Tiada seorang hamba ditimpa musibah baik di atasnya maupun di bawahnya melainkan sebagai akibat dosanya. Sebenarnya Allah telah memaafkan banyak dosa-dosanya. Lalu Rasulullah membacakan ayat 30 dari surat Asy Syuura yang berbunyi : “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Mashabih Assunnah)
8. Apabila suatu kesalahan diperbuat di muka bumi maka orang yang melihatnya dan tidak menyukainya seolah-olah tidak hadir di tempat, dan orang yang tidak melihat terjadinya perbuatan tersebut tapi rela maka seolah-olah dia melihatnya. (HR. Abu Dawud)
9. Barangsiapa meninggalkan maksiat terhadap Allah karena takut kepada Allah maka ia akan memperoleh keridhoan Allah. (HR. Abu Ya’la)
10. Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)
11. Jangan menyiksa dengan siksaan Allah (artinya: menyiksa dengan api). (HR. Tirmidzi dan Al-Baihaqi)
12. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang maka dipercepat tindakan hukuman atas dosanya (di dunia) dan jika Allah menghendaki bagi hambanya keburukan maka disimpan dosanya sampai dia harus menebusnya pada hari kiamat. (HR. Tirmidzi dan Al-Baihaqi)
13. Apabila kamu menyaksikan pemberian Allah dari materi dunia atas perbuatan dosa menurut kehendakNya, maka sesungguhnya itu adalah uluran waktu dan penangguhan tempo belaka. Kemudian Rasulullah Saw membaca firman Allah Swt dalam surat Al An’am ayat 44 : “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu, mereka terdiam berputus asa.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
14. Sayyidina Ali Ra berkata: “Rasulullah menyuruh kami bila berjumpa dengan ahli maksiat agar kami berwajah masam.” (HR. Ath-Thahawi)
15. Bagaimana kamu apabila dilanda lima perkara? Kalau aku (Rasulullah Saw), aku berlindung kepada Allah agar tidak menimpa kamu atau kamu mengalaminya. (1) Jika perbuatan mesum dalam suatu kaum sudah dilakukan terang-terangan maka akan timbul wabah dan penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa orang-orang terdahulu. (2) Jika suatu kaum menolak mengeluarkan zakat maka Allah akan menghentikan turunnya hujan. Kalau bukan karena binatang-binatang ternak tentu hujan tidak akan diturunkan sama sekali. (3) Jika suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan maka Allah akan menimpakan paceklik beberapa waktu, kesulitan pangan dan kezaliman penguasa. (4) Jika penguasa-penguasa mereka melaksanakan hukum yang bukan dari Allah maka Allah akan menguasakan musuh-musuh mereka untuk memerintah dan merampas harta kekayaan mereka. (5) Jika mereka menyia-nyiakan Kitabullah dan sunah Nabi maka Allah menjadikan permusuhan di antara mereka. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
16. Tiada seorang berzina selagi dia mukmin, tiada seorang mencuri selagi dia mukmin, dan tiada seorang minum khamar pada saat minum dia mukmin. (Mutafaq’alaih)
Penjelasan:
Ketika seorang berzina, mencuri dan minum khamar maka pada saat itu dia bukan seorang mukmin.
17. Aku beritahukan yang terbesar dari dosa-dosa besar. (Rasulullah Saw mengulangnya hingga tiga kali). Pertama, mempersekutukan Allah. Kedua, durhaka terhadap orang tua, dan ketiga, bersaksi palsu atau berucap palsu. (Ketika itu beliau sedang berbaring kemudian duduk dan mengulangi ucapannya tiga kali, sedang kami mengharap beliau berhenti mengucapkannya). (Mutafaq’alaih)
18. Rasulullah Saw melaknat orang yang mengambil riba, yang menjalani riba dan kedua orang saksi mereka. Beliau bersabda: “Mereka semua sama (berdosanya)”. (HR. Ahmad)
19. Ada empat kelompok orang yang pada pagi dan petang hari dimurkai Allah. Para sahabat lalu bertanya, “Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?” Beliau lalu menjawab, “Laki-laki yang menyerupai perempuan, perempuan yang menyerupai laki-laki, orang yang menyetubuhi hewan, dan orang-orang yang homoseks. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
20. Tiap minuman yang memabukkan adalah haram (baik sedikit maupun banyak). (HR. Ahmad)
21. Allah menyukai keringanan-keringanan perintahNya (rukhsah) dilaksanakan sebagaimana Dia membenci dilanggarnya laranganNya. (HR. Ahmad)
22. Ada tiga jenis orang yang diharamkan Allah masuk surga, yaitu pemabuk berat, pendurhaka terhadap kedua orang tua, dan orang yang merelakan kejahatan berlaku dalam keluarganya (artinya, merelakan isteri atau anak perempuannya berbuat serong atau zina). (HR. An-Nasaa’i dan Ahmad)
Rujukan :

4 Golongan yang mendapat laknat Allah SWT siang dan malam

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1kJp2Eqjs8RwWQ3GaITnF_gpQV97P6ZNCtdKZOs-3ci_aoEcHUVGI5ngDdqvI4Sh5qUNOJNZAjYiZJdSY-rdeEBHQzNuv6xIjaMxULUY9MOUK9WADjzb8cWeXPgq-wl_WhyphenhyphenCGXt5Hb5Fq/s1600/doa+elak+maksiat.bmp
Ada empat kelompok orang yang pada pagi dan petang hari dimurkai Allah. Para sahabat lalu bertanya, “Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?” Beliau lalu menjawab, “ 1-Laki-laki yang menyerupai perempuan, 2-perempuan yang menyerupai laki-laki, 3-orang yang menyetubuhi hewan, 4-dan orang-orang yang homoseks. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
Rujukan :

Harta kekayaan mesir diseludup keluar oleh agen mubarak

Thursday, May 12, 2011

7 Golongan yang Allah SWT amat Cintai

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS5_nDJG97R_MByTffhDkZtosO603595W-6cr7tuFf1IJZk8seXdW1JDpbadQ
الذين يحبهم الله سبحانه :     هناك صفات معينة للاشخاص الذي يحبهم الله سبحانه وتعالى ويجلهم ، وقد عددها القرآن الكريم ، نذكرها اتماما للفائدة ومعرفة لتلك الصفات من اجل ان نتحلى بها ونتقمصها في شخصياتنا. فما عسى ان تكون هذه الصفات ؟ قال تعالى :
( ان الله يحب المحسنين ) ).
1- Surah Al-Baqarah , ayat : 195.
" Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, Karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik".
(ان الله يحب التوابين ويحب المتطهرين ).
2-Surah Al-Baqarah, ayat : 222.
" Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka Telah suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri ".
فان الله يحب المتقين ) ).
3- Surah Ali Imran, ayat : 76.
" (bukan demikian), Sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya[207] dan bertakwa, Maka Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa".
( والله يحب الصابرين )
4-Surah Ali Imran, ayat: 146.
" Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah Karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar ".
ان الله يحب المتوكلين ) ).
5-Surah Ali Imran , ayat : 159.
" Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya ".
ان الله يحب المقسطين ) ). 6-Surah Al-Maaidah, ayat : 42.
" Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram[418]. jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), Maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka Maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. dan jika kamu memutuskan perkara mereka, Maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil ".
ان الله يحب الذين يقاتلون في سبيله صفاً كأنهم بنيان مرصوص ) ). 7-Surah As-Shaf, ayat : 4.
" Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh " .

10 Perkara mencapai Cinta Allah SWT

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3cgvI5cWchywbUqljkq8YlEqqDFnbbFKM8jyQlG0pP9tXLIOz2KeD_s8CNTlexBhr-NE1UyxACIy0dkJ2LAj5tYcdEk6CqY1ZnUlstOnEWF2CZ6qjCOiUz-oR-0nMkvy04B2_xpaZ3Z4/s200/cinta-allah.jpg
Setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin.
Pertamamembaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an, pen]
Keduamendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib.  Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.
Ketigaterus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya.
Keempatlebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.
Kelimamerenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah,  fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).
Keenammemperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.
Ketujuh-inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya. 
Kedelapanmenyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.
Kesembilanduduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian  dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.
Kesepuluhmenjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.
Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya. Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati. 
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Sumber: Madaarijus Saalikin, 3/ 16-17, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Darul Hadits Al Qohiroh
***
Selesai disusun selepas shalat shubuh, 6 Jumadits Tsani 1430 H, di rumah mertua tercinta, Panggang-Gunung Kidul
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Wednesday, May 11, 2011

Nama-Nama Cinta


Nama-Nama Cinta ; 3 pengertian besar yang memaknai cinta..iaitu: pertama SINGA dan PEDANG ,kedua Bencana Besar,Ketiga Khamr yang memabukkan,ketiga makna disini menyatu di dalam kata "cinta"

Diketemukan enam puluh nama untuk mengungkap "cinta",antara lain:


Mahabbah = Kasih
Alaqah = Hasrat cinta
Hawa = Hasrat cinta(kecenderungan atau hawa nafsu)
Shabwah = sayang
Shababah = Rindu dendam
Syaghaf = Cinta birahi
Miqah = Cinta
Wajad = Cinta nestapa
Kalaf = suka
Tatayyum = fikiran kacau(kerana cinta)
Isyq = mabuk cinta
Jawa = cinta
Danaf = sakit kerana cinta

Syaju = cemas kerana cinta
Syauq = ingin sekali bertemu(rindu)
Khilabah = godaan
Balabil = gelisah
Tabarih = Derita kerana rindu
Sadam = merana
Ghammarat = kepedihan hati
Wahal = ketakutan
Syajan = perasaan pilu atau perasaan memerlukan(butuh)
La'ij = asmara membara

Ikti'ab = nestapa
Washab=sakit yang terus menerus
Huzn=sedih
Kamad=duka nestapa
Ladza'=membara
Huraq=gelora
Suhud=resah(tidak mampu tidur)
Araq=Berjaga sepanjang malam/berjaga tidak tidur sampai larut malam(tidak dapat tidur)
Lahaf=sedih dan kecewa
Hanin=perasaan rindu
Istikanah=takluk
Tabalah=mabuk kepayang
Lau'ah=gelora cinta

 
Futun=godaan atau bencana
Junun=gila
Lamam=bingung terlalu memikirkan sesuatu
Khabal=kerosakan atau maniak(orang yang tergilakan sesuatu) / tergila-gila
Rasis=gejala cinta
Da' Mukhamir=racun yang mencemari
Wud=kasih sayang
Khullah=persahabatan(pertemanan)
Khilm=sahabat akrab
Gharam=kasih abadi
Huyam=dimabuk cinta
Tadliyah=kebingungan
Walah=merana kerana cinta
Ta'abbud=penghambaan


10 Kediaman syaitan di lubuk hati kita

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSONQUXgmdRzsvMaZixeTa1lo-4Zcs5TzB65xAz9UBd0bY6JQ1Jkg
Imam Ghazali r.a telah menggariskan kpd kita sepuluh perkara yg menyebabkan syaitan bermaharajalela di lubuk hati kita....
1. Marah dan Syahwat
2. Hasad Dengki dan Tamakkan Dunia
3. Kekenyangan Akibat Makan Terlalu Banyak
4. Terlalu Menghias Diri
5. Keinginan Mengampu
6. Harta dan Wang Ringgit
7. Lokek dan Takut Miskin
8. Terlalu Fanatik,Taasub dan Berdendam
9. Terlalu Memikirkan Tentang Zat dan Sifat Allah SWT Tanpa Ilmu Pengetahuan dan Diluar Batas Akal Fikiran Manusia
10. Sangka Buruk Sesama Kaum Muslimin
Rujukan :

Kelebihan Rasulullah SAW-2

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRLTMpmV0qoRt0PYPtCDhgBi9778OAWY_gyN4xHE5tf8KQmWXbQxQ
Bab Keharuman Keringat Nabi s.a.w Dan Mencari Keberkatan Dengannya
Hadis   Anas r.a:
Sesungguhnya Nabi s.a.w pernah datang ke rumah Ummu Sulaim dan ingin berehat iaitu tidur siang di rumahnya. Ummu Sulaim lalu meletakkan hamparan dari kulit sebagai alas tidur Nabi. Manakala di saat tidur itulah baginda mengeluarkan banyak keringat. Ummu Sulaim lalu mengumpulkan keringat tersebut kemudian mencampurnya dengan minyak wangi dan memasukkannya ke dalam botol-botol kecil. Kemudian Nabi s.a.w bertanya kepada Ummu Sulaim: Apa ini? Beliau menjawab: Keringat kamu. Aku mencampurnya dengan minyak wangiku
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4302
Bab Keringat Nabi s.a.w Di Musim Dingin Dan Ketika Menerima Wahyu
Hadis   Aisyah r.a katanya:
Sesungguhnya Rasulullah s.a.w pernah menerima wahyu pada waktu pagi di musim dingin kemudian didapati dahinya berkeringat
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4303
Bab Nabi s.a.w Mengurai Dan Menyikat Rambutnya Menjadi Dua Belahan
Hadis   Ibnu Abbas r.a katanya:
Kebiasaan Ahli Kitab ialah mengurai rambutnya. Kebiasaan orang-orang musyrik ialah menyikat rambutnya menjadi dua belahan. Rasulullah s.a.w suka menyesuaikan dengan Ahli Kitab pada perkara yang tidak diperintahkan. Rasulullah s.a.w mengurai rambutnya, kemudian barulah baginda menyikatnya menjadi dua belahan
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4307
Bab Sifat Nabi s.a.w Dan Baginda Adalah Seorang Yang Paling Tampan
Hadis   Al-Bara' r.a katanya:
Rasulullah s.a.w adalah seorang lelaki yang berbadan segak, berbahu lebar dan berambut panjang sehingga terjuntai ke cuping telinga. Baginda memakai pakaian yang berwarna merah. Aku tidak pernah melihat sesuatu yang indah, seindah Nabi s.a.w
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4308
Bab Sifat Rambut Nabi s.a.w
Hadis   Anas bin Malik r.a:
Diriwayatkan daripada Qatadah r.a katanya: Aku pernah bertanya kepada Anas bin Malik, bagaimanakah keadaan rambut Rasulullah s.a.w. Anas bin Malik menjawab: Rambutnya ikal, tidak keriting dan tidak lurus, kemudian terurai sehingga sampai ke bahu baginda
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4311
Bab Uban Nabi s.a.w
Hadis   Anas bin Malik r.a:
Diriwayatkan daripada Ibnu Sirin r.a katanya: Anas bin Malik pernah ditanya: Apakah Rasulullah s.a.w mewarnakan rambut iaitu ubannya? Anas bin Malik menjawab: Sesungguhnya beliau belum pernah melihat uban melainkan sedikit
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4317
Hadis   Abu Juhaifah r.a:
Aku pernah melihat rambut Rasulullah s.a.w yang di sini, berwarna putih. Zuhair memberi isyarat sambil meletakkan sebahagian jari-jarinya di bawah bibir. Salah seorang bertanya kepada Zuhair: Berapakah umur kamu pada waktu itu? Zuhair menjawab: Aku pada waktu itu sudah pandai membuat anak panah dan melekatkan bulu pada panah tersebut
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4323
Bab Adanya Tanda Kenabian dan Sifatnya Yang Terletak Di Salah Satu Bahagian Pada Badan Nabi s.a.w
Hadis   As-Saib bin Yazid r.a katanya:
Emak saudaraku pernah menemui Rasulullah s.a.w bersama-samaku. Emak saudaraku berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya anak saudaraku ini diserang sakit perut. Maka aku melihat baginda mengusap kepalaku dan mendoakan aku supaya mendapat berkat. Selepas itu baginda berwuduk lalu minum air lebihan wuduk baginda kemudian aku berdiri di belakang baginda. Aku melihat ada tanda pada tengah-tengah bahu baginda dengan terang seperti lubang pada sarang merpati
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4328
Bab Sifat Nabi s.a.w Ketika Baginda Diangkat Sebagai Utusan Dan Usia BagindaHadis   Anas bin Malik r.a katanya:
Bentuk tubuh Rasulullah s.a.w tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Baginda tidak terlalu putih dan tidak terlalu hitam. Rambut baginda tidak terlalu Kerinting dan tidak terlalu lurus. Baginda diutuskan oleh Allah ketika berusia empat puluh tahun. Baginda tinggal di Mekah selama sepuluh tahun dan di Madinah selama sepuluh tahun. Baginda wafat ketika berusia awal enam puluhan. Sementara itu di kepala dan janggut baginda tidak terdapat lebih dari dua puluh helai rambut yang berwarna putih
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4330
Bab Usia Nabi s.a.w Ketika Baginda Wafat
Hadis   Aisyah r.a:
Sesungguhnya Rasulullah s.a.w wafat pada usia enam puluh tiga tahun
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4332
Bab Tempoh Nabi s.a.w Tinggal Di Mekah Dan Madinah
Hadis   Ibnu Abbas r.a katanya:
Sesungguhnya Rasulullah s.a.w tinggal di Mekah selama tiga belas tahun. Baginda wafat pada usia enam puluh tiga tahun
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4333
Bab Nama nama Nabi s.a.w
Hadis   Jubair bin Mut'im r.a:
Sesungguhnya Nabi s.a.w bersabda: Aku adalah Muhammad. Aku adalah Ahmad. Aku adalah Al-Maahi yang mana disebabkan aku kekufuran dihancurkan. Aku adalah Al-Haasyir di mana ramai orang dikumpulkan selepasku. Aku adalah Al-Aaqib dan Al-Aaqib adalah penutup para Nabi
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4342
Bab Pengetahuan dan Ketakwaan Nabi s.a.w Kepada Allah Taala
Hadis   Aisyah r.a katanya:
Rasulullah s.a.w pernah membuat sesuatu pekerjaan namun baginda kemudiannya memberikan keringanan. Ketika perkara itu didengar oleh sebahagian daripada sahabat-sahabat baginda, mereka seolah-olah tidak suka dengan tindakan baginda itu dan mengatakan ianya tidak berdosa. Reaksi mereka itu sampai kepada baginda. Baginda seterusnya berdiri dan berpidato: Apa dipedulikan orang-orang itu? Mereka mendengar berita tentang diriku yang memberikan kemurahan terhadap sesuatu. Mereka tidak menyukainya dan mengatakan ianya tidak berdosa. Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling tahu dan paling bertakwa kepada Allah daripada mereka
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4345
Bab Wajib Mengikuti Jejak Nabi s.a.w
Hadis   Abdullah bin Az-Zubair r.a:
Sesungguhnya seorang lelaki Ansar berkelahi dengan Az-Zubair di samping Rasulullah s.a.w berkenaan saluran air di Harrah. Lelaki Ansar tersebut berkata: Alirkan air itu sehingga mengalir. Az-Zubair menolak permintaan mereka, lalu mereka berkelahi di samping Rasulullah s.a.w. Kemudian Rasulullah s.a.w bersabda kepada Az-Zubair: Berilah aliran air, wahai Az-Zubair! Kemudian biarkan air itu mengalir pada jiran tetanggamu. Lelaki Ansar tadi marah seraya berkata: Wahai Rasulullah! Apakah kerana Zubair adalah anak saudara engkau? Nabi s.a.w dengan marah bersabda: Wahai Az-Zubair! Berilah kepadanya air, kemudian tahanlah air tersebut sehingga ianya mengalir ke kebun itu. Setelah selesai kejadian itu, Az-Zubair berkata: Demi Allah, sesungguhnya aku yakin bahawa ayat ini turun membicarakan tentang perkelahian tadi. فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا Yang bermaksud: Maka demi Tuhan, mereka pada hakikatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa di dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap keputusan yang kamu berikan
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4347
Bab Kewibawaan Nabi s.a.w Dan Baginda Tidak Bertanya Tentang Perkara Perkara Yang Tidak Perlu Atau Perkara Perkara Yang Tidak Ada Kaitannya Dengan Syarak Atau Perkara Perkara Yang Tidak Realiti Dan Sebagainya
Hadis   Saad bin Abu Waqqas r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya sebesar-besar dosa orang Islam terhadap orang Islam lain ialah orang yang bertanya tentang sesuatu yang tidak diharamkan kepada orang-orang Islam, kemudian diharamkan ke atas mereka disebabkan pertanyaannya
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4349
Hadis   Anas bin Malik r.a katanya:
Satu berita tentang para sahabat sampai kepada Rasulullah s.a.w. Maka baginda bersabda: Telah diperlihatkan kepadaku Syurga dan Neraka. Aku belum pernah melihat sesuatu yang paling baik dan paling buruk seperti yang aku lihat pada hari ini. Jika kamu mengetahui perkara-perkara yang dapat aku ketahui, nescaya kamu akan sedikit ketawa dan banyak menangis. Anas berkata lagi: Cuaca hari ini sangat panas. Kepanasannya menyengat para sahabat Rasulullah s.a.w sehingga mereka terpaksa menutup kepala. Jadi, semasa mereka berteriak tangis yang memilukan. Umar berdiri seraya berkata: Kami rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi. Selanjutnya Anas berkata lagi: Ada seorang lelaki yang berdiri dan berkata: Siapakah bapaku? Beliau menjawab: Bapa engkau adalah si polan. Kemudian turun ayat: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَلَكُمْ تَسُؤْكُمْ Yang bermaksud: Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu menanyakan (kepada nabimu) perkara-perkara yang mana jika diterangkan kepadamu, nescaya menyusahkan kamu
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4351
Hadis   Abu Musa r.a katanya:
Nabi s.a.w pernah ditanya tentang beberapa perkara yang tidak disukai oleh baginda. Oleh Kerana baginda didesak dengan berbagai pertanyaan, baginda menjadi marah dan bersabda kepada mereka: Bertanyalah kepadaku tentang apapun yang kamu inginkan. Seorang lelaki bertanya: Siapakah ayahku? Baginda bersabda: Ayahmu adalah Huzafah. Maka berdiri pula yang lain dan bertanya: Siapakah ayahku, wahai Rasulullah? Baginda bersabda: Ayahmu adalah Salim Maula Syaibah. Setelah Umar melihat Rasulullah s.a.w sangat marah, beliau berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4355
Bab Kelebihan Nabi Isa a.s
Hadis   Abu Hurairah r.a katanya:
Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Aku adalah orang yang paling berhak terhadap Putera Mariam. Para Nabi adalah saudara-saudara sebapa. Antara aku dan dia (Putera Mariam) tidak ada walau seorang Nabi
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4360
Hadis   Abu Hurairah r.a:
Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Tidak ada seorang bayi yang dilahirkan melainkan telah disentuh oleh syaitan. Bayi itu menangis, menjerit kerana sentuhan syaitan tersebut kecuali Putera Mariam dan Mariam
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4363
Hadis   Abu Hurairah r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Pada suatu hari Isa bin Mariam melihat seorang lelaki sedang mencuri. Lalu Nabi Isa bertanya kepada lelaki tersebut: Kamu mencuri? Lelaki tersebut menjawab: Tidak, Demi Zat yang tiada Tuhan melainkan Dia. Selanjutnya Nabi Isa berkata: Aku beriman kepada Allah. Aku mendustakan diriku
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4366
Bab Kelebihan Nabi Ibrahim a.s Sahabat Allah
Hadis   Abu Hurairah r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Nabi Ibrahim a.s adalah seorang Nabi yang berkhatan sendiri pada usia lapan puluh tahun dengan sebilah kapak
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4368
Hadis   Abu Hurairah r.a:
Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Nabi Ibrahim adalah seorang nabi yang sama sekali tidak pernah berdusta kecuali dalam tiga keadaan. Dua keadaan yang melibatkan Allah, iaitu ucapan Nabi Ibrahim: إِنِّي سَقِيمٌ Yang bermaksud: Sesungguhnya aku sakit dan ucapan Nabi Ibrahim sendiri: بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَذَا Yang bermaksud: Sebenarnya patung besar inilah yang memukulnya. Salah satunya adalah melibatkan diri Sarah. Sesungguhnya Ibrahim bersama Sarah pernah datang di wilayah seorang Raja yang diktator. Sarah adalah seorang wanita yang paling cantik. Nabi Ibrahim berkata kepada Sarah: Sesungguhnya jika raja yang diktator itu tahu bahawa kamu adalah isteriku, tentu beliau akan memaksaku untuk memiliki kamu. Jika beliau bertanya kepadamu, maka katakan kepadanya bahawa kamu adalah saudara perempuanku. Sesungguhnya kamu memang saudara perempuanku dalam Islam. Sesungguhnya di wilayah ini aku tidak melihat seorang muslim pun melainkan aku dan kamu. Ketika Nabi Ibrahim memasuki Wilayah Raja diktator tersebut ada seorang rakyatnya yang melihat Sarah. Beliau datang kepada Raja diktator tersebut dan melaporkan: Sesungguhnya telah datang ke wilayah kamu seorang wanita yang hanya patut menjadi milik kamu. Raja tersebut mengirimkan utusan kepada Sarah dan membawanya, lalu Nabi Ibrahim a.s mendirikan sembahyang. Ketika Sarah bertemu muka dengan Raja tersebut. Beliau tidak mampu menguasai tangannya untuk memeluk Sarah kerana tangannya tergenggam erat. Beliau berkata kepada Sarah: Berdoalah kepada Allah agar Allah melepaskan tanganku, aku tidak akan menyusahkan kamu, lalu Sarah berdoa. Raja menggenggam tangannya sendiri dengan erat, lebih erat daripada yang pertama. Raja mengulangi ucapannya, maka Sarah melakukannya. Raja menggenggam tangannya sendiri dengan erat, lebih erat daripada yang pertama dan kedua. Raja berkata: Berdoalah kepada Allah agar dia melepaskan tanganku. Demi Allah aku tidak akan menyusahkan kamu. Sarah menurut saja. Kali ini tangan Raja tersebut terlepas. Lalu Raja tersebut memanggil orang yang membawa Sarah dan berkata: Sesungguhnya yang kamu bawa kepadaku adalah syaitan bukan manusia. Usirkan beliau dari wilayahku dan berikanlah Siti Hajar kepadanya. Abu Hurairah meneruskan kata-katanya: Sarah kembali dengan berjalan kaki. Ketika Nabi Ibrahim a.s melihatnya, beliau menyambutnya seraya bertanya: Bagaimana khabarmu? Sarah menjawab: Baik, sesungguhnya Allah telah mengunci tangan orang yang ingin berbuat jahat atau serong dan memberi seorang khadam (pelayan)
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4371
Bab Kelebihan Nabi Musa a.s
Hadis   Abu Hurairah r.a katanya:
Malaikat maut pernah diutuskan kepada Nabi Musa a.s. Ketika Malaikat tersebut datang kepadanya, Musa menamparnya sehingga matanya tercabut. Malaikat tersebut kembali kepada Tuhannya dan berkata: Engkau telah mengutuskan aku kepada orang yang tidak ingin mati. Allah kemudiannya mengembalikan matanya seraya berfirman: Kembalilah kepada Musa, katakan kepadanya supaya beliau meletakkan tangannya di punggung seekor lembu jantan. Beliau berhak mendapat umur setahun pada setiap helai bulu yang ditutupi oleh tangannya. Malaikat tersebut bertanya: Ya Tuhanku, setelah itu? Tuhan berfirman: Kemudian mati. Malaikat tersebut berkata: Sekarang, Musa memohon kepada Allah agar mendekatkannya dengan bumi suci sejauh lontaran seketul batu. Rasulullah s.a.w bersabda: Sekiranya aku berada di sana tentu aku akan memperlihatkan kepada kamu makam Musa yang berada di pinggir jalan di bawah sebuah bukit pasir merah
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4374
Hadis   Abu Hurairah r.a katanya:
Ketika seorang Yahudi menawarkan barang dagangannya dan telah diberi sedikit gambaran bahawa beliau belum merasa puas hati atau tidak meredainya, kalau tidak silap namanya Abdul Aziz berkata: Tidak, demi Zat yang telah memilih Nabi Musa a.s kepada manusia. Seorang lelaki Ansar yang mendengar kata-katanya terus menampar mukanya dan berkata: Kamu berkata Demi Zat yang telah memilih Nabi Musa a.s kepada manusia? Bukankah Rasulullah s.a.w telah berada di tengah-tengah kita? Lalu orang Yahudi tersebut pergi menemui Rasulullah s.a.w dan berkata: Wahai Abu Al-Qasim! Sesungguhnya aku memiliki jaminan dan perjanjian, tetapi si anu telah menampar mukaku. Rasulullah s.a.w bertanya kepada lelaki Ansar tadi: Kenapa kamu menampar mukanya? Beliau menjawab: Orang Yahudi telah berkata bahawa demi Zat yang telah memilih Nabi Musa a.s kepada manusia. Bukankah engkau berada di tengah-tengah kami? Rasulullah s.a.w menampakkan wajahnya yang marah dan bersabda: Janganlah kamu mengutamakan di antara para utusan Allah. Sesungguhnya sangkakala iaitu sejenis serunai akan ditiup. Apa yang berada di pelosok langit dan di bumi akan mati, melainkan orang-orang yang dikehendaki oleh Allah. Pada tempoh yang lain pula sangkakala iaitu sejenis trompet akan ditiup lagi. Maka aku adalah orang pertama yang dibangkitkan. Apabila Nabi Musa a.s telah berpegang pada Arasy, aku tidak tahu adakah telah diperhitungkan kematian Musa a.s (dengan tiupan sangkakala) pada hari At-Tur atau beliaukah yang telah dibangkitkan sebelum aku dan aku tidak akan berkata: Sesungguhnya ada seorang lelaki yang lebih utama daripada Yunus bin Matta a.s
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4376
Bab Memperingati Nabi Yunus a.s Dan Sabda Nabi s.a.w: Tidak Patut Bagi Seorang Hamba Berkata Bahawa Aku Adalah Orang Yang Lebih Baik Daripada Yunus Bin Matta a.s
Hadis   Ibnu Abbas r.a:
Dari Nabi s.a.w sabdanya: Tidak patut bagi seorang hamba berkata: Aku adalah orang yang lebih baik daripada Yunus bin Matta a.s dengan mengaitkannya kepada ayahnya
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4382
Bab Kelebihan Nabi Yusuf a.s
Hadis   Abu Hurairah r.a:
Tanyakan wahai Rasulullah siapakah orang yang paling mulia? Baginda bersabda: Mereka yang paling bertakwa. Mereka berkata: Bukan itu yang kami tanyakan kepada engkau. Baginda bersabda: Nabi Yusuf a.s adalah seorang Nabi, anak seorang Nabi, Cucu seorang Nabi dan ayah datuknya adalah Khalilullah iaitu kekasih Allah. Mereka berkata: Bukan perkara itu yang kami tanyakan kepada engkau. Baginda bersabda: Apakah tentang nenek moyang orang-orang Arab yang kamu tanyakan kepadaku? Keunggulan mereka pada masa jahiliah adalah keunggulan mereka pada masa Islam, iaitu jika mereka berbudi pekerti yang baik
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4383
Bab Kelebihan Khaidir
Hadis   Ubai bin Kaab r.a:
Diriwayatkan daripada Said bin Jubair r.a katanya: Aku pernah berkata kepada Ibnu Abbas: Sesungguhnya Naufal Al-Bikali menganggap bahawa Nabi Musa a.s seorang Nabi Bani Israel adalah bukan Nabi Musa a.s yang menjadi sahabat Khaidir Ibnu Abbas berkata: Bohong musuh Allah. Aku pernah mendengar Ubai bin Kaab berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Nabi Musa a.s pernah berpidato di tengah-tengah Bani Israel lalu Nabi Musa a.s ditanya: Siapakah manusia yang lebih tahu? Beliau menjawab: Akulah orang yang lebih tahu. Allah terus menegurnya kerana beliau tidak mengembalikan pengetahuannya kepada Allah. Allah memberikan wahyu kepadanya: Sesungguhnya seorang hambaKu yang berada di pertemuan dua buah lautan adalah lebih tahu daripada kamu. Selanjutnya Nabi Musa a.s bertanya: Wahai Tuhanku! Bagaimana aku dapat berjumpa dengannya? Dikatakan kepada Musa: Bawalah ikan paus dalam sebuah keranjang. Di mana saja kamu kehilangan ikan tersebut, maka di situlah dia berada. Lalu Nabi Musa a.s berangkat bersama muridnya bernama Yusya' bin Nun. Nabi Musa a.s membawa ikan tersebut di dalam sebuah keranjang. Nabi Musa a.s dan muridnya berangkat secara berjalan kaki sehingga sampai di sebuah batu karang besar yang sangat keras lalu Nabi Musa a.s dan muridnya tidur. Sementara itu, ikan yang berada di dalam keranjang tersebut bergerak dan keluar dari keranjang lalu terjun ke laut. Allah menahan ombak, sehingga menjadi seperti sebuah jambatan supaya ikan tersebut dapat melintasinya. Nabi Musa a.s dan muridnya merasa hairan, mereka meneruskan perjalanan yang masih berbaki pada siang dan malam. Murid Nabi Musa a.s terlupa untuk memberitahunya. Pada suatu pagi Nabi Musa a.s berkata kepada muridnya: آتِنَا غَدَاءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِنْ سَفَرِنَا هَذَا نَصَبًا Yang bermaksud: Bawalah makanan kemari, sesungguhnya kita telah merasa letih kerana perjalanan kita ini. Tetapi Nabi Musa a.s tidak akan merasa letih sebelum beliau sampai ke tempat yang diperintahkan. Muridnya berkata: قَالَ أَرَأَيْتَ إِذْ أَوَيْنَا إِلَى الصَّخْرَةِ فَإِنِّي نَسِيتُ الْحُوتَ وَمَا اَنْسَانِيهُ إِلَّا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ وَ اتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ عَجَبًا Yang bermaksud: Tahukah engkau ketika kita mencari tempat berlindung di sebuah batu karang tadi aku terlupa menceritakan tentang ikan itu. Syaitan telah membuatkan aku lupa untuk menceritakannya. Ikan itu telah masuk ke dalam laut dengan cara yang sangat aneh sekali. Seterusnya Nabi Musa a.s berkata: ذَلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ فَارْتَدَّا عَلَى آثَارِهِمَا قَصَصًا Yang bermaksud: Kalau begitu itulah tempat yang kita cari. Lalu kedua-duanya kembali ke tempat tersebut mengikuti jejak mereka yang dahulu sehinggalah mereka sampai ke tempat batu tersebut. Musa melihat seorang lelaki yang berselimut dengan sehelai pakaian dan itulah Khaidir. Nabi Musa a.s cuba memberi salam kepadanya. Khaidir bertanya kepada Nabi Musa a.s: Bagaimana mungkin ada salam di bumi ini? Nabi Musa a.s berkata: Aku adalah Musa. Khaidir bertanya: Musa Bani Israel? Nabi Musa a.s menjawab: Ya. Khaidir berkata: Sesungguhnya kamu memiliki salah satu ilmu yang telah diberikan Allah kepada kamu dan aku tidak mengetahuinya. Sebaliknya aku juga memiliki salah satu ilmu Allah yang telah diberikan kepadaku dan kamu tidak mengetahuinya. Nabi Musa a.s berkata kepada Khaidir: هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِي مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَى مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا وَلَا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا Yang bermaksud: Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu? Khaidir menjawab: Sesungguhnya kamu tidak akan sabar bersamaku. Bagaimana kamu dapat bersabar atas sesuatu kerana kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang perkara itu? Musa a.s berkata: Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun. Khaidir menjawab: فَإِنِ اتَّبَعْتَنِي فَلَا تَسْأَلْنِي عَنْ شَيْءٍ حَتَّى أُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْرًا Yang bermaksud: Khaidir berkata kepada Nabi Musa a.s: Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu bertanya walau apapun sebelum aku sendiri yang menerangkannya kepadamu. Nabi Musa a.s berkata: Baiklah. Maka berangkatlah Khaidir dan Nabi Musa a.s secara berjalan kaki di tepi pantai. Sebuah perahu datang kepada mereka. Mereka bercakap-cakap dengan para penumpangnya agar membawanya. Setelah mereka mengenali Khaidir, mereka membawa keduanya tanpa apa-apa bayaran. Khaidir dengan sengaja mencabut sekeping papan pada perahu tersebut. Nabi Musa a.s berkata kepada Khaidir: Mereka telah membawa kita tanpa apa-apa bayaran tetapi kenapa dengan sengaja kamu lubangi perahu mereka? لِتُغْرِقَ أَهْلَهَا لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا إِمْرًا قَالَ أَلَمْ أَقُلْ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا قَالَ لَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا نَسِيتُ وَلَا تُرْهِقْنِي مِنْ أَمْرِي عُسْرًا Yang bermaksud: Kamu menenggelamkan penumpangnya. Bukankah kamu telah membuat suatu kesalahan yang besar? Khaidir berkata: Bukankah aku telah berkata: Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersamaku. Nabi Musa a.s berkata: Janganlah kamu menghukum aku kerana kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku. Seterusnya mereka berdua meninggalkan perahu tersebut. Sewaktu mereka berdua sedang berjalan di tepi pantai, tiba-tiba mereka dapati seorang remaja bermain dengan beberapa orang kawannya. Khaidir memegang kepala seorang kanak-kanak kemudian membongkok lalu membunuhnya. Nabi Musa a.s berkata: أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَاكِيَةً بِغَيْرِ نَفْسٍ لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا نُكْرًا قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا Yang bermaksud: Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih itu? Bukankah beliau tidak membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang mungkar. Bukankah aku telah katakan kepadamu, bahawa kamu tidak akan sabar bersamaku? Ini sudah keterlaluan daripada yang pertama. Khaidir berkata: قَالَ إِنْ سَأَلْتُكَ عَنْ شَيْءٍ بَعْدَهَا فَلَا تُصَاحِبْنِي قَدْ بَلَغْتَ مِنْ لَدُنِّي عُذْرًا فَانْطَلَقَا حَتَّى إِذَا أَتَيَا أَهْلَ قَرْيَةٍ اسْتَطْعَمَا أَهْلَهَا فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنْقَضَّ فَأَقَامَهُ Yang bermaksud: Seterusnya Nabi Musa a.s berkata: Jikalau aku bertanya lagi kepadamu tentang sesuatu, maka aku tak akan mengikutimu. Sesungguhnya kamu cukup memahami akan aku. Mereka berdua meneruskan perjalanan. Ketika mereka berdua sampai ke sebuah negeri mereka meminta supaya dijamu oleh penduduk negeri itu. Tetapi penduduk negeri itu tidak mahu menjamu mereka. Kemudian keduanya mendapati dalam negeri itu terdapat dinding rumah yang hampir roboh. Lalu Khaidir menegakkan dinding itu. Nabi Musa a.s berkata: Jika kamu mahu, kamu boleh mengambil upah. Khaidir mengisyaratkan tangannya dan menegakkan dinding tersebut. Nabi Musa a.s berkata kepada Khaidir: Orang-orang yang kita datangi tidak mahu menerima kita sebagai tetamu dan tidak mahu menjamu kita. لَوْ شِئْتَ لَتَخِذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا قَالَ هَذَا فِرَاقُ بَيْنِي وَبَيْنِكَ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيلِ مَا لَم تَسْتَطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا Yang bermaksud: Jika kamu mahu, bolehlah kamu mengambil upahnya dari pekerjaanmu itu. Khaidir berkata: Inilah perpisahan kita. Aku akan memberitahumu tujuan perbuatan-perbuatanku yang membuatkan kamu tidak sabar terhadapnya. Rasulullah s.a.w bersabda: Semoga Allah merahmati Nabi Musa a.s. Aku amat suka sekiranya Nabi Musa a.s dapat bersabar sehingga beliau dapat menceritakan kepada kita tentang pengalaman mereka berdua. Rasulullah s.a.w bersabda: Tindakan Nabi Musa a.s yang pertama memang kerana terlupa. Baginda bersabda: Seekor burung pipit terbang lalu singgah di tepi perahu tersebut dan mematuk di laut. Lalu Khaidir berkata kepada Nabi Musa a.s: Ilmu kita, jika dikaitkan dengan ilmu Allah, adalah seperti patokan seekor burung pipit pada lautan
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4385