"Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui." (Al-Baqarah: 169).
“Wahai orang beriman, jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidik (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menyebabkan kamu menyesali perkara yang kamu lakukan.” (Surah al-Hujurat, ayat 6)
Di kemaskini post pada 31/7/2015 Pada jam 23:40pm Kuala Lumpur

Tuesday, May 31, 2011

Pesan Dan Nasihat 'Umar Bin Khaththab

Pesan Dan Nasihat 'Umar Bin Khaththab

Pesan Dan Nasihat 'Umar Bin Khaththab



'Umar adalah seorang lelaki yang sangat agung.Dia dikenal kerana keberaniannya sepanjang sejarah,tegas dalam menyampaikan pendapat,berpandangan luas,pandai memelihara diri,gigih dan jujur dalam membela kebenaran.Sejarah hidupnya layak dipelajari dan diteliti.'Umar adalah contoh dalam keberanian,istiqamah,adil dan mawas diri.'Umar tidak merasa malu jika harus langsung memantau keadaan rakyatnya.Dia zuhud di dunia dan selalu berusaha menyampaikan kebenaran kepada seluruh rakyatnya.
'Umar tidak pilih kasih.Dia tidak membela orang yang berkedudukan tinggi,terhormat,kaya raya,atau kerabatnya.Dia juga tidak menganggap sepele permasalahan yang dihadapi oleh rakyat biasa atau miskin.
Dia telah menggabungkan antara ilmu dan amal,dan membuat para ulama kagum.Dia sangat piawai dalam berpolitik.Selain itu,dia adil dalam bersikap sehingga membuat para penguasa lain tidak mampu menandinginya.Pada saat yang sama,dia adalah seorang yang zuhud dan penyabar.Padahal,para penguasa dan zahid lainnya tidak mampu berbuat seperti apa yang dia lakukan.
Rasulullah Saw.bersabda,"Allah Saw.telah menjadikan kebenaran pada lidah dan hati'Umar."
Ada yang bertanya kepada Abu Bakar,"Apa yang Anda katakan kepada Tuhan,setelah Anda mengangkat 'Umar sebagai pemimpin kami?""Aku telah memilih yang terbaik untuk mereka dari kalangan mereka sendiri."Jawab Abu Bakar.
Ibnu'Abbas r.a meriwayatkan,ketika'Umar ditikam dengan pisau dari belakang,Ali berkata di samping kepala 'Umar,""Umar adalah umat yang paling disenangi,hingga Allah membentangkan buku catatan amalnya."




Allah Merahmati Orang Yang Berfikir

'Umar r.a. berkata."Dunia adalah angan-angan yang sangat terbatas,waktu yang selalu berkurang,dan mengantarkan ke dunia lain,berjalan  menuju kematian yang pasti.Sedangkan Allah merahmati orang yang memikirkan urusannya,selalu menasihati dirinya,merasa dipantau oleh Tuhannya,dan selalu berusaha menghindari dosa."

Selama Anda Masih Bertaqwa

Al-Mughirah berkata kepada 'Umar,"Kami akan selalu baik selama Anda masih ada."Mendengar itu,'Umar berkata,"Anda akan selalu baik selama Anda masih bertaqwa kepada Allah."

Jangan Terlalu Banyak Makan

'Umar r.a. berkata,"Hati-hatilah dengan perut yang terlalu kenyang .Perut terlalu kenyang menyebabkan malas untuk melaksanakan solat,berbahaya terhadap kesihatan,dan menimbulkan banyak penyakit.Aturlah cara makan kalian agar tidak berlebihan!Makan teratur dapat menyihatkan tubuh dan memperkuat badan untuk beribadah.Ketahuilah,seseorang akan celaka ketika agamanya dikalahkan oleh hawa nafsunya.

Bacalah Al-Qur'an

'Umar r.a. berkata."Baca,kenali,dan amlkanlah ajaran al-Qur'an!Dengan demikian,kalian termasuk ahlinya.Ketahuilah,kebenaran tidak mungkin sampai pada seseorang jika dia durhaka kepada Allah.
Dalam harta pemberian  Allah,aku telah menjadikan diriku seperti anak yatim.Jika aku tidak butuh,aku tidak mungkin mencarinya.Dan,jika aku butuh,aku mengambilnya dengan cara yang baik dan terpuji.

Allah Memelihara orang Yang Bertaqwa

'Umar r.a. pernah menulis surat kepada putranya,Abdullah,"Orang yang bertaqwa pasti dipelihara Allah.Orang yang bertaqakal pasti dicukupi.Orang yang meminjami Allah pasti diberi imbalan berlipat ganda.Dan orang yang pandai bersyukur pasti ditambah nikmatnya.Oleh sebab itu,bertaqwalah kepada Allah,anakku!Orang yang tidak berniat,tidak mempunyai teman.Dan,tidak ada yang baru bagi orang yang tidak mempunyai rencana."

Jangan Mencelakai Diri Sendiri

Diantara isi surat 'Umar kepada Abu Musa,"Saudaraku,berhati-hatilah!Jangan sampai Anda seperti binatang ternak yang melintasi sebuah lembah,ia tidak mempunyai harapan apa-apa selain mempergemukkan diri,padahal ia pasti binasa dengan badannya yang gemuk itu."

Siapa Pemikul Dosaku?

'Umar bin Khathab r.a. pernah memikul sekarung tepung untuk dibagikan kepada orang fakir.Sebahagian sahabatnya berkata,"Biarkan saya yang memikul tepung ini."
'Umar menjawab,"Kalau begitu,siapa akan memikul dosa-dosaku pada Hari Kiamat.?"

Jangan Takut Mati

'Umar r.a. berkata."Tinggalkanlah setiap perbuatann yang membuat Anda benci menghadapi kematian.Dengan demikian,Anda selalu siap menghadapi kematian itu."

Sebagai Pemimpin.Bertaqwalah Kepada Allah

'Umar r.a. berkata."Pemimpin yang berusaha menjauh,pasti dijauhi rakyatnya.Dan,orang yang paling sengsara adalah pemimpin yang menyengsarakan rakyatnya."

Pencari Dunia dan pencari Akhirat

'Umar r.a. berkata,"Manusia terdiri dari dua golongan.Pertama,pencari dunia.Golongan ini sebaiknya dijauhi.Bisa jadi,setelah dia mendapatkan apa yang dia cari,dia malah celaka.Atau,bisa jadi apa yang dia cari itu tidak tercapai,dan dia mati dalam buaian angan-angannya.Kedua,pencari akhirat.Jika kalian melihatnya,maka berlumbalah dengannya."

Mengharapkan Pahala Allah

'Umar r.a. berpesan,"Saudaraku,seseorang pernah datang kepaku,dia adalah orang yang senang membaca al-Qur'an.Aku mengira dia membaca al-Qur'an  kerana mengharap pahala Allah,ternyata dugaanku keliru.Ada sekelompok orang yang membaca al-Qur'an kerana mengharapkan balasan dari orang lain.Jangan kalian lakukan hal seperti itu! Carilah redha Allah dengan amal-amal kalian!

Aku mengenal kalian ketika wahyu turun dan ketika Nabi masih ada di antara kita.Sekarang wahyu sudah terputus dan Nabi telah tiada.Aku mengenal kalian dengan apa yang aku sampaikan kepada kalian.

Siapa saja yang memperlihatkan kebaikan kepada kita,kita pasti menduganya sebagai orang yang baik dan kita segera menyanjungi kebaikannya.Sebaliknya,siapa saja yang memperlihatkan keburukan,kita pasti menduganya sebagai orang yang tidak baik dan kita segera mengutuknya.Kendalikan dan tundukkan hawa nafsu ini!Nafsu seperti ini selalu mengajak kepada kejahatan.

Kebenaran sangat berat dan pahit,Sementara kebatilan sangat ringan dan manis.Menghindari perbuatan salah jauh lebih baik daripada menyesalinya dengan taubat.Ingatlah,menuruti hawa nafsu sesaat hanya membuahkan penyesalan berlarut-larut.

Hidup Bermasyarakat

'Umar bin Khaththab r.a. berpesan,"Aku tidak mungkin menyeksa orang yang derhaka kepada Allah seperti orang yang patuh dan taat.

Ambillah hikmah dari perilaku saudaramu!Jangan  pernah menduga apa yang diucapkan seorang muslim,sekalipun itu satu patah kata,sebagai kejahatan,kerana di dalamnya pasti ada kebaikan yang tersembunyi!

Jangan pernah menganggap enteng sumpah! Jika kalian tetap melakukannya,Allah pasti menghina kalian.

Jangan pernah mengurus sesuatu yang tidak bermanfaat!Jangan banyak bertanya tentang sesuatu yang belum terjadi,kerana itu hanya membuang  waktu dan merepotkan.

Jangan pernah mencari musuh!Hati-hatilah dengan saudaramu,kecuali saudara yang jujur.Saudara yang jujur adalah yang takut kepada Allah.

Khusyuklah ketika ziarah kubur!Merasa rendahlah ketika beribadah! jika terlanjur bermaksiat,segeralah bertaubat.Selalu bermusyawarahlah dengan orang-orang yang takut kepada Allah dalam segala urusan."


Buah Belajar Kerana Allah.

Belajar kerana Allah dapat berbuah kekhusyukan dan takut kepada-Nya.Jka rasa takut tidak tumbuh,maka itu ertinya hati telah lalai.Rasa takut merupakan buah ilmu.Sementara berharap adalah buah keyakinan.

Orang yang menginginkan syurga pasti berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkannya.Begitu juga,orang yang takut terhadap neraka pasti berusaha sekuat tenaga untuk menghindarinya.

Cinta dan benci ada tandanya.Orang yang kita dapati melakukan amal penduduk syurga,menunjukkan bahawa dia sudah yakin.Sedangkan orang yang kita dapati melakukan perbuatan penghuni neraka,menunjukkan bahawa dia masih dalam keragu-raguan.

Jika kita menemukan seseorang berjalan membelakangi Mekah,kemudian dia mengaku ingin menunaikan ibadah haji,kita tidak mungkin memeprcayainya.Begitu juga,jika kita menemukan orang itu menjadi imam di Mekah,kemudian dia mengatakan  tidak ingin menunaikan ibadah haji,kita juga tidak mungkin membenarkannya.


Jangan Binasakan Diri Sendiri

'Umar r.a. berpesan,"Saudaraku,jangan sampai membinasakan diri sendiri!Siapa yang menanam dialah yang memetik.

Jangan sia-siakan waktu luang!Setiap perbuatanmu pasti dicatat dan dikembalikan kepadamu.

Jika kamu terlanjur berbuat jahat,segera ikuti dengan perbuatan baik,Yang aku tahu,perbuatan yang harus didahulukan adalah berbuat baik setelah berbuat dosa."

Sumber Kefakiran.

'Umar r.a. berpesan,"Ada tiga perkara yang menjadi sumber kefakiran.Pertama,tetangga yang ketika meligat kebaikan,dia diam saja.Sebaliknya ketika melihat keburukan dia menyebarkannya.Kedua,isteri yang lidahnya selalu menyakiti Anda,dan ketika Anda meninggalkannya dirumah,dia tidak bisa dipercayai.Ketiga,penguasa yang jika Anda berbuat baik kepadanya,dia tidak menghargai.Jika Anda melakukan kesalahan,dia membunuh Anda.'

Tiga Kelompok Lelaki dan Perempuan

'Umar r.a. berpesan,"Perempuan terdiri dari tiga kelompok.Pertama perempuan yang memelihara dirinya,lembut,penyayang,banyak melahirkan,suka membantu keluarga,dan tidak suka membebani keluarga.Perempuan seperti ini sangat langka.Kedua,perempuan yang hanya memproduksi anak,tidak lebih dari itu.Ketiga,perempuan yang suka menipu.Allah telah membebankan perempuan seperti ini kepada orang yang dikehendaki-Nya.

Lelaki pun terdiri dari tiga kelompok.Pertama,lelaki yang berakal.Lelaki seperti ini tidak gegabah dan tepat mengambil keputusan.Kedua,lelaki yang tidak mempunyai pendirian dan gampang terombang -ambing.Ketiga,lelaki yang linglung.Dia berjalan tanpa arah dan tidak mahu mengikuti petunjuk orang lain."

Mencintai Atau Membenci Sewajarnya

'Umar r.a. berpesan,"Jangan terlalu mencintai hingga membabi buta.Jangan pula membenci hingga menghilangkan kebenaran."

'Umar Tidak Tidur Malam

Ada yang bertanya kepada 'Umar r.a.,"Kenapa Anda tidak tidur pada malam hari?"'Umar menjawab,"Jika aku tidur pada malam hari,aku telah menyia-nyiakan diriku.Jika aku tidur pada siang hari,aku telah menyia-syiakan rakyatku."

Jangan Menyepelekan Cita-cita

'Umar r.a. berpesan,"Jangan pernah meremehkan cita-cita dan tekad kalian.Yang aku tahu,orang yang paling kecewa adalah yang kandas cita-citanya.

Tiga Perkara Yang Meningkatkan Iman

'Umar r.a. berpesan,"Orang yang tidak memiliki tiga perkara berikut,bererti imannya belum bermanfaat.Tiga perkara tersebut adalah:santun ketika mengingatkan orang lain;wara' yang menjauhkannya dari hal-hal yang haram;dan akhlak mulia dalam bermasyarakat."

Pesan 'Umar Kepada Pasukannya

'Umar bin Khaththab r.a. pernah berpesan kepada pasukannya,"Dengan nama Allah,bersama Allah,dan berkat pertolongan Allah,berangkatlah kalian dengan kekuatan serta pertolongan Allah!Tegakkan  kebenaran dan tetaplah bersabar! Berjuanglah di jalan Allah dalam menghadapi orang kafir dan jangan melampaui batas!Sebab,Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.

Ketika bertemu musuh,jangan bermental pengecut!Selain itu,jangan lalai ketika kekuatan dan kemampuan masih ada!Dan,jangan terlalu berbangga ketika memperoleh kemenanagn!Lindungilah mereka ketika perang sedang berkecamuk dan ketika kalian menyerang musuh!

Jangan Sombong

Diriwayatkan bahawa 'Umar r.a. pernah didapati memikul kantung air.Lalu ada yang bertanya,"Amirul-Mukminin,apa yang engkau lakukan?"'Umar menjawab,"Aku merasakan diriku sudah mulai sombong,aku ingin menundukkan perasaan itu."

Menjaga rahsia

'Umar r.a. berkata,"Orang yang menjaga rahsianya,yang terbaik pasti berada di tangannya."

Mencari Teman Yang Jujur

'Umar r.a. berpesan,"Carilah teman yang jujur,dia pasti melindungi Anda.Teman yang jujur merupakan perhiasan dalam kelapangan dan bekal dalam menghadapi cubaan."

Pengukuh Cinta

'Umar r.a. berpesan,"Ada tiga perkara yang dapat memperkukuhkan rasa cinta di hati saudara Anda.Jika Anda bertemu,ucapkanlah salam! Jika dia bertemu ,hormatilah dia;panggillah dia dengan nama yang paling dia senang!"

Berbuat Baik

'Umar r.a. berkata,"Seseorang sudah dikatakan melakukan perbuatan baik jika ia menikmati makanan halal yang diperolehnya.Perbanyaklah keturunan,kerana kalian tidak tahu melalui siapa kalian diberi rezeki."

Introspeksi Disi Seblum Dihisab

'Umar r.a. berpsesan,"Introspeksilah diri kalian sebelum menghadapi hari perhitungan.Timbanglah kebaikan  kalian sebelum ditimbang di hadapan Allah.Ketika hidup di dunia,hitunglah setiap amal kalian,agai kalian lebih mudah menghadapi perhitungan pada Hari Kiamat.Bersiaplah menghadapi hari berbangkit yang sangat dahsyat.Pada hari itu,kalian akan menghadap Allah.Tak ada sesuatu pun yang dapat disembunyikan dari Allah."

Banyak Tertawa,Mengurangi Wibawa

'Umar r.a. berpesan kepada al-Ahnaf bin Qais,"Ahnaf,banyak tertawa dapat mengurangi wibawa.Orang yang banyak bergurau akan menjadi rendah.Orang yang sering berbuat sesuatu.pasti dikenal dengan  perbuatan itu.

Orang yang banyak bicara,tentu banyak sa;ah dan sifat malunya berkurang.Orang yang kurang rasa malunya,sifat wara'nya hanya sedikit.Orang yang sedikit wara'nya,hatinya telah mati.'

Menyesali Diri Sendiri

'Umar r.a. berkata,"Orang yang menempatkan dirinya pada satu tuduhan,jangan pernah menyesal jika ada orang yang berprasangka buruk kepadanya."

Tiga Sumber Kecelakaan

Ada tiga perkara yang membuat celaka. (1)Selalu marah kepada orang lain;(2)Berburuk sangka,padahal Anda tidak tahu sebenarnya;(3)Menyakiti teman,padahal itu tidak ada untungnya.

Posisi Lelaki Dalam Keluarga

'Umar r.a. berkata,"Aku ingin seorang lelaki dalam keluarganya seperti seorang anak.Namun ketika diperlukan,dia harus menunjukkan bahawa dia adalah seorang lelaki yang melindungi keluarganya."

Penghalang Rezeki

'Umar r.a. berkata,"Sahabat Muhajirin!Jangan terlalu sering mengunjungi orang yang cinta dunia,hal itu dapat menghalangi turunnya rezeki!"

Menuju Akhirat

'Umar r.a. berkata,"Menyembunyikan sesuatu itu baik kecuali yang berkaitan dengan urusan akhirat."

Sifat Tamak Adalah Kefakiran

'Umar r.a. berkata,"Ketahuilah,'berharap banyak' merupakan kefakiran,dan 'tidak berharap' merupakan kekayaan.Jika seseorang tidak berharap mendapatkan sesuatu,bererti dia telah merasa kaya dan tidak lagi memerlukan sesuatu itu."

'Umar r.a. juga berpesan,"Bergaullah bersama orang yang senang bertaubat!Hati mereka itu lebih lembut."

Pengaruh Dosa dan Maksiat

'Umar r.a. berkata,"Jika seseorang tidak maksimal dalam beramal,dia pasti diuji dengan kegelisahan.Demikian itu agar dosanya terhapus."

Jangan Melecehkan

'Umar r.a. berpesan,"Tidak pantas bagi orang yang bertaqwa melecehkan orang yang mencari dunia."

Zikir Itu Ubat

'Umar r.a. berkata,"Berzikirlah!Zikir itu adalah ubat yang paling mustajab.Jangan pernah menyebut keburukan orang lain!Menyebut keburukan orang lain merupakan penyakit yang sangat mudah."

Menyendirilah

'Umar r.a. berkata,"Luangkanlah waktu untuk menyendiri!"

Wahai Pencari Akhirat

'Umar r.a. berpesan,"Hati-hatilah,jangan sampai Anda banyak mementingkan dunia,padahal sebenarnya Anda menginginkan kebahagiaan akhirat."

Orang Yang Tidak Adil Pasti Celaka

'Umar r.a. berkata,"Hanya hakim adil yang selamat dari Neraka Wail.Iaitu,hakim yang memutuskan perkara dengan benar,tidak menjatuhkan hukuman berdasarkan hawa nafsu,tidak melakukan kolusi dan nepotisme,tidak pula takut ancaman.Dia hanya memutuskan perkara berdasarkan Kitab ALlah."

Jangan Melalaikan Solat

'Umar r.a. berpesan,"Allah Swt.Lebih berhak menyia-nyiakan orang yang melalaikan solat."

Zuhud di Dunia

'Umar r.a. berkata,"Zuhud di dunia dapat melegakan jasmani dan rohani."

Kewajipan Rakyat Terhadap Pemimpin

'Umar r.a. berkata,"Rakyat mempunyai kewajipan terhadap pemimpinnya.Iaitu,menasihati dan menolong sang pemimpin dalam menjalankan kebaikan.Sesuatu Yang paling dicintai Allah adalah sifat santun dan kasih sayang seorang pemimpin.Sedangkan sesuatu yang paling dibenci Allah adalah kebodohan seorang pemimpin.Sedangkan sesuatu yang paling dibenci Allah adalah kebodohan dan kedunguan seorang pemimpin."

Belajar

'Umar r.a. berpesan,"Pelajarilah ilmu,pelajarilah ketenangan dan sopan santun!Bersikaplah rendah hati kepada guru atau murid!Jangan menjadi orang berilmu yang angkuh! Anda harus tahu bahawa amal orang yang bodoh tidak ada nilainya."

Memahami Lebih Dulu

'Umar r.a. berpesan,"Fahamilah terlebih dahulu sebelum kalian melangkah!"

Manusia Yang Paling Berakal

'Umar r.a. berkata,"Orang yang paling berakal adalah yang rajin mengintrospeksi diri."

Hati-Hati Terhadap Alasan

'Umar r.a. berpesan,"Hati-hatilah terhadap alasan!Kebanyakan alasan menyimpan dusta."

Jangan Belajar Kerana Tiga Perkara

'Umar r.a. berpesan,"Janganlah kalian belajar kerana tiga perkara,jangan pula meninggalkan belajar kerana tiga perkara.

Jangan belajar untuk tujuan berdebat,untuk bertanding,atau untuk pamer ilmu!

Jangan tidak belajar kerana malu,benci,dan tidak peduli terhadap kebodohan!"

Mewaspadai Orang Munafik

'Umar r.a. berkata."Aku tidak mengkhuatirkan dua orang berikut:Orang yang jelas keimanannya dan orang yang jelas kekafirannya.Tetapi aku sangat mengkhuatirkan orang munafik yang bersembunyi di balik iman,padahal dia kafir."

Faktor Yang Dapat Menghancurkan Islam

'Umar r.a. berkata,"Islam akan hancur kerana hilangnya ilmu,kerana berdebat melawan orang munafik dengan menggunakan al-Quran,dan kerana pemimpin yang menyesatkan."

Nafkah Untuk Agama

'Umar r.a. berpesan,"Kalian wajib memberi nafkah untuk agama,Iaitu,beribadah dengan baik dan mempelajari BAHASA ARAB."

'Umar r.a. berpesan,"Pelajarilah Bahasa Arab!Kerana mempelajarinya dapat memperkuat keyakinan dan menambah wibawa."

Jangan Tertipu

'Umar r.a. berkata,"Jangan pernah tertipu oleh teriakan seseorang.Tapi,akuilah orang yang menyampaikan amanah dan tidak menyakiti orang lain dengan tangan dan lidahnya."

'Umar r.a. juga berpesan,"Jangan sampai kalian tertipu oleh puasa dan solat seseorang.Tapi perhatikan kejujuran,amanah,dan wara'nya."

Nilai Seseorang

'Umar r.a. berkata," Nilai seseorang dilihat dari agamanya.Dasarnya adalah akal,dan wibawanya terletak pada akhlak."

Bangga Dengan Pendapat Sediri

'Umar r.a. berpesan,"Yang paling aku khuatirkan dari kalian adalah bangga terhadap pendapat sendiri.Ketahuilah,orang yang mengaku sebagai orang cerdas sebenarnya adalah orang yang sangat bodoh.Orang yang mengatakan bahawa dirinya pasti masuk syurga,dia akan masuk neraka,"

Pesan Untuk Hakim

'Umar bin Khaththab r.a. menulis surat kepada Abu Musa al-Asy'ari perihal menjalankan tugas sebagai hakim."Memutuskan hukum merupakan tugas yang wajib dilaksanakan dan sunah yang harus diikuti,Jika ada masalah yang dihadapkan kepada Anda,pelajarilah terlebih dahulu!Berbicara dan menerapkan hukum dengan benar saja belum cukup.Bersifat santunlah dalam dewan!Tunjukkan wajah  yang ramah dan tetaplah berbuat adil!Dengan demikian,orang  yang kuat tidak akan mengusik keputusan Anda dan orang yang lemah tidak berputus asa terhadap keadilan Anda.

Saksi sangat diperlukan bagi orang yang mengadukan suatu perkara.Jika ada yang mengingkari,suruhlah dia bersumpah.Kita anjurkan untuk mendamaikan dua orang Mukmin yang berbeza pendapat,kecuali jika mereka ingin berdamai dengan persyaratan yang dilarang.

Jika Anda terlanjur memutuskan satu hukum,kemudian Anda menyedari bahawa keputusan itu keliru,segeralah diluruskan.Ketahuilah,kebenaran itu lebih tua dari Anda.Menyedari kekeliruan  dan segera meluruskan jauh lebih terpuji daripada membiarkannya.

Fahamilah segala yang bergejolak dalam hati Anda tetapi tidak terdapat dalam al-Qur'an dan Suna!Pelajarilah berbagai perumpamaan dan kejadian yang hampir sama,kemudian kiaskanlah!Ambillah keputusan yang lebih dekat dengan Kitabullah dan kebenaran.Mintalah saksi  pada orang yang mengadukan sesuatu yang belum jelas.Jika dia menghadirkan saksi,berikan haknya.Jika dia tidak mampu mendatangkan saksi,hukumlah dia.Cara itu dapat menghindarkan Anda dari keraguan dan menjadi kejelasan bagi semua orang.

Orang Islam harus bersikap adil antara yang satu terhadap yang lain.Kecuali,orang yang harus dihukum kerana bersalah,membuat sumpah palsu,atau menjadi tersangka.Ingatlah,Allah pasti mengetahui rahsia kalian dan menolak penjelasan serta sumpah kalian.

Hindari sikap tidak tenang,marah,membenci musuh,tidak mengakui alasan yang dikemukakan oleh lawan.Ketahuilah,menjunjung tinggi kebenaran pahalanya sangat besat,sekaligus menjadi tabungan yang sangat berharga.Orang yang berniat dengan benar,kemudian berusaha menundukkan nafsunya,pasti ditolong oleh Allah.Sedangkan orang ynag berpura-pura bahawa keputusan yang dia jatuhkan itu tidak berasal dari nafsunya,pasti dihinakan oleh-Nya.Bagaimana ia akan mendapat pahala,rezeki,dan rahmat yang tidak pernah berkurang yang disediakan Allah?"

http://kamusbahasaindonesia.org

No comments: