"Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui." (Al-Baqarah: 169).
“Wahai orang beriman, jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidik (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menyebabkan kamu menyesali perkara yang kamu lakukan.” (Surah al-Hujurat, ayat 6)
Di kemaskini post pada 31/7/2015 Pada jam 23:40pm Kuala Lumpur

Tuesday, April 19, 2011

Berpakaian tapi telanjang

http://farm3.static.flickr.com/2749/4072096924_1113410c39_o.jpg
Saat ini sangat berbeda dengan beberapa tahun silam. Sekarang para wanita sudah banyak yang mulai membuka aurat. Bukan hanya kepala yang dibuka atau telapak kaki, yang di mana kedua bagian ini wajib ditutupi. Namun, sekarang ini sudah banyak yang berani membuka paha dengan memakai celana atau rok setinggi betis. Ya Allah, kepada Engkaulah kami mengadu, melihat kondisi zaman yang semakin rusak ini. Kami tidak tahu beberapa tahun mendatang, mungkin kondisinya akan semakin parah dan lebih parah dari saat ini. Mungkin beberapa tahun lagi, berpakaian ala barat yang transparan dan sangat memamerkan aurat akan menjadi budaya kaum muslimin. Semoga Allah melindungi keluarga kita dan generasi kaum muslimin dari musibah ini.
Tanda Benarnya Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
Hadits ini merupakan tanda mukjizat kenabian. Kedua golongan ini sudah ada di zaman kita saat ini. Hadits ini sangat mencela dua golongan semacam ini. Kerusakan seperti ini tidak muncul di zaman Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam karena sucinya zaman beliau, namun kerusakan ini baru terjadi setelah masa beliau hidup (Lihat Syarh Muslim, 9/240 dan Faidul Qodir, 4/275). Wahai Rabbku. Dan zaman ini lebih nyata lagi terjadi dan kerusakannya lebih parah.
Saudariku, pahamilah makna ‘kasiyatun ‘ariyatun
An Nawawi dalam Syarh Muslim ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan bahwa ada beberapa makna kasiyatun ‘ariyatun.
Makna pertama: wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.
Makna kedua: wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah.
Makna ketiga: wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang.
Makna keempat: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Syarh Muslim, 9/240)
Pengertian yang disampaikan An Nawawi di atas, ada yang bermakna konkrit dan ada yang bermakna maknawi (abstrak). Begitu pula dijelaskan oleh ulama lainnya sebagai berikut.
Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Al Mar’ah Muslimah, 125-126)
Al Munawi dalam Faidul Qodir mengatakan mengenai makna kasiyatun ‘ariyatun, “Senyatanya memang wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya dia telanjang. Karena wanita tersebut mengenakan pakaian yang tipis sehingga dapat menampakkan kulitnya. Makna lainnya adalah dia menampakkan perhiasannya, namun tidak mau mengenakan pakaian takwa. Makna lainnya adalah dia mendapatkan nikmat, namun enggan untuk bersyukur pada Allah. Makna lainnya lagi adalah dia berpakaian, namun kosong dari amalan kebaikan. Makna lainnya lagi adalah dia menutup sebagian badannya, namun dia membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutupi) untuk menampakkan keindahan dirinya.” (Faidul Qodir, 4/275)
Hal yang sama juga dikatakan oleh Ibnul Jauziy. Beliau mengatakan bahwa makna kasiyatun ‘ariyatunada tiga makna.
Pertama: wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita seperti ini memang memakai jilbab, namun sebenarnya dia telanjang.
Kedua: wanita yang membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutup). Wanita ini sebenarnya telanjang.
Ketiga: wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun kosong dari syukur kepada-Nya. (Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, 1/1031)
Kesimpulannya adalah kasiyatun ‘ariyat dapat kita maknakan: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya dan wanita yang membuka sebagian aurat yang wajib dia tutup.
Tidakkah Engkau Takut dengan Ancaman Ini
Lihatlah ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Memakaian pakaian tetapi sebenarnya telanjang, dikatakan oleh beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.”
Perhatikanlah saudariku, ancaman ini bukanlah ancaman biasa. Perkara ini bukan perkara sepele. Dosanya bukan hanya dosa kecil. Lihatlah ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Wanita seperti ini dikatakan tidak akan masuk surga dan bau surga saja tidak akan dicium. Tidakkah kita takut dengan ancaman seperti ini?
An Nawawi rahimahullah menjelaskan maksud sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘wanita tersebut tidak akan masuk surga’. Inti dari penjelasan beliau rahimahullah:
Jika wanita tersebut menghalalkan perbuatan ini yang sebenarnya haram dan dia pun sudah mengetahui keharaman hal ini, namun masih menganggap halal untuk membuka anggota tubuhnya yang wajib ditutup (atau menghalalkan memakai pakaian yang tipis), maka wanita seperti ini kafir, kekal dalam neraka dan dia tidak akan masuk surga selamanya.
Dapat kita maknakan juga bahwa wanita seperti ini tidak akan masuk surga untuk pertama kalinya. Jika memang dia ahlu tauhid, dia nantinya juga akan masuk surga. Wallahu Ta’ala a’lam. (Lihat Syarh Muslim, 9/240)
Jika ancaman ini telah jelas, lalu kenapa sebagian wanita masih membuka auratnya di khalayak ramai dengan memakai rok hanya setinggi betis? Kenapa mereka begitu senangnya memamerkan paha di depan orang lain? Kenapa mereka masih senang memperlihatkan rambut yang wajib ditutupi? Kenapa mereka masih menampakkan telapak kaki yang juga harus ditutupi? Kenapa pula masih memperlihatkan leher?!
Sadarlah, wahai saudariku! Bangkitlah dari kemalasanmu! Taatilah Allah dan Rasul-Nya! Mulailah dari sekarang untuk merubah diri menjadi yang lebih baik ....
***
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Rintihan Penghuni Syurga


data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSERUUEhQWFRUVFRUXGBgUFxcXFRgXFBUXFBQXFxcYGyYeGBojGRQUHy8gIycpLCwsFR8xNTAqNSYrLCkBCQoKDgwOGg8PGiwkHyQsLCwtLCwtLCwsLCwsLSwsKSkpLCwsLCwsLCwpLCwsLCwsLC0sLSwsLCwsLCwtLCwsLP/AABEIALcBEwMBIgACEQEDEQH/xAAcAAACAwEBAQEAAAAAAAAAAAAABQMEBgIHAQj/xABGEAACAQIEAwUFBAgCCQUBAAABAhEAAwQFEiExQVEGEyJhcQcygZHRQpKhsRQVI0NSgsHhU2IXMzREVHKDovEkc8LS8Bb/xAAaAQADAQEBAQAAAAAAAAAAAAAAAgMEAQUG/8QAMhEAAgEDAQUHBAEEAwAAAAAAAAECAxEhMQQSQVHwE2GBkaHB0RQicbHhBTJC8RVS4v/aAAwDAQACEQMRAD8A8NoqfA4U3HCjnJMCSAoLMY57A7UwzrCAtauKotreUSIhUuIQl0eQkBvRxU3USkovrrPkSlVjGag+PXs/IUUU4OQxc7tmYOVcqDb3YqCVA8UENBggmaX4nDhAm5JZdRERpknTvO8iDwHvCiNWMtGEK0Ju0X10ivRT5bQuW9VnQdNoh7LKA6kW4a6hI8e/jkGR0gTVNcrUi22s6HS4zHQPCbc6ljVufc6e+tIq0eOOuvzwEjtEf8sdX9vHhcW0Uz/VMWjdV50LbYgqQCHOnwk+8VaAdo47mKtZ9l697fuK0acRoZdMBdZcqV6xoYEQOUTR28d63V8fIfUw3t351xj1Qioprj8uZXvs7z3d4pqC7u5LGdM7CEJPqONMMxygXsZcUMF1XlQAJsNY8JaICrMDmeO21ce0RWulr/r5Fe1QVr6WvfPd3d5mqKfrgBes4dNQV9N/T4feKEsAxERwid/lVXsx/tKAgE
VIIBB8DcjtXe2W7J8r+l/g79QtyUrZjfH4b/dhVRTjLP2y3kcAlbT3VeAGVrcGJHFSJEHmQRTVUXSj3AhtLhQbiBRrYsXRWEDY6tHjnbbrBWe0bjs11wt+dBKm1bjs1nq1vzpwyZKirGABN1AIksoEgEbkDcHY0zzPBq79+gC23Q3CBwV1IW5bH/UKx5XFqkqijLdfXcWnVUJqL4/vl48PwJKK0ebZet3GXQCEAuW1UKmwD7TAgKoMTz8Q40vfKVRGa5cgrce3CoWlkAPEkCDNLCvGSV9XbH5Jw2qEkm9WljPFX5Cyim13IwBdKuW0JbuL4I1pc07+9tGoSN+B6V1YyEOxVbm+p1EoYlE1+IzAkhgIn3SYFd7ena9/wB/kb6mla9/R8r/AKYnopp2Z/2qyCAQXAIIBBB6g7VFdusEWXRpedgCwKAcyOB18Oenyrrqffu25e/wM6v37luC9b93cUKKZ5zAxl6VlRffwjYEC4dtuG21WswteBrtopctFlMhVW5Z3OlHSNgeG0qYHpS9riLtqL2+Iu393vw614CKitDm+Ud5fum2w1fpXdldOkA3S+iDzHgIOwjlNVMNkiuyKLy+JmUyAWBC6gYVjKkc+oO3Xkdog43fWLix2qm47zfC/HGLiminy2bRwqg3CF7+Nfd772lmQGmAZ5nyHKozkdyO71iRiTaK/ZDAe/q6QDQq8eOPP4BbTDjjz+P9CWimtjJVcqBeXxC7IgFlNtNe4VjsRwIPI9K+28lVjbAuEi7bdk8G5dCy6CNWxJSAZ+0KZ14Lj6Pv+GM9pprV+j7/AIYpoqfEYcKqGTLLqIiIEkLvO8gTwHEVBVU09C6aaugooorp0KKKKAJ8PitKuNIOtdMmZA1BtoMcVHGamsZmVt92URgLguDUCSGGx5xBAAIPGBWwHs6tE7XnP8q1fs+ye0f31z7q0rgnqI6cZarvMLZxpfQutbS2SXXdiVLMpbRMmdgQJ5Hmd6mOxXeX
eI1EkAcAPsqOgAgfCt5jPZpZTheuH+VaXXOxdkfvX+S0qhGLuuuZ2FC0rxXWr82Zpc0YNqAUPpK6hIMFdBMTElSRMc54712cRosG2HDd4VYgb6QBJBJGxJ0yB/hjyrVDsFYKgrec+ULNMLHsusNb1C/cnmNK1xwj13aA9m7ulp5GGbOmKlSqHVbS2x8UkWtOg+9AICgbbeVfMTnJfvZRf2zrcaNWzLq4eLYeNtvPyrVYj2eW1aBdfhPBZilj9kV16dbfFQKFShwXWPhHFs0eC6x8LyFN3OmZrpZEIutrZTqgPv41hpB8Tc43qY9prhbUVSRdW6Nm2dQBMauYUTM+UVocJ2BtMpZrzgAbwqn+tVM27H2rahkuO09QsfgaV0qfFddIFsUZY3eukhLaz1lNshE/ZF9PvcLnvA+LzPnVbAY42bguKASJgGY3BHIg8DWgbsnbFtSbj62ExAgUtbJVmA5+Q+tdtTSa59e5VbE7Nbuuvr8spfrAhGRAEDwGiSWAMhSSTtIBgRwE8KmGduGtsFUG2ndxuQ6byrgncEMQYjjV632cQ/bb5D61MvZVD9tvkPrXdyD4daA9ib1j1p+hFbxWm4LiqBpYMF8RXYyBuZjbrXRzBtBtjZC+vTvEgRxJmIP5VprPYhDxuP8hVkez+3/AIr/ACWuNw4j/RyfAzd3tA7MzFUlmtufegPbBCsPF0Y7GRvwqDFZqbispVRquNd21bMwhgJJ22HGtans9tn96/3VqY+zeyBveufdX60i7JaCr+nOOVH1MZYzm4nd6SP2YcLtyeZnrxrrBZ01sIAqnQzMpbVI7xQrjZhsQB57bGtJf7EWF/fP91frVD/+S1tFou3mQIobo2z1r8vzOv8Ap7lf7V1f5fmI8BjjaurcUAlTIBmJ+Bn8aDihBARRJEnxEwOQk7AmD12FbjL/AGTs48dwj0Uf1pva9i1s8b9wfyr9aHUpXuN9FNu9vXkeY38wZrxvQAxfXAkrqn
diTtPKvv6wIVlVQoeNUTuFOoDc7CQDt0Fepf6ErP/ABFz7i/Wg+xWz/xF37qUdpSsH0EsLd09tDzS7nrk3GAVWuXEukrqkOmogrJ299tjPHyr6M8IuLcW3aUqSTpDAMSIJI1bbE7LA34V6Jc9jVocL9z7q/Wqt72RoBteufdX60l6HXkT/wCOdv7fXut+jz21mBCaNKldesAzs0RyO4iNj0qRc6uAcfF3vfa99WvmeMfhWkzP2fd2CVdjHVR/Q1kr2FKtpbYiqpU5Cy2S2ZRLYzmLgdbVtYDAhQwU61KMT4pGxOwIA5CvlrFFxbXUtvuQSreKYL69uMsCSRwqK3gZ51ft5CpAOpvkPrRuQ4da/LH/AOPla6Xr+fli7MMX3t13iNRMDgAOCgAdAAPhVareZYMW2ABJ2neqlWiklZCbnZ/ZyCiiiugFFFFAH6HtYBVjrXWYY5bST1qpj75nbgKqYnRc98/jSNlFEUY7Fs4JXhSC+7QZraDBWTtI+9XF3IrMS35/3pHJmmn9mpkMFi3QECmmU5uVuhJLBlPziauHKrLe6zD4TVFsrCXVKsCARx2Pyrm9ctNxlkmztg7KQWGxEgwZ6UsCsw1EyRt5/Kn2dYWLMwCoYx8RWfwy6GBPuwJHPemT4EB5hWCWpI2I3qth2W6xtASp/D0qXPWi1A2WPwqpkGORJZgQI2aJEkcJ5USOp2yQZ7YW2xCknSIrN4YySauZljO8Y786jQVFrOTfHCLNgUxwVqquBsg8aa2gAKZyshWWLCVctrNU7d0CqOZ9pFtiFlm6LuZqLyzl7DnEYtbY86Q4vtFrOi3LseGnhWSzTGYi8SWVwvQAx/eqeW5rcw76kMHzFWVHjczy2tJ4R6blHZN7sG8TvvExW+yrIbdtRAFeO4T2p30G9tSeskf0rTZX7Y7ZgXVZPTcfhUpUZLQIbSm8npwtDpXUUgy7tVaviUYGmdvGA1klFrU9CDT0LbVGRQlyaC1IORNb
N7O1WC1Q3bo61wBPjcGDO1eZdtsj0kuB/4r1O/crMdobQdCPI1po3uZatjyvA3Z58K0GBHh+JrK37Xd3SDyP4Vqsv8A9ST0n8q3SVmSo17x3ZaozOcNN5vKB8hVKurjkkk8SZrmqrQ82ct6TYUUUV0QKKKKAPb8yxHOqWFuhm8VGIuAr50r/SNJG5n8KRItEdXc4tKdPdT5wK4vxp1q0joREVFh8Vq3MN5AAH8asF3OyqAp4gwRHwqTVmaEcLc4QNqT56NiYAI6daZNgWQEhtuMR+VL8cNVsyBA4kA//jTIRu2g1w+L72zvw0q0H0pIyKQeZmPSr+Q4oPYU8AbZX7pIqHMsF3QDhZBHEcfiKVuzsNa+SjiMxLfsn9AevlUVxTZw7CdydI8xPPzpE2PLMGYMV1bxs0eXnTnOsaCiIAZPjOoQR0B3p5YVwWWKESr1ixNc4TDbSaZWRtNSelzfFnVlNIri/j1Xiage6zmFEnoKs4TsZdbxXeHJfrUpTR1x5nOCBvndtKdTx+FaXA28LaAA0z1iSaQ5ngDbTwrMcpP5CkWIxmLFouqi2q8YHi9d52opx3nqZKr3Vk9JGIsfw/HT/alOb4fC3RDBfiADWGyzP7rC53uNe0VWUGgvrP8ADI2X1NM+z+JxuMV4Fu4E461gnyDDnVnSks3MqqxeLFfHdj7czbcx86XP2WIYb7elMXX9oVCvYuruUJlT6eVNsJe1jfjz9alOrKGrNEaMZZRVyLLmtPKkgHlyr0HK8SSBNZnBW960uX2eFZ3U3jVCLQ8tXNq6fExVZ30ikub5sLYJJpbXLOVhtiM1VeJrMZ17QLNnYyT0A3/tWS7QdpmuDTaJ8yPyrKLld5zwknmSK00qS1kZK9ScVhGvzL2oswi1bjzc/wBBWfvds8Qx3YekV1hOxt1z7yj5mn2F9m6x47jE/wCUAD+taluLBgbqPUw1+8XYs3EmTTdMdGEYDiSF+e5/CjtJ2d/RipDFlb
fkRVJxFj/AKn/AMad5CF0mUaKKKYiFFFFABRRRQB6uxkQKo37PXj5VJfxq2xxE9OdKbmZ3nYAIsdWPHy2FLYqnbI6wlggSCY8qtC844GPz+VZ79KvsxQRbHQB/nqipkw9zgXE9dJn56qRxKqdzRPfdhzn0iapWMKzBgTw4j+1L0a4n2mbz34c9pioe8c3STcYDiseEmfzriVjjYzyPDm2jW+lw89obcVfz62xsmASADMelL8DbYMzMxIYKQCN5UxufSra50ovNbbYvpI38jIpZxuPFmDNghlBMBo47Ty3qzibmq5twEAbzw2rV4nBWgxuMBzMf1rLWrALM44MSR/SuJtqzKxWSzZareHsNdcIkxO8VUw66yFTidq9C7PZOtpQAN+ZrNUk9EbIkvZ/syloTEt1NaBcGCKlsJVu3brJcvZIzmYZRPKqLZSjrpYbVs2w4NLsTlvQUyk0ycoRmebZ17O1O9vieu+3wp/2XuJgrPd9yZ5kRuadX7TLyb5VQvsf4SfhV+3ehn+lQqz3usSwlWVhuGjf086pYPJDMxBNOUy+6x8KkeZptg8pK7sZNZ5zUzTCluoVWMlIHnTrLsBHGriWtqu4a1S35FLbqFeZ29Kk9BXkGfXb1+6YmJ2Fe054n7M+lY/C5cOPMHjzq1OViE9DynNsPfw5C3FKSJHDcVHjGW2tsrct3S66mCi5KH+B9UAn0r1vN8gt4kAXZJA2PMVgs29nb22m22pZ57ECvQhVi1k86rCpfURWc1dYaHVeRUtHw1SDV2z2zvIfe1r/AJhB/CtHmhdsL3CYdUAWAdU8I4bVhruU3VMFDJ6U/wBjJN1EslvPc/OIKjgo3jzpdfubAeprjuzMcxXx+NPZCbzs+85ooopiQUUUUAFFFFAHo72etVjg99iR6Gr/AHJbhv6VXv5c5+yfxNT30iiizhMMRvqYf80fnNT2cUN5Yfy7/jXFnIZ3NuT5kKPlTTD9nv4AF8iZH5UkqkUX
TbK9s7cJ9agGE03QYmRETMenSnlvJmnxEfCagzHKGAGlogg7Ty5VPtUyvZMmwbSTbIhipgNsfgazXaHK/C93fvLQGkg9NjIpxmGciU0qxIg6hwHI1Zz2yqbx4Lqg+W/GmUyc6bsYVe07XLJU211RBcEyf5eVQHMZAAHlTftPctW1VEABInYCq3ZrJ+8OsjgdqKjSVx6LaWTTdlMq0rrb3m/CtxhLe1JcFainuFO1YZu5tp63GNirlo1TsNVm0d6kXkXUWuLlupbDCurwFPbBm3mmL7lqoxhB0qy9Rm4BSbpoi2cFajZK7bEr1qNr4pWUSZ8CVbw61UVqt2W2oQsypnHuGs1g0nhWizY+E0hwA3rrdhbaHGNwr8QfhVDv2GzLWqt2weNfXwa9K65PgM4Iyxsh/8AxVTE5KJBIrXHCqOAFL8wAimjNkp01a54dnVvTfujo5pXTftKw7+55saUV69N3jc8eviVgooopyAUUUUAFFFFAHrWEcWoBU7/ACpk13ao8dZUeJmCjzpVfz5Rtb38yDHwrC/uZuTSGRu1PhMQfWsRm+MZ1MXSD5bR8BWVGLvDbW/zbeqfT3RxbRuntGLzdbQl9p8wPzNIs37bYdFMamJ4CIE+tIOzzd6NNy3v1YTPnvVjNsJaVe7dAzcREgbneIO1CpRjqP2jnhC/CdqkuOy3F0KfdI3I9etayxmCPhAG8WnYHy4EikOH7KWMQjdyptuP4pI+U1fwdtxZ7u4JK+HhHu7CutL/ABETla0jFY5Xu4opz1aR6Dn6RXo+TZd3dtVA4fP1rOZPhFbEu2nSywCP6/Kt5hbW1Tqu6GpJ8TqwkVft3KrkVz3kVksbIscYe/Vy3dpDZxNWlxkUtjQpJjxMRRdx0UibMgKoYnOpMLua7oLuq46xmcBedJ7+dM3CQPOvljL9R1OZ/KpsZhl0ERypW2yifIkwMtvV5gao5ZeGkCmeoGksOpEmHq6g2qpYamigaaZIhUlYU4
SIrOLf7u5B4VpcY4rI5whJ2MHjXGgvoaKxiJq0LgrK5NmZIhuI2p9bvV1aFlknuGkmaNsaavd2rG9uc1NmwzLx4CfPaaaMbyI1pbsTybNLuq9cPGXb86q0UV7KVlY+fk7u4UUUV04FFFFABRRRQB67mubrMEbCqdm+jnajN8tZmJHyqHLbQXiN6xqTUrHoKKcbsuXcHpMgj4iosdgQ0Hgfwpjf92Y+dL2x4ghmUeRIEfjV02ZJRRQsK6Px2nqYp7+qUxGk8SOJmsvd7RWbZOq5r8kH4ajtUNrtpcuuqWl7pJ30nxH1NLKLaKU5JM39rKVseJAT1pPmt5tZNsjfiDSs9qdLENfdfs8yJ4HeKV5njsTq1JdDrymCPgY/rSxi+I88ZHeWXibzFgAdviOU+da3DvXl2R5674g94RJAHCOFeh4PFSBUqsGhqUk8jUiq9/hU1u5IqO9Wdmsgssar47HFBU+HO9fMZhg1T4HcixBdundgo6c6b4HKwkbzWYzjDYi347MGDuCONGT9uI8N5GUjyMf2qkYXV0di3xPRMKtS38HqFKMuz61cgqw3pzYxinmKk00XuZzHZZetkm0R6NS9+1F20YvWmA/iXcVumAIpHnOA1giJrscCuTIcH2jVhIIIppazmRxry/HZZfwz6rallPFaiXtbcG3ctPr/aqqnfQ5vHpeJzMdaz9/MA9zY1kv06/fPilF6CriMLY3NK42OSkaHEQrBwePGmuExsjjWO/WWpSBVvDY8gc6RWvYE2jVYjHADjXk/b7Ou9vBFPhTj01H6CnWedomCtB4A/P/AM1567kkk7k1t2eCb3jFtVXG6c0UUVtPOCiiigAooooAKKKKANfiu311hPdBQeZk0ixPaG85PjK+S7VTvYpn2J25DlXAtE8AflXLJaD70ju5i3bi7H1JqKa+m2eh+Vc10V3Ok477/hUq6rZDfEQQR+Brq1l7sAVgz5iaZZLjQoh4VBxgDUw5wTzrqBC7
YoPvuCdyOWrqKt5VmQVGt3GuaOICRxOx48Kq49E7w91JU8J4+lSYjAm2gJB8XA8p6UD2bycri9NwXBxB9JH9DFeiZRmQdQRwNecYy3pIEzKqfmJg027M5toOgnnt/UVGsrrBSEt2Vj1DDYirLmRSTA4mY3ptZeRXmyPQjkiQQ1X1Sd6rNa3mrdgVItEGwwI3pUcv7m5rCKfUSD5GtDoouWgyxTKTRRxRm8vyLDuzF1KliSO7MRPIDpUljIr2phbu7DgG41du4MqZFMsuKOYOx68KZNMHHGGIrOIxSkroYkdNxX252kuIYuIw+BrZfqsoNSsDPENSzE40A/tLcx0giu2Yiu9DN3e1FojxbeoNKsZntniFn0FarHZhh2BBTb0FZjNsysz4UXhAAA5U6dgdOT/AMTP4ntegkKhmreS2XxDB3ELyG+/rS3B5Wl27IXYmTvw51usvw4UAARXZyTVkI4uGGSjLAVHhAFJM1YCVQb06zTM9A0rufyrJ5xmAsWy7bseA6n6VFJylZCSkorJme0uIgi2OI3b1PAUiru9eLsWYySZNcV60I7sbHkzlvSuFFFFOIFFFFABRRRQAUUUUAb3LOyykBiCm3JQasvldlTuWI+VZm322vgR4Y6b/WrX+kC5EdxZPqG/+1Z5Qk3c2qpBcR3cyBXGqzKxzJrPZjhNRgrLDaRtw/OuX7bXjICqoPJdQH51SftAxmFUE895/OjclwH7anbOReLjISASKuZXhrT6u8cLHWd56Abk1Re5Jk9akvX1IgIq+YLT+JNaEYW1fBcwSWhdOpoQExEkx1q7l295rwM27cmGO+ke6COFZ+rX6xbRoEBSZIH2j5mgdTVrFy5h2uC5dKgFp0gc+ukcxFKgYO3EV3exBaJPAQOgHlUdBNvODa9l881eFj4h+NbrCPNeK4bEm2wZeIrR4Pt/et/YQ+ur61kqUW3g10qyS+49TAmp7IrzIe1G7/g2/m/1qRfardH7i383+t
/p58jStpp8z1dN6+15YntevD9xa+b/Wuj7YL3/D2vvP8AWufT1ORVbXS5npxWarXrEcNvSvOf9L17/AtfN/rXDe1u8f3Fr5v9a72FTkH1dLmb3EZlcGxJIpNic2cnnWVf2o3D+4t/N/rUD+0Zz+4t/N/rXXQqM6ttpoe4vGludK/0VnbYH1qi3b1j+4tf931roe0Fxws2x8X+td+nm9R3/UYWwajLMuFv151fvYnSIHvHhWIX2h3f8K382+tQv26uH92n/d9afsJWMUtpi3e5psfmK2EL3DJPzJ6CvP8AM8za++pvQAcAK+Zlmb3m1P8AADgPSqlXo0lTRkq1XMKKKKuRCiiigAooooAKKKKACiiigBhjcq0raZCXW4I4QVfYlCJPJ0IPMNUmOyJluFLc3IW2SwWBNy33oC7mfDPmdJ2rkZuArIFOllt+80lXtjRrUhRxUsI/zAyYFX7XahVuaxZMjuuNzeLVruY9zmIOwG88RtWNuutFfXl3W90YHLaY6K+Hyzpa/wCFdeonvZfcTdlI8AfePcYwrDqCa7wGXG6HgwVQsB/EVGplHQ6Fdv5Y51NjsV+xt2yVYrJ1KZ8DQ6IfNWe797yr5gc27o2igI0NqbcHUZ5SvhGkARv+NV3qjhda9fsq5VXTbSzw67/cnwGSLcS02sg3P0mRpGxsW1uCDO86uPLpUWWZG1y5bVwyJcIGrTPvAldiRx0mOoBImKsWc+RNAW0wVGxBANwHbEWxbidH2Qs+dSYPtMtsJ+yPgay3vwCbKOn8E+LvCdyY5bQBCT2izsvxpzftYzyltVpbq/GmMy7+VhQ2CZXVXGjVpIL7DS3Bp6efkaYXskRLy23uMk3AssgjQ3u3R4oZD5Hh1qtiMyVzZlNrSKhBMhwHZ+gidRHOjE5mDZFpVIUOXGptRWRGldhpHM9SB0qz7V24c9PP+C77aVuGt9PB8fIsPkgVEZi4m7ct3BpHgNsAk+94tienuNXC5baN
3e8eA6IfAOLozk+9wBUjz4+Vd4ntE7i6Co/aqk+TqIZx5tquz/7hqquPAw7WdJk3FuatQjwqyxp09GO80iVa2db92nHy08BIqvb7nm60tpx8tPC5Dh8C7glFLR0HQFj67An0BNTYnLWVdWhwoVCxcAQXnSR/lMGDTHJsYq2SC0Q7H31VkDW9BZVZDqJBYQpnwjhANVznu48GwsLZIYyDo3RtgIhwrR5Rzru/Vc2ksI66lZzajHC6/18FK5l9xQxKHwzPlDaCfTV4Z4TtXxcA5VWCnS2rSdoOgS/yG9W7mcBrAtlDrClQ4uMFKly/it8C25Ez8Cd6+W8XowxQlW1uGUT4kIBW4Y5al0jzEdKfeqWyuNvDnr4lN+rbKze3hz18fwQrlF0xFtjMxtzC649dO8cYrm3gTrRXBUPpIMT4XMBgJ3+dM7fabTdNwW/9ZcFy4NWxYK6nRt4Qe9uHeeI6b1MTmqu9ltBAtKixqksEJIM6djv0pVKs3Zx4evmJGdduzjZW9fMluZIFbEAl/2AMHR78XVtfxbbuDz2BqrjMtZS8I4VDB1iGHuzqHKNS/eHWrNzOgzYglWi+CI1jwTdW7/D4t0A5bE1Lje0feC6O72uHVDMGCmEUMvhBB8B3BEyAZApYuumrq/l3fyJB7Qmrq/lyj/6IsBkq3FtHWwN261oAICAVCEE+KSP2gnbaDxqsMmvGIts2ogDSJkksBEcjoaDz0npXX6zjDraUMCHdywfZtaopUqBwhBz5mr+C7TLbCDuvcaw2zxLWGZp3UkatW+5jlA2obrxu0r50xz+DsntEbuKvnTGl3nVcLeQsbKboBJtsABJ25aQ59YVgT0B3q3hMiLWw5FyTetW9KqCxW4juSu/vQg2IHvAzRgM7W1bZBbkkXhOqJF233e408Rx2ieY4EWV7TKLnedz4jfs32h9i9rXOkaPCraztJiuTlXyor9fJypLacqMfHHyKBgLhAIQweBj1Pw2Vj/Ka7
2AJvJaeU1sgmJMPGlgJEiCDx3FMMN2j0Kim3qVJHibxBWV1ZVcKGWderiQCuw3IquMzTvVuC2/gdGANzUSqciSu5JEzw5RT71V3W7+NPDiU367unHg7PHhx9jjEZLcBcqjtbUuNemARbMMefDnuY+BqFsrugMShAUajPITpk/zbeR240xHaBeHdnjij74/wB6ti2fsfZAnz8qlXPdb94wWFR1cO3jupckBSQBrI8O58XMkxsm/WSzHrz4+5PtNoSzFdaLXj7im5ld0KWKGFmTyEEA/AFlBPIkCuny4iyLsz49LDmsiUJ/5tNz7nnVuznoFpkKSXR1ZtUTquLc1RpO40xxiOQMk8pnIi6pQm3cUKF1KCmkgodWjxFYjgJBPWn3q3Lj5rrJTer/APXR92V5+PgS47IAguaGZ2V8OijTu3f22cbAneViPPjUeG7Pu6XDDa17vSoEhxcYrIM9RG3P0qZ+0almJtE6rmHeC+3/AKdCkSFB8QYmeXnXbdqBpC92dhbHvjhbvPeHBI31xtHD4VG+0JWty5d1/f2M99rUUrZ+3OOSvx539hGLJ1aY8UxB2MzEfOruKyZ1uFEBuDQLgZVO9tlDB45CD89q+3cxQ3GuBGDN3h98EB3YkH3OABiOZEyOFWbXaABFDIWdbV21q1AeC6DA06PslmPH7VXlKrhxXhjr/ZonOthxj4Y15+3iVrWR3daq9q7BfR4Vlp4kKDsTEkelQPll0J3htsEgHUQYhjpB9Cdp9OopunalQ4bujtdw9yNY/wB3tG0B7nOZ8qpvnK913YQ/6juZ1DliP0jVGnrtFJGde+Y8v54iRntN1ePL+ePAVUUUVrNwUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQB/9k=
Wanita solehah, cerminan Ainul Mardiah...
Sabda Rasulullah s.a.w:
"Harta yang paling berharga di dunia adalah wanita yang solehah." HR Muslim
Ramai manusia menisbahkan kemulian wanita pada kecantikan semata mata, ada juga yang menisbahkan kemuliaan mereka pada kekayaan, dan tidak kurang juga pada keturunan, tetapi ini semua adalah penilaian oleh insan yang buta mata hatinya... Kemuliaan semua makhluk Allah adalah terletak pada nur taqwa..
Wanita adalah makhluk Allah yang amat istimewa. Kemuliaan dan keruntuhan sesuatu bangsa terletak di tangan wanita, walaupun mereka diselubungi kelemahan, tapi teriakan mereka mampu merubah segalanya.
Oleh yang demikian, Allah telah menetapkan hukumnya ke atas mereka; walaupun berat di pandangan mata si jahil dan ingkar tetapi ia adalah kemanisan iman yang dicicip oleh wanita solehah.
Kerana itulah...
Sebagai anak, dia menjadi anak yang solehah...
Sebagai isteri, dia menjadi isteri yang menyenangkan dan menenangkan hati suaminya...
Sebagai ibu, dia akan mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang..dan pastinya sebagai hamba Allah, dia akan menjadi hamba yang tunduk dan menyerah diri hanya kepada-Nya...
Firman Allah dalam surah an-Nisa': 24
"Barangsiapa yang mengerjakan amalan yang soleh baik lelaki mahupun wanita sedang ia seorang yang beriman maka mereka itu masuk ke dalam syurga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun."
Dalam Islam wanita amat dihormati dan dihargai peranannya. Sebagaimana eratnya hubungan siang dan malam yang saling melengkapi, begitu juga lelaki dan wanita diciptakan untuk saling melengkapi.
Setiap lelaki dan wanita memiliki tugas-tugas dan kewajipan-kewajipan yang berlainan, sesuai dengan fitrah masing-masing. Namun, matlamat hidup setiap lelaki dan wanita adalah sama, iaitu mencari redha Allah, Mardhatillah.
Rasulullah s.a.w telah memerintahkan supaya kaum wanita diperlakukan menurut fitrah ia dijadikan sebagaimana dalam sabdanya yang bermaksud...
"Berlaku baiklah terhadap kaum wanita lantaran mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok adalah bahagian yang teratas, jika kamu cuba untuk meluruskannya kamu akan mematahkannya dan jika kamu membiarkannya ia akan tetap bengkok, maka berlaku baiklah terhadap kaum wanita kamu." Al-Bukhary dan Muslim
Nilai wanita bukan terletak pada pakaiannya yang menonjol, berhias diri untuk memperlihatkan kecantikannya, tetapi hakikatnya ialah pada kesopanan, rasa malu dan keterbatasan dalam pergaulan.
Wanita solehah itu adalah wanita yg tegar menjaga maruahnya,serta apa yang lahir dari dirinya, dari hujung rambut hingga hujung kaki, termasuklah wajahnya, suaranya, senyum tawanya, jalannya,tulisannya hatta namanya sekalipun, wajahnya bukan aurat,tapi ada kalanya ia menjadi aurat.
Dalam mazhab syafie ada khilafnya.. berdasarkan ayat dalam surah an-Nur, 30.
Allah melarang wanita beriman menunjukkan perhiasannya,kecuali apa yang telah zahir daripadanya.
Ulama Syafie berpendapat makna "apa yang zahir daripadanya" adalah muka dan tapak tangan, tetapi bagi wajah yang boleh mengundang fitnah, ia tetap menjadi aurat, wanita yang khuatir wajahnya boleh melalaikan lelaki yang memandangnya pasti akan menganggapnya sebagai aurat, lalu mengenakan purdah pada wajahnya, mungkin berat bagi wanita bergelar remaja untuk mengamalkannya, tapi cukuplah dengan tidak terlalu menonjolkan diri mereka di hadapan ajnabi atau tidak menjadikan wajah mereka sebagai paparan umum seperti friendster, facebook dan lain-lain.
Suaranya bukan aurat, tapi ada kalanya ia menjadi aurat. Wanita yang memahami erti kesolehan tidak akan melembutkan suaranya di hadapan ajnabi, kerna memahami perintah Allah s.w.t padanya dalam surah al-Ahzab ayat: 33."
Maka janganlah kamu melemah lembutkan suara dalam bebicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit hatinya".
Jadi, bertegaslah apabila berurusan dengan lelaki ajnabi, pergaulan yang betul telah Allah ajarkan melalui kisah dua orang puteri Nabi Syuib.
Bagaimana mereka ketika ingin memberi minum haiwan ternakan, mereka dapati ramai pengembala di sumur. Hajat mereka tidak kesampaian.
Nabi Musa a.s telah mengambil alih tugas mereka memberi minum kepada binatang ternak mereka, apabila selesai memberi minum haiwan ternakan tersebut, salah seorang daripada puteri tersebut mendatangi Nabi Musa a.s dengan keadaan malu untuk menyampaikan pesanan ayahnya menjemput Nabi Musa a.s ke rumahnya.(surah al-Qasas: 23-25)
Daripada peristiwa ini, Allah menggambarkan wanita solehah itu adalah wanita yang tidak memdedahkan dirinya pada pandangan umum. Apabila ia berurusan dgn lelaki ajnabi, maka ia akan tunduk dan melahirkan rasa malu.
Berurusanlah dengan ajnabi tanpa mendatangkan keadaan khalwat(berdua-duaan).
Khalwat paling mudah berlaku dalam hubungan cinta terlarang. Khalwat juga adalah bunga-bunga perzinaan.
Berbual-bual di telefon atau s.m.s antara lelaki dan wanita kerana dasar cinta terlarang juga dikira sebagai khalwat kerana ia berlaku secara berdua - duaan..fikirkanlah.
Saidina Umar r.a berkata, "Aku lebih rela berjalan di belakang seekor singa daripada berjalan di belakang seorang wanita".
Seorang wanita solehah tidak akan membiarkan lelaki berjalan di belakangnya, kerna ia faham seribu satu fitnah boleh timbul daripada keadaan tersebut.
Bagaimana pula keadaan wanita yang tidak melabuhkan jilbabnya apabila lelaki berjalan di belakangnya?. Maka, labuhkanlah tudung mu sehingga menutup juyub(tulung rusuk paling bawah) dan menutup punggung.
Ketahuilah bahwa pada pagi hari perintah berjilbab diwahyukan kepada Rasulullah saw,seorang sahabiyah yang masih tidak tahu tentang wahyu tersebut telah keluar dari rumahnya tanpa jilbab, seseorang telah menegurnya,"mengapa engkau tidak berjilbab, adakah engkau tidak tahu tentang perintah memakainya?".
Lalu wanita tersebut berhenti melangkah dan menyuruh seseorang mengambil jilbabnya, beliau berkata, "aku tidak mahu selangkah pun aku berjalan dalam keadaan melanggari perintah Allah swt".
Diriwayatkan juga ketika peristiwa Fathul makkah, Hindun datang berjumpa Rasulullah untuk memeluk Islam dalam keadaan berjilbab. Beliau telah siap menunaikan perintah Allah walaupun belum memeluk Islam.
Hari ini apa yang terjadi pada wanita Islam, bertahun-tahun belajar Islam tetapi masih tiada kekuatan untuk mengamalkannya...
Wanita solehah juga tidak berpergian(keluar rumah) melainkan urusan yangmustahak.Keluarnya wanita dari rumah hendaklah ditemani muhrimnya. Para sahabiyah r.a tidak keluar dari rumah mereka sehinggakan mereka tidak hafal jalan -jalan di kampung mereka. Apa yang mereka hafal hanyalah jalan-jalan menuju syurga Allah.
Oleh itu, mereka telah menghantar suami dan anak anak mereka ke syurga melalui jalan pintas, dengan berjihad dan syahid di jalan Allah...
Keluarnya wanita dari rumah menyebabkan terbinalah papan-papan iklan maksiat. Ini sangat menguntungkan musuh Islam. Wanita kita hari ini melariskan produk keluaran mereka dengan mendedahkan maruah mereka pada pandangan umum.
Aku bangga apabila ditanya pada seorang muslimah, "dimana tempat membeli belah paling besar di kota ini?". sedang ia menjawab, "saya tidak tahu". Seorang wanita solehah juga tidak bertabarruj(berhias diri)
firman Allah swt:
"Janganlah kamu berhias diri sepertimana berhias diri perempuan jahiliyah".(surah al-Ahzab_33)
ya,memang benar...Islam itu mudah, tapi kemuliaan Islam itu selalu mengiringi mereka yang tidak mengambil mudah terhadap Islam, dalam satu hadith dalam kitab hadith 40, Rasulullah s.a.w bersabda,
"Kebaikan itu adalah akhlak yang baik, dan dosa itu adalah apa yang bergetar di hati kamu, dan kamu takut perbuatan itu dilihat orang
Wanita solehah itu adalah wanita yang menjaga pandangannya, kerna ia adalah perintah dari Allah(an-Nur,30-31), ia tidak akan mengizinkan dirinya untuk memandang atau dipandang lelaki ajnabi pandangannya sentiasa tertunduk ke bumi,lantaran sifat malu kepada tuhannya untuk berbuat kemungkaran atau mencetuskan kemungkaran. Tundukkanlah pandanganmu, ibarat mencari sesuatu yang hilang. Ketahuilah, kelak di dalam kubur manusia yang tidak menjaga pandangannya akan diajar oleh syuja'ul aqro, sekali ia menghembuskan bisanya ke bumi, maka sehelai rumput pun tidak akan tumbuh, dan di hari kiamat, dia akan dibangkitkan dalam keadaan buta.
Wanita solehah itu adalah wanita yang selalu menjaga pendengarannya daripada sesuatu yang melalaikan,umpatan dan cacian, wanita yang menjaga pendengarannya di dunia, maka di syurga kelak dia akan dapat mendengar suara Nabi Daud a.s membaca kitab Zabur, di mana sungai pun akan berhenti mengalir kerna kemerduan suaranya.
Dia akan dapat mendengar Rasulullah saw membacakan surah Yasin dan Toha.
Dan di hari puncak segala kebahagiaan untuk penghuni syurga, iaitu di kala melihat wajah Allah swt, Allah swt akan membacakan untuknya surah arRahman... MasyaAllah...
Saudariku,
Bangkitlah dari lenamu yang panjang, dan tidak berkesudahan, sekali kamu terjatuh,jangan biarkan diri kamu jatuh selamanya, kamu punya kekuatan untuk bangkit semula, walaupun kita berdosa sebanyak buih yang memutih di lautan, yakinlah kasih sayang dan maghfirah Allah terlalu luas...
Saudariku...
hidup ini seperti mimpi, seorang pengemis bermimpi menjadi seorang raja, dipuji dan dipuja, segala kemuliaan dan kekayaan tunduk kepadanya, tapi bila dia sedar dari lenanya, dia masih seorang pengemis yang miskin dan tidak punya apa-apa, seorang raja yang bermimpi, menjadi seorang pengemis yang miskin dan hodoh, dia dihina dan dikeji di setiap persimpangan yg dilalui, tapi bila raja itu sedar dari lena, dia tetap seorang raja...
Saudariku...
itulah hakikat hidup di dunia, kalau susah,susah yang sementara, kalau senang, senang yang sementara, tapi hidup di akhirat, kalau susah sehari, ibarat seribu tahun di dunia, kalau senang di akhirat..senang untuk selamanya...
Saudariku...
matanglah dalam urusan akhiratmu, jgn kerna kesenangan dunia yg sementara, kau sanggup menempah sengsara di akhirat selamanya, jgn kerna kasih makhluk yg sementara, kau hilang kasih Allah di akhirat, jika kau hilang kasih Allah, kau hilang segalanya...
Saudariku...
Saidatina Aisyah r.a pernah berpesan,
"sebaik baik wanita adalah yang tidak memandang dan dipandang"
Jangan kau berasa bangga, kecantikanmu dikejar jutaan lelaki, itu bukan kemuliaan bagimu, tapi adalah satu penghinaan, jika kau berasa bangga, kau menyamakan dirimu dgn pepasir dipantai, yang boleh dipijak dan dimiliki sesiapa sahaja, di mana seorang pengemis pun mampu memilikinya, tapi jika kau menganggapnya sebagai satu musibah pada dirimu, Kau telah memuliakan dirimu setanding mutiara Zabarjad, yang hanya mampu dimiliki penghuni syurga sahaja...
Saudariku...
ingatlah pesan Rasulullah s.a.w, "barang siapa yang menyerupai sesuatu kaum,maka dia daripada kalangan mereka"
lihatlah penampilanmu,percakapanmu,ataupun akhlakmu, moga - moga ia mirip Asiah dan Maryam a.s, mirip isteri-isteri Rasulullah saw dan para sahabiyahnya r.a, kelak di hari kebangkitan,mereka akan menjadi jiranmu, tapi apa khabar nasibmu,jika penampilanmu, percakapanmu dan akhlakmu, seperti akhlak wanita-wanita jahiliyah...?
Saudariku...
jadilah wanita solehah, yang taat pada Allah dan Rasulnya, teguhlah menjalankan perintahnya dan meninggalkan larangannya,
jangan kau cuba menambah atau menguranginya walaupun langit dan bumi menghimpitmu, jagalah hati, pandangan, pendengaran dan percakapanmu, binalah hubungan baik dengan Tuhanmu, beristiqomahlah dalam kebaikan dan kesolehan, agar tarikan dan hembusan nafasmu, di dalam keredhaan tuhanmu, didiklah hatimu seperti hati Rasulullah s.a.w, walaupun dicaci,dilukai dan disakiti, tapi baginda tetap mendoakan kebaikan utk umatnya...
Saudariku...
ajarlah jiwamu untuk bersahabat dgn tuhan, ia tidak semudah pengucapan, kau akan didatangi pelbagai musibah dan ujian, di kala jasadmu bersama manusia, tapi ruhmu jauh terbang merindui tuhan, di kala manusia lalai dengan keduniaan, jiwamu menangis kerna takutkan tuhan, hiasilah setiap tarikan dan hembusan nafasmu,dengan zikir LailahaillaAllah, berjalanlah di atas jalan seorang solehah, da'ieah, abidah, alimah,murabiyah dan zahidah, jalan yg pernah dilalui oleh Maryam a.s, Masyitah a.s dan para sahabiyah r.a, di mana seorang yang buta pun, apabila melalui jalan ini, mereka akan bertemu syurga Allah...
Semoga kamu dimuliakan Allah seperti Saidaina Fatimah r.a..di kala penghulu wanita di syurga itu ingin melalui titian sirat, Allah akan memerintahkan setiap manusia supaya menundukkan pandangan,kerna beliau adalah wanita yang tegar menjaga maruahnya di dunia..betapa tingginya maruah seorang wanita solehah..semoga kamu ditaufiqi Allah untuk mendakapnya.ameeennn
Ibnu Aminah aljuhury...

Kita akan menghadapi 2 kematian dan 2 Kehidupan


http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSS2KtIo3CfMMnwSCd3damJJHcGV12CxbZ3N2kq1abW0AZebjxq
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Sangat bagus sekali jika kita merenungkan sebuah ayat dalam Al Qur'an tepatnya dalam surat Al Mu'min (disebut pula surat Ghofir). Ayat tersebut menyebutkan bahwa masing-masing kita akan menjalani kematian sebanyak dua kali dan kehidupan sebanyak dua kali. Apa yang dimaksud dengan hal tersebut? Simak tulisan berikut.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنَادَوْنَ لَمَقْتُ اللَّهِ أَكْبَرُ مِنْ مَقْتِكُمْ أَنْفُسَكُمْ إِذْ تُدْعَوْنَ إِلَى الْإِيمَانِ فَتَكْفُرُونَ, قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَى خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): "Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir". Mereka menjawab: "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?" (QS. Al Mu’min [40]: 11)
Apa yang dimaksud mati dua kali dan hidup dua kali dalam ayat di atas?
Perlu diketahui bahwa ayat ini serupa dengan ayat,
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?” (QS. Al Baqarah [2]: 28)
Penjelasan Ulama
Yang dimaksud dengan ayat ini ada beberapa pendapat di kalangan ulama. Penafsiran yang dianggap kuat oleh Ibnul Jauzi sebagai berikut:
Kematian pertama adalah ketika dalam bentuk nuthfah (air mani), ‘alaqoh (segumpal darah) dan mudgoh (sekerat daging). Selanjutnya adalah dihidupkan dalam rahim. Lalu dimatikan lagi setelah hidup di dunia. Lalu akan dihidupkan lagi ketika dibangkitkan pada hari kiamat.
Penafsiran semacam ini dipilih oleh Ibnu ‘Abbas, Qotadah, Muqotil, Al Faro’, Tsa’lab, Az Zujaj, Ibnu Qutaibah, dan Ibnul ‘Ambari. (Lihat Zaadul Masiir, 1/39, Mawqi’ At Tafasir)
Asy Syaukani memberikan penjelasan sedikit berbeda. Beliau rahimahullah mengatakan,
Yang dimaksud dulu kalian dalam keadaan mati adalah waktu sebelum dicipta (belum ada). Karena boleh saja kita mengatakan mati pada sesuatu yang belum ada karena sama-sama tidak memiliki indera.
Kemudian yang dimaksud kalian lalu dihidupkan adalah ketika diciptakan menjadi makhluk.
Selanjutnya yang dimaksud kalian dimatikan kedua kalinya adalah ketika ajal kalian itu datang (dan dimasukkan dalam kubur).
Lalu yang dimaksudkan  kalian dihidupkan kedua kalianya adalah ketika hari kiamat saat dibangkitkan.
Yang menafsirkan seperti ini adalah mayoritas sahabat dan ulama setelahnya. Ibnu ‘Athiyah mengatakan bahwa penjelasan ini adalah penafsiran yang dimaksudkan dalam ayat. (Fathul Qodir, 1/62, Mawqi’ Al Islam)
Adh Dhohak menyebutkan perkataan Ibnu ‘Abbas mengenai surat Al Mu’min ayat 11, Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Dulu kalian berasal dari tanah sebelum diciptakan. Inilah kematian pertama. Lalu kalian dihidupkan dan diciptakan. Inilah kehidupan pertama. Kemudian kalian dimatikan kembali dan masuk ke alam kubur. Inilah kematian kedua. Kemudian nanti kalian akan dibangkitkan pada hari kiamat. Inilah kehidupan kedua. Itulah dua kematian dan dua kehidupan.” Hal ini sama maknanya dengan surat Al Baqarah ayat 28.
Penafsiran semacam ini diriwayatkan dari As Sudi dengan sanadnya, dari Abu Malik, dari Abu Sholih, dari Ibnu ‘Abbas; juga diriwayatkan dari Murroh, dari Ibnu Mas’ud dan dari beberapa sahabat. Begitu pula diriwayatkan dari Abul ‘Aliyah, Al Hasan Al Bashri, Mujahid, Qotadah, Abu Sholihk, Adh Dhohak, ‘Atho’ Al Khurasani semacam ini pula. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 1/331-332, Muassasah Al Qurthubah)
Renungan
Penjelasan ini menunjukkan bahwa kita akan mengalami kematian kedua yang entah kapan datangnya dan di mana datangnya. Kita pun dengan yakin akan menghadapi kehidupan kedua saat dibangkitkan. Sedangkan kematian pertama sudah kita lalui. Adapun kehidupan pertama sedang kita jalani saat ini.
Sungguh ayat-ayat berikut bisa sebagai renungan berharga. Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".” (QS. Al Jumu’ah [62] : 8)
Kematian akan tetap menghampiri seseorang, walaupun dia berusaha bersembunyi di dalam benteng yang kokoh. Allah Ta’ala berfirman,
أَيْنَمَا تَكُونُواْ يُدْرِككُّمُ الموت وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’ [4] : 78)
Jadi, kematian (maut) adalah benar adanya.
وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ
Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” (QS. Qaaf [50] : 19)
Manfaatkanlah umur yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya, janganlah sia-siakan. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam,
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
Ambillah lima perkara sebelum lima perkara: [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, [2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, [4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir)
Al Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan,
كَفَى بِالمَوْتِ وَاعِظًا
Cukuplah kematian sebagai peringatan (berharga).” (Diriwayatakan oleh Al Baihaqi dalam Az Zuhd)
Dengan ingat akan mati, seseorang akan bersegera beramal dan tidak panjang angan-angan. Semoga risalah singkat ini bisa sebagai pengingat yang berharga.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Panggang-GK, sore hari, 4 Jumadil Awwal 1431 H

Petua Ulamak Dalam Mengurus Masa


http://rumaysho.com/images/stories/time_2.jpg
Inilah nasehat berharga dari para ulama kita. Sungguh di zaman ini, kita akan melihat banyak orang yang menyia-nyiakan waktu dan umurnya dengan sia-sia. Kebanyakan kita saat ini hanya mengisi waktu dengan maksiat, lalai dari ketaatan dan ibadah, dan gemar melakukan hal yang sia-sia yang membuat lalai dari mengingat Allah. Padahal kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang sangat singkat, tetapi kebanyakan kita lalai memanfaatkan waktu yang telah Allah berikan. Pada tulisan kali ini, kami akan menyajikan perkataan-perkataan ulama terdahulu mengenai pentingnya menjaga waktu. Semoga dengan merenungkan nasehat para ulama berikut, kita dapat menjadi lebih baik dan tidak menjadi orang yang menyia-nyiakan waktu.
Ketahuilah bahwa Engkau Seperti Hari-harimu
Hasan Al Bashri mengatakan,
ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك
Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”[1]
Waktu Pasti akan Berlalu, Beramallah
Ja’far bin Sulaiman berkata bahwa dia mendengar Robi’ah menasehati Sufyan Ats Tsauri,
إنما أنت أيام معدودة، فإذا ذهب يوم ذهب بعضك، ويوشك إذا ذهب البعض أن يذهب الكل وأنت تعلم، فاعمل.
Sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dirimu juga akanhilang. Bahkan hampir-hampir sebagian harimu berlalu, lalu hilanglah seluruh dirimu (baca: mati) sedangkan engkau mengetahuinya. Oleh karena itu, beramallah.”[2]
Waktu Bagaikan Pedang
Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan,
صحبت الصوفية فلم أستفد منهم سوى حرفين أحدهما قولهم الوقت سيف فإن لم تقطعه قطعك
“Aku pernah bersama dengan orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”
Jika Tidak Tersibukkan dengan Kebaikan, Pasti akan Terjatuh pada Perkara yang Sia-sia
Lanjutan dari perkataan Imam Asy Syafi’i di atas, “Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain:
ونفسك إن أشغلتها بالحق وإلا اشتغلتك بالباطل
Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”[3]
Waktu Berlalu Begitu Cepatnya
Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi, penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung).
Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak.”
Kematian Lebih Layak Bagi Orang yang Menyia-nyiakan Waktu
Lalu Ibnul Qoyyim mengatakan perkataan selanjutnya yang sangat menyentuh qolbu, “Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan (baca: kesia-siaan), maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.”[4]
Janganlah Sia-siakan Waktumu Selain untuk Mengingat Allah
Dari Abdullah bin Abdil Malik, beliau berkata, “Kami suatu saat berjalan bersama ayah kami di atas tandunya. Lalu dia berkata pada kami, ‘Bertasbihlah sampai di pohon itu.’ Lalu kami pun bertasbih sampai di pohon yang dia tunjuk. Kemudian nampak lagi pohon lain, lalu dia berkata pada kami, ‘Bertakbirlah sampai di pohon itu.’  Lalu kami pun bertakbir. Inilah yang biasa diajarkan oleh ayah kami.”[5]
Ya Allah, mudahkanlah kami selaku hamba-Mu untuk memanfaatkan waktu ini dalam ketaatan dan dijauhkan dari kelalaian. Amin Yaa Mujibas Saailin.
Semoga apa yang kami sajikan ini bermanfaat bagi hati yang ingin terus disirami.
Diselesaikan di Pangukan, Sleman, 6 Muharram 1430 H (di pagi hari yang penuh berkah)
***
Al Faqir Ilallah: Muhammad Abduh Tuasikal
[1] Hilyatul Awliya’, 2/148, Darul Kutub Al ‘Arobi
[2] Shifatush Shofwah, 1/405, Asy Syamilah
[3] Al Jawabul Kafi, 109, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah
[4] Al Jawabul Kafi, 109
[5] Az Zuhud li Ahmad bin Hambal, 3/321, Asy Syamilah

Manusia Tidak Pernah Puas Dengan Harta


http://rumaysho.com/plugins/content/fboxbot/thumbs/money-1_191x150_cbf758b209b2331c6d55f76abba493ce.jpg
Inilah sifat manusia, tidak pernah merasa puas dengan harta. Buktinya adalah hadits-hadits berikut:
Pertama:
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
« تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ وَالْخَمِيصَةِ ، إِنْ أُعْطِىَ رَضِىَ ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ »
Celakalah hamba dinar, hamba dirham, hamba pakaian dan hamba mode. Jika diberi, ia ridho. Namun jika tidak diberi, ia pun tidak ridho”. (HR. Bukhari no. 6435)
Kedua:
Dari Ibnu 'Abbas, ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا ، وَلاَ يَمْلأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
Seandainya manusia diberi dua lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan lembah yang ketiga. Yang bisa memenuhi dalam perut manusia hanyalah tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6436)
Ketiga:
Dari Ibnu 'Abbas, ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ مِثْلَ وَادٍ مَالاً لأَحَبَّ أَنَّ لَهُ إِلَيْهِ مِثْلَهُ ، وَلاَ يَمْلأُ عَيْنَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
Seandainya manusia memiliki lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan harta yang banyak semisal itu pula. Mata manusia barulah penuh jika diisi dengan tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6437)
Keempat:
Ibnu Az Zubair pernah berkhutbah di Makkah, lalu ia mengatakan,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَقُولُ « لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ أُعْطِىَ وَادِيًا مَلأً مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا ، وَلَوْ أُعْطِىَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَالِثًا ، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ »
Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya manusia diberi lembah penuh dengan emas, maka ia masih menginginkan lembah yang kedua semisal itu. Jika diberi lembah kedua, ia pun masih menginginkan lembah ketiga. Perut manusia tidaklah akan penuh melainkan dengan tanah. Allah tentu menerima taubat bagi siapa saja yang bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6438)
Dari Anas, dari Ubay, beliau mengatakan, “Kami kira perkataan di atas adalah bagian dari Al Qur'an, hingga Allah pun menurunkan ayat,
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
Bermegah-megahan dengan harta telah mencelakakan kalian.” (QS. At Takatsur: 1). (HR. Bukhari no. 6440)
Bukhari membawakan hadits di atas dalam Bab “Menjaga diri dari fitnah (cobaan) harta.”
Beberapa faedah dari hadits-hadits di atas: 
Pertama: Manusia begitu tamak dalam memperbanyak harta. Manusia tidak pernah merasa puas dan merasa cukup dengan apa yang ada.
Kedua: Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, “Perut manusia tidaklah akan penuh melainkan dengan tanah”, maksudnya: Tatkala manusia mati, perutnya ketika dalam kubur akan dipenuhi dengan tanah. Perutnya akan merasa cukup dengan tanah tersebut hingga ia pun kelak akan menjadi serbuk. (Syarh Ibnu Batthol)
Ketiga: Hadits ini adalah celaan bagi orang yang terlalu tamak dengan dunia dan tujuannya hanya ingin memperbanyak harta. Oleh karenanya, para ulama begitu qona'ah dan selalu merasa cukup dengan harta yang mereka peroleh. (Syarh Ibnu Batthol)
Keempat: Hadits ini adalah anjuran untuk zuhud pada dunia. Yang namanya zuhud pada dunia adalah meninggalkan segala sesuatu yang melalaikan dari Allah. (Keterangan Ibnu Rajab dalam Jaami'ul Ulum wal Hikam)
Kelima: Manusia akan diberi cobaan melalui harta. Ada yang bersyukur dengan yang diberi. Ada pula yang tidak pernah merasa puas.
Raihlah Kekayaan Hakiki
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051). Bukhari membawakan hadits ini dalam Bab “Kekayaan (yang hakiki) adalah kekayaan hati (hati yang selalu merasa cukup).”
Ya Allah, Berikanlah Kepada Kami Kecukupan
Oleh karena itu, banyak berdo’alah pada Allah agar selalu diberi kecukupan. Do’a yang selalu dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah do’a:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina” (Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina) (HR. Muslim no. 2721)
An Nawawi –rahimahullah- mengatakan, “”Afaf dan ‘iffah bermakna menjauhkan dan menahan diri dari hal yang tidak diperbolehkan. Sedangkan al ghina adalah hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada apa yang ada di sisi manusia.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, 17/41, Dar Ihya' At Turots Al 'Arobi). Berarti dalam do'a ini kita meminta pada Allah [1] petunjuk (hidayah), [2] ketakwaan, [3] sifat menjauhkan diri dari yang haram, dan [4] kecukupan.
Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba yang selalu memiliki sifat ghina yang selalu merasa cukup dengan nikmat harta yang Allah berikan.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.com 
Diselesaikan di Sleman21 Muharram 1431 H

Semangat Para Ulamak Dalam Beribadat

http://2.bp.blogspot.com/-Qxr8YyPApy0/Taq6NzZiwcI/AAAAAAAAAPo/WLaZWO5OB1Q/s320/148388_456682331093_105750071093_5839138_6136904_n.jpg
Jika kita melihat contoh orang-orang terdahulu, contoh para ulama salaf, barangkali kita akan tercengang. Bagaimana tidak? Sungguh menakjubkan amal yang mereka lakukan. Semangat mereka amat luar biasa. Kontinuitas mereka dalam beramal selalu terjaga. Di antara buktinya adalah kisah-kisah berikut ini.
  • Waki’ bin Al Jarroh rahimahullah berkata, “Al A’masy selama kurang lebih 70 tahun tidak pernah luput dari takbiratul ihrom.”
Masya Allah, lalu di manakah kita? Tatkala mendengar adzan saja tidak dipedulikan. Apalagi seringnya telat dan bahkan sering menempati shaf terbelakang.
  • Al Qodhi Taqiyuddin Sulaiman bin Hamzah Al Maqdisi rahimahullah berkata, “Aku tidaklah pernah shalat fardhu sendirian kecuali dua kali. Dan ketika aku shalat sendirian, aku merasa seakan-akan aku tidak shalat.”
Lihatlah penyesalan Sulaiman bin Hamzah di atas. Ia teramat sedih luput dari shalat jama’ah. Berbeda dengan kita yang tidak sesedih itu. Hati terasa tenang-tenang saja (tidak ada rasa menyesal) ketika shalat di rumah. Kalau kita teringat akan pahala shalat jama’ah yang 27 derajat lebih mulia dari shalat sendirian, tentu kita tidak akan meninggalkannya.
  • Muhammad bin Sama’ah rahimahullah berkata, “Selama 40 tahun aku tidak pernah luput dari takbiratul ihram (bersama imam) walaupun sehari saja kecuali ketika ibuku meninggal dunia.”
Lihatlah Muhammad bin Sama’ah karena ada udzur saja beliau tinggalkan shalat jama’ah. Tidak seperti kita yang selalu kemukakan beribu alasan, sibuklah, ada tugaslah, dan alasan lainnya yang sebenarnya bukanlah udzur yang dibenarkan.
  • Dalam biografi Sa’id bin Al Musayyib rahimahullah di kitab Tahdzib At Tahdzib disebutkan, “Selama 40 tahun tidaklah dikumandangkan adzan melainkan Sa’id telah berada di masjid.”
Lihatlah semangat yang luar biasa, berusaha tepat waktu ketika shalat, berusaha ontime sebelum adzan. Tidak seperti kita yang masih asyik-asyikkan di depan TV, yang masih asyik-asyikan bercanda dengan teman, yang lebih senang bersama dengan istri dan anak-anak. Wallahul musta’an.
  • Asy Sya’bi rahimahullah berkata, “Tidaklah adzan dikumandangkan semenjak aku masuk Islam melainkan aku telah berwudhu saat itu.”
Lihatlah bagaimana semangat Asy Sya’bi yang selalu berusaha pula shalat on time, bahkan sudah berwudhu sebelum waktu adzan.
Ulama belakangan pun ada yang punya kisah demikian. Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Bazrahimahullah terkenal dengan semangat beliau dalam ibadah di samping beliau sudah ma’ruf dengan perbendaharaan ilmu diin yang amat luas. Beliau adalah orang yang rutin menjaga shalat sunnah rawatib, rajin menjaga dzikir-dzikir khusus dan rutin pula menjaga shalat malam (tahajjud).
  • Anak Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz yang bernama Ahmad berkata, “Aku sudah lama mengetahui kalau ayahku selalu bangun tidur satu jam sebelum shalat shubuh dan ketika itu beliau shalat (tahajjud) sebanyak 11 raka’at (sudah termasuk witir, pen).”
Dari sini maka sudah sepantasnya orang yang telah mengetahui suatu amalan agar semangat untuk mengamalkannya. Menuntut ilmu agama bukanlah sekedar tambah wawasan dan memperluas cakrawala. Hendaklah orang yang sudah mendalami ilmu agama berusaha lebih giat lagi dalam ibadah karena mereka adalah qudwah (contoh) bagi yang lain. Jika orang yang menuntut ilmu agama telah semangat dalam kebaikan seperti ini, maka yang lain pun akan ikut termotivasi. Namun jika mereka-mereka saja malas, maka yang lain pun bisa terpengaruh kebiasaan buruk tersebut. Jadilah qudwah, jadilah teladan, barengkanlah ilmu dan amal. Tetap perdalam dan rajin menuntut ilmu diin disertai semangat mengamalkan ilmu tersebut. Ingat pula bahwa sebaik-baik amalan adalah yang kontinu walaupun sedikit.
Wallahu waliyyut taufiq.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.
Reference:
Al Imam Ibnu Baz, Dr. ‘Abdul ‘Aziz As Sadhaan, hal. 76-77, terbitan Maktabah Al Malik Fahd, cetakan kedua, 1428 H
Soeta Airport-Jakarta, on Journey to Jogja, 11 Jumadal Ula 1432 H (14/04/2011)