"Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui." (Al-Baqarah: 169).
“Wahai orang beriman, jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidik (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menyebabkan kamu menyesali perkara yang kamu lakukan.” (Surah al-Hujurat, ayat 6)
Di kemaskini post pada 04/02/2021 Pada jam 23:40pm Kuala Lumpur

Thursday, May 12, 2011

7 Golongan yang Allah SWT amat Cintai

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS5_nDJG97R_MByTffhDkZtosO603595W-6cr7tuFf1IJZk8seXdW1JDpbadQ
الذين يحبهم الله سبحانه :     هناك صفات معينة للاشخاص الذي يحبهم الله سبحانه وتعالى ويجلهم ، وقد عددها القرآن الكريم ، نذكرها اتماما للفائدة ومعرفة لتلك الصفات من اجل ان نتحلى بها ونتقمصها في شخصياتنا. فما عسى ان تكون هذه الصفات ؟ قال تعالى :
( ان الله يحب المحسنين ) ).
1- Surah Al-Baqarah , ayat : 195.
" Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, Karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik".
(ان الله يحب التوابين ويحب المتطهرين ).
2-Surah Al-Baqarah, ayat : 222.
" Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka Telah suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri ".
فان الله يحب المتقين ) ).
3- Surah Ali Imran, ayat : 76.
" (bukan demikian), Sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya[207] dan bertakwa, Maka Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa".
( والله يحب الصابرين )
4-Surah Ali Imran, ayat: 146.
" Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah Karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar ".
ان الله يحب المتوكلين ) ).
5-Surah Ali Imran , ayat : 159.
" Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya ".
ان الله يحب المقسطين ) ). 6-Surah Al-Maaidah, ayat : 42.
" Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram[418]. jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), Maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka Maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. dan jika kamu memutuskan perkara mereka, Maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil ".
ان الله يحب الذين يقاتلون في سبيله صفاً كأنهم بنيان مرصوص ) ). 7-Surah As-Shaf, ayat : 4.
" Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh " .

10 Perkara mencapai Cinta Allah SWT

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3cgvI5cWchywbUqljkq8YlEqqDFnbbFKM8jyQlG0pP9tXLIOz2KeD_s8CNTlexBhr-NE1UyxACIy0dkJ2LAj5tYcdEk6CqY1ZnUlstOnEWF2CZ6qjCOiUz-oR-0nMkvy04B2_xpaZ3Z4/s200/cinta-allah.jpg
Setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin.
Pertama, membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an, pen]
Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib.  Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.
Ketiga, terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya.
Keempat, lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.
Kelima, merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah,  fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).
Keenam, memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.
Ketujuh, -inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya. 
Kedelapan, menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.
Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian  dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.
Kesepuluh, menjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.
Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya. Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati. 
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Sumber: Madaarijus Saalikin, 3/ 16-17, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Darul Hadits Al Qohiroh
***
Selesai disusun selepas shalat shubuh, 6 Jumadits Tsani 1430 H, di rumah mertua tercinta, Panggang-Gunung Kidul
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Wednesday, May 11, 2011

Nama-Nama Cinta


Nama-Nama Cinta ; 3 pengertian besar yang memaknai cinta..iaitu: pertama SINGA dan PEDANG ,kedua Bencana Besar,Ketiga Khamr yang memabukkan,ketiga makna disini menyatu di dalam kata "cinta"

Diketemukan enam puluh nama untuk mengungkap "cinta",antara lain:


Mahabbah = Kasih
Alaqah = Hasrat cinta
Hawa = Hasrat cinta(kecenderungan atau hawa nafsu)
Shabwah = sayang
Shababah = Rindu dendam
Syaghaf = Cinta birahi
Miqah = Cinta
Wajad = Cinta nestapa
Kalaf = suka
Tatayyum = fikiran kacau(kerana cinta)
Isyq = mabuk cinta
Jawa = cinta
Danaf = sakit kerana cinta

Syaju = cemas kerana cinta
Syauq = ingin sekali bertemu(rindu)
Khilabah = godaan
Balabil = gelisah
Tabarih = Derita kerana rindu
Sadam = merana
Ghammarat = kepedihan hati
Wahal = ketakutan
Syajan = perasaan pilu atau perasaan memerlukan(butuh)
La'ij = asmara membara

Ikti'ab = nestapa
Washab=sakit yang terus menerus
Huzn=sedih
Kamad=duka nestapa
Ladza'=membara
Huraq=gelora
Suhud=resah(tidak mampu tidur)
Araq=Berjaga sepanjang malam/berjaga tidak tidur sampai larut malam(tidak dapat tidur)
Lahaf=sedih dan kecewa
Hanin=perasaan rindu
Istikanah=takluk
Tabalah=mabuk kepayang
Lau'ah=gelora cinta

 
Futun=godaan atau bencana
Junun=gila
Lamam=bingung terlalu memikirkan sesuatu
Khabal=kerosakan atau maniak(orang yang tergilakan sesuatu) / tergila-gila
Rasis=gejala cinta
Da' Mukhamir=racun yang mencemari
Wud=kasih sayang
Khullah=persahabatan(pertemanan)
Khilm=sahabat akrab
Gharam=kasih abadi
Huyam=dimabuk cinta
Tadliyah=kebingungan
Walah=merana kerana cinta
Ta'abbud=penghambaan


10 Kediaman syaitan di lubuk hati kita

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSONQUXgmdRzsvMaZixeTa1lo-4Zcs5TzB65xAz9UBd0bY6JQ1Jkg
Imam Ghazali r.a telah menggariskan kpd kita sepuluh perkara yg menyebabkan syaitan bermaharajalela di lubuk hati kita....
1. Marah dan Syahwat
2. Hasad Dengki dan Tamakkan Dunia
3. Kekenyangan Akibat Makan Terlalu Banyak
4. Terlalu Menghias Diri
5. Keinginan Mengampu
6. Harta dan Wang Ringgit
7. Lokek dan Takut Miskin
8. Terlalu Fanatik,Taasub dan Berdendam
9. Terlalu Memikirkan Tentang Zat dan Sifat Allah SWT Tanpa Ilmu Pengetahuan dan Diluar Batas Akal Fikiran Manusia
10. Sangka Buruk Sesama Kaum Muslimin
Rujukan :

Kelebihan Rasulullah SAW-2

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRLTMpmV0qoRt0PYPtCDhgBi9778OAWY_gyN4xHE5tf8KQmWXbQxQ
Bab Keharuman Keringat Nabi s.a.w Dan Mencari Keberkatan Dengannya
Hadis   Anas r.a:
Sesungguhnya Nabi s.a.w pernah datang ke rumah Ummu Sulaim dan ingin berehat iaitu tidur siang di rumahnya. Ummu Sulaim lalu meletakkan hamparan dari kulit sebagai alas tidur Nabi. Manakala di saat tidur itulah baginda mengeluarkan banyak keringat. Ummu Sulaim lalu mengumpulkan keringat tersebut kemudian mencampurnya dengan minyak wangi dan memasukkannya ke dalam botol-botol kecil. Kemudian Nabi s.a.w bertanya kepada Ummu Sulaim: Apa ini? Beliau menjawab: Keringat kamu. Aku mencampurnya dengan minyak wangiku
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4302
Bab Keringat Nabi s.a.w Di Musim Dingin Dan Ketika Menerima Wahyu
Hadis   Aisyah r.a katanya:
Sesungguhnya Rasulullah s.a.w pernah menerima wahyu pada waktu pagi di musim dingin kemudian didapati dahinya berkeringat
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4303
Bab Nabi s.a.w Mengurai Dan Menyikat Rambutnya Menjadi Dua Belahan
Hadis   Ibnu Abbas r.a katanya:
Kebiasaan Ahli Kitab ialah mengurai rambutnya. Kebiasaan orang-orang musyrik ialah menyikat rambutnya menjadi dua belahan. Rasulullah s.a.w suka menyesuaikan dengan Ahli Kitab pada perkara yang tidak diperintahkan. Rasulullah s.a.w mengurai rambutnya, kemudian barulah baginda menyikatnya menjadi dua belahan
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4307
Bab Sifat Nabi s.a.w Dan Baginda Adalah Seorang Yang Paling Tampan
Hadis   Al-Bara' r.a katanya:
Rasulullah s.a.w adalah seorang lelaki yang berbadan segak, berbahu lebar dan berambut panjang sehingga terjuntai ke cuping telinga. Baginda memakai pakaian yang berwarna merah. Aku tidak pernah melihat sesuatu yang indah, seindah Nabi s.a.w
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4308
Bab Sifat Rambut Nabi s.a.w
Hadis   Anas bin Malik r.a:
Diriwayatkan daripada Qatadah r.a katanya: Aku pernah bertanya kepada Anas bin Malik, bagaimanakah keadaan rambut Rasulullah s.a.w. Anas bin Malik menjawab: Rambutnya ikal, tidak keriting dan tidak lurus, kemudian terurai sehingga sampai ke bahu baginda
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4311
Bab Uban Nabi s.a.w
Hadis   Anas bin Malik r.a:
Diriwayatkan daripada Ibnu Sirin r.a katanya: Anas bin Malik pernah ditanya: Apakah Rasulullah s.a.w mewarnakan rambut iaitu ubannya? Anas bin Malik menjawab: Sesungguhnya beliau belum pernah melihat uban melainkan sedikit
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4317
Hadis   Abu Juhaifah r.a:
Aku pernah melihat rambut Rasulullah s.a.w yang di sini, berwarna putih. Zuhair memberi isyarat sambil meletakkan sebahagian jari-jarinya di bawah bibir. Salah seorang bertanya kepada Zuhair: Berapakah umur kamu pada waktu itu? Zuhair menjawab: Aku pada waktu itu sudah pandai membuat anak panah dan melekatkan bulu pada panah tersebut
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4323
Bab Adanya Tanda Kenabian dan Sifatnya Yang Terletak Di Salah Satu Bahagian Pada Badan Nabi s.a.w
Hadis   As-Saib bin Yazid r.a katanya:
Emak saudaraku pernah menemui Rasulullah s.a.w bersama-samaku. Emak saudaraku berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya anak saudaraku ini diserang sakit perut. Maka aku melihat baginda mengusap kepalaku dan mendoakan aku supaya mendapat berkat. Selepas itu baginda berwuduk lalu minum air lebihan wuduk baginda kemudian aku berdiri di belakang baginda. Aku melihat ada tanda pada tengah-tengah bahu baginda dengan terang seperti lubang pada sarang merpati
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4328
Bab Sifat Nabi s.a.w Ketika Baginda Diangkat Sebagai Utusan Dan Usia BagindaHadis   Anas bin Malik r.a katanya:
Bentuk tubuh Rasulullah s.a.w tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Baginda tidak terlalu putih dan tidak terlalu hitam. Rambut baginda tidak terlalu Kerinting dan tidak terlalu lurus. Baginda diutuskan oleh Allah ketika berusia empat puluh tahun. Baginda tinggal di Mekah selama sepuluh tahun dan di Madinah selama sepuluh tahun. Baginda wafat ketika berusia awal enam puluhan. Sementara itu di kepala dan janggut baginda tidak terdapat lebih dari dua puluh helai rambut yang berwarna putih
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4330
Bab Usia Nabi s.a.w Ketika Baginda Wafat
Hadis   Aisyah r.a:
Sesungguhnya Rasulullah s.a.w wafat pada usia enam puluh tiga tahun
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4332
Bab Tempoh Nabi s.a.w Tinggal Di Mekah Dan Madinah
Hadis   Ibnu Abbas r.a katanya:
Sesungguhnya Rasulullah s.a.w tinggal di Mekah selama tiga belas tahun. Baginda wafat pada usia enam puluh tiga tahun
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4333
Bab Nama nama Nabi s.a.w
Hadis   Jubair bin Mut'im r.a:
Sesungguhnya Nabi s.a.w bersabda: Aku adalah Muhammad. Aku adalah Ahmad. Aku adalah Al-Maahi yang mana disebabkan aku kekufuran dihancurkan. Aku adalah Al-Haasyir di mana ramai orang dikumpulkan selepasku. Aku adalah Al-Aaqib dan Al-Aaqib adalah penutup para Nabi
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4342
Bab Pengetahuan dan Ketakwaan Nabi s.a.w Kepada Allah Taala
Hadis   Aisyah r.a katanya:
Rasulullah s.a.w pernah membuat sesuatu pekerjaan namun baginda kemudiannya memberikan keringanan. Ketika perkara itu didengar oleh sebahagian daripada sahabat-sahabat baginda, mereka seolah-olah tidak suka dengan tindakan baginda itu dan mengatakan ianya tidak berdosa. Reaksi mereka itu sampai kepada baginda. Baginda seterusnya berdiri dan berpidato: Apa dipedulikan orang-orang itu? Mereka mendengar berita tentang diriku yang memberikan kemurahan terhadap sesuatu. Mereka tidak menyukainya dan mengatakan ianya tidak berdosa. Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling tahu dan paling bertakwa kepada Allah daripada mereka
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4345
Bab Wajib Mengikuti Jejak Nabi s.a.w
Hadis   Abdullah bin Az-Zubair r.a:
Sesungguhnya seorang lelaki Ansar berkelahi dengan Az-Zubair di samping Rasulullah s.a.w berkenaan saluran air di Harrah. Lelaki Ansar tersebut berkata: Alirkan air itu sehingga mengalir. Az-Zubair menolak permintaan mereka, lalu mereka berkelahi di samping Rasulullah s.a.w. Kemudian Rasulullah s.a.w bersabda kepada Az-Zubair: Berilah aliran air, wahai Az-Zubair! Kemudian biarkan air itu mengalir pada jiran tetanggamu. Lelaki Ansar tadi marah seraya berkata: Wahai Rasulullah! Apakah kerana Zubair adalah anak saudara engkau? Nabi s.a.w dengan marah bersabda: Wahai Az-Zubair! Berilah kepadanya air, kemudian tahanlah air tersebut sehingga ianya mengalir ke kebun itu. Setelah selesai kejadian itu, Az-Zubair berkata: Demi Allah, sesungguhnya aku yakin bahawa ayat ini turun membicarakan tentang perkelahian tadi. فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا Yang bermaksud: Maka demi Tuhan, mereka pada hakikatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa di dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap keputusan yang kamu berikan
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4347
Bab Kewibawaan Nabi s.a.w Dan Baginda Tidak Bertanya Tentang Perkara Perkara Yang Tidak Perlu Atau Perkara Perkara Yang Tidak Ada Kaitannya Dengan Syarak Atau Perkara Perkara Yang Tidak Realiti Dan Sebagainya
Hadis   Saad bin Abu Waqqas r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya sebesar-besar dosa orang Islam terhadap orang Islam lain ialah orang yang bertanya tentang sesuatu yang tidak diharamkan kepada orang-orang Islam, kemudian diharamkan ke atas mereka disebabkan pertanyaannya
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4349
Hadis   Anas bin Malik r.a katanya:
Satu berita tentang para sahabat sampai kepada Rasulullah s.a.w. Maka baginda bersabda: Telah diperlihatkan kepadaku Syurga dan Neraka. Aku belum pernah melihat sesuatu yang paling baik dan paling buruk seperti yang aku lihat pada hari ini. Jika kamu mengetahui perkara-perkara yang dapat aku ketahui, nescaya kamu akan sedikit ketawa dan banyak menangis. Anas berkata lagi: Cuaca hari ini sangat panas. Kepanasannya menyengat para sahabat Rasulullah s.a.w sehingga mereka terpaksa menutup kepala. Jadi, semasa mereka berteriak tangis yang memilukan. Umar berdiri seraya berkata: Kami rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi. Selanjutnya Anas berkata lagi: Ada seorang lelaki yang berdiri dan berkata: Siapakah bapaku? Beliau menjawab: Bapa engkau adalah si polan. Kemudian turun ayat: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَلَكُمْ تَسُؤْكُمْ Yang bermaksud: Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu menanyakan (kepada nabimu) perkara-perkara yang mana jika diterangkan kepadamu, nescaya menyusahkan kamu
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4351
Hadis   Abu Musa r.a katanya:
Nabi s.a.w pernah ditanya tentang beberapa perkara yang tidak disukai oleh baginda. Oleh Kerana baginda didesak dengan berbagai pertanyaan, baginda menjadi marah dan bersabda kepada mereka: Bertanyalah kepadaku tentang apapun yang kamu inginkan. Seorang lelaki bertanya: Siapakah ayahku? Baginda bersabda: Ayahmu adalah Huzafah. Maka berdiri pula yang lain dan bertanya: Siapakah ayahku, wahai Rasulullah? Baginda bersabda: Ayahmu adalah Salim Maula Syaibah. Setelah Umar melihat Rasulullah s.a.w sangat marah, beliau berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4355
Bab Kelebihan Nabi Isa a.s
Hadis   Abu Hurairah r.a katanya:
Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Aku adalah orang yang paling berhak terhadap Putera Mariam. Para Nabi adalah saudara-saudara sebapa. Antara aku dan dia (Putera Mariam) tidak ada walau seorang Nabi
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4360
Hadis   Abu Hurairah r.a:
Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Tidak ada seorang bayi yang dilahirkan melainkan telah disentuh oleh syaitan. Bayi itu menangis, menjerit kerana sentuhan syaitan tersebut kecuali Putera Mariam dan Mariam
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4363
Hadis   Abu Hurairah r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Pada suatu hari Isa bin Mariam melihat seorang lelaki sedang mencuri. Lalu Nabi Isa bertanya kepada lelaki tersebut: Kamu mencuri? Lelaki tersebut menjawab: Tidak, Demi Zat yang tiada Tuhan melainkan Dia. Selanjutnya Nabi Isa berkata: Aku beriman kepada Allah. Aku mendustakan diriku
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4366
Bab Kelebihan Nabi Ibrahim a.s Sahabat Allah
Hadis   Abu Hurairah r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Nabi Ibrahim a.s adalah seorang Nabi yang berkhatan sendiri pada usia lapan puluh tahun dengan sebilah kapak
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4368
Hadis   Abu Hurairah r.a:
Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Nabi Ibrahim adalah seorang nabi yang sama sekali tidak pernah berdusta kecuali dalam tiga keadaan. Dua keadaan yang melibatkan Allah, iaitu ucapan Nabi Ibrahim: إِنِّي سَقِيمٌ Yang bermaksud: Sesungguhnya aku sakit dan ucapan Nabi Ibrahim sendiri: بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَذَا Yang bermaksud: Sebenarnya patung besar inilah yang memukulnya. Salah satunya adalah melibatkan diri Sarah. Sesungguhnya Ibrahim bersama Sarah pernah datang di wilayah seorang Raja yang diktator. Sarah adalah seorang wanita yang paling cantik. Nabi Ibrahim berkata kepada Sarah: Sesungguhnya jika raja yang diktator itu tahu bahawa kamu adalah isteriku, tentu beliau akan memaksaku untuk memiliki kamu. Jika beliau bertanya kepadamu, maka katakan kepadanya bahawa kamu adalah saudara perempuanku. Sesungguhnya kamu memang saudara perempuanku dalam Islam. Sesungguhnya di wilayah ini aku tidak melihat seorang muslim pun melainkan aku dan kamu. Ketika Nabi Ibrahim memasuki Wilayah Raja diktator tersebut ada seorang rakyatnya yang melihat Sarah. Beliau datang kepada Raja diktator tersebut dan melaporkan: Sesungguhnya telah datang ke wilayah kamu seorang wanita yang hanya patut menjadi milik kamu. Raja tersebut mengirimkan utusan kepada Sarah dan membawanya, lalu Nabi Ibrahim a.s mendirikan sembahyang. Ketika Sarah bertemu muka dengan Raja tersebut. Beliau tidak mampu menguasai tangannya untuk memeluk Sarah kerana tangannya tergenggam erat. Beliau berkata kepada Sarah: Berdoalah kepada Allah agar Allah melepaskan tanganku, aku tidak akan menyusahkan kamu, lalu Sarah berdoa. Raja menggenggam tangannya sendiri dengan erat, lebih erat daripada yang pertama. Raja mengulangi ucapannya, maka Sarah melakukannya. Raja menggenggam tangannya sendiri dengan erat, lebih erat daripada yang pertama dan kedua. Raja berkata: Berdoalah kepada Allah agar dia melepaskan tanganku. Demi Allah aku tidak akan menyusahkan kamu. Sarah menurut saja. Kali ini tangan Raja tersebut terlepas. Lalu Raja tersebut memanggil orang yang membawa Sarah dan berkata: Sesungguhnya yang kamu bawa kepadaku adalah syaitan bukan manusia. Usirkan beliau dari wilayahku dan berikanlah Siti Hajar kepadanya. Abu Hurairah meneruskan kata-katanya: Sarah kembali dengan berjalan kaki. Ketika Nabi Ibrahim a.s melihatnya, beliau menyambutnya seraya bertanya: Bagaimana khabarmu? Sarah menjawab: Baik, sesungguhnya Allah telah mengunci tangan orang yang ingin berbuat jahat atau serong dan memberi seorang khadam (pelayan)
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4371
Bab Kelebihan Nabi Musa a.s
Hadis   Abu Hurairah r.a katanya:
Malaikat maut pernah diutuskan kepada Nabi Musa a.s. Ketika Malaikat tersebut datang kepadanya, Musa menamparnya sehingga matanya tercabut. Malaikat tersebut kembali kepada Tuhannya dan berkata: Engkau telah mengutuskan aku kepada orang yang tidak ingin mati. Allah kemudiannya mengembalikan matanya seraya berfirman: Kembalilah kepada Musa, katakan kepadanya supaya beliau meletakkan tangannya di punggung seekor lembu jantan. Beliau berhak mendapat umur setahun pada setiap helai bulu yang ditutupi oleh tangannya. Malaikat tersebut bertanya: Ya Tuhanku, setelah itu? Tuhan berfirman: Kemudian mati. Malaikat tersebut berkata: Sekarang, Musa memohon kepada Allah agar mendekatkannya dengan bumi suci sejauh lontaran seketul batu. Rasulullah s.a.w bersabda: Sekiranya aku berada di sana tentu aku akan memperlihatkan kepada kamu makam Musa yang berada di pinggir jalan di bawah sebuah bukit pasir merah
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4374
Hadis   Abu Hurairah r.a katanya:
Ketika seorang Yahudi menawarkan barang dagangannya dan telah diberi sedikit gambaran bahawa beliau belum merasa puas hati atau tidak meredainya, kalau tidak silap namanya Abdul Aziz berkata: Tidak, demi Zat yang telah memilih Nabi Musa a.s kepada manusia. Seorang lelaki Ansar yang mendengar kata-katanya terus menampar mukanya dan berkata: Kamu berkata Demi Zat yang telah memilih Nabi Musa a.s kepada manusia? Bukankah Rasulullah s.a.w telah berada di tengah-tengah kita? Lalu orang Yahudi tersebut pergi menemui Rasulullah s.a.w dan berkata: Wahai Abu Al-Qasim! Sesungguhnya aku memiliki jaminan dan perjanjian, tetapi si anu telah menampar mukaku. Rasulullah s.a.w bertanya kepada lelaki Ansar tadi: Kenapa kamu menampar mukanya? Beliau menjawab: Orang Yahudi telah berkata bahawa demi Zat yang telah memilih Nabi Musa a.s kepada manusia. Bukankah engkau berada di tengah-tengah kami? Rasulullah s.a.w menampakkan wajahnya yang marah dan bersabda: Janganlah kamu mengutamakan di antara para utusan Allah. Sesungguhnya sangkakala iaitu sejenis serunai akan ditiup. Apa yang berada di pelosok langit dan di bumi akan mati, melainkan orang-orang yang dikehendaki oleh Allah. Pada tempoh yang lain pula sangkakala iaitu sejenis trompet akan ditiup lagi. Maka aku adalah orang pertama yang dibangkitkan. Apabila Nabi Musa a.s telah berpegang pada Arasy, aku tidak tahu adakah telah diperhitungkan kematian Musa a.s (dengan tiupan sangkakala) pada hari At-Tur atau beliaukah yang telah dibangkitkan sebelum aku dan aku tidak akan berkata: Sesungguhnya ada seorang lelaki yang lebih utama daripada Yunus bin Matta a.s
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4376
Bab Memperingati Nabi Yunus a.s Dan Sabda Nabi s.a.w: Tidak Patut Bagi Seorang Hamba Berkata Bahawa Aku Adalah Orang Yang Lebih Baik Daripada Yunus Bin Matta a.s
Hadis   Ibnu Abbas r.a:
Dari Nabi s.a.w sabdanya: Tidak patut bagi seorang hamba berkata: Aku adalah orang yang lebih baik daripada Yunus bin Matta a.s dengan mengaitkannya kepada ayahnya
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4382
Bab Kelebihan Nabi Yusuf a.s
Hadis   Abu Hurairah r.a:
Tanyakan wahai Rasulullah siapakah orang yang paling mulia? Baginda bersabda: Mereka yang paling bertakwa. Mereka berkata: Bukan itu yang kami tanyakan kepada engkau. Baginda bersabda: Nabi Yusuf a.s adalah seorang Nabi, anak seorang Nabi, Cucu seorang Nabi dan ayah datuknya adalah Khalilullah iaitu kekasih Allah. Mereka berkata: Bukan perkara itu yang kami tanyakan kepada engkau. Baginda bersabda: Apakah tentang nenek moyang orang-orang Arab yang kamu tanyakan kepadaku? Keunggulan mereka pada masa jahiliah adalah keunggulan mereka pada masa Islam, iaitu jika mereka berbudi pekerti yang baik
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4383
Bab Kelebihan Khaidir
Hadis   Ubai bin Kaab r.a:
Diriwayatkan daripada Said bin Jubair r.a katanya: Aku pernah berkata kepada Ibnu Abbas: Sesungguhnya Naufal Al-Bikali menganggap bahawa Nabi Musa a.s seorang Nabi Bani Israel adalah bukan Nabi Musa a.s yang menjadi sahabat Khaidir Ibnu Abbas berkata: Bohong musuh Allah. Aku pernah mendengar Ubai bin Kaab berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Nabi Musa a.s pernah berpidato di tengah-tengah Bani Israel lalu Nabi Musa a.s ditanya: Siapakah manusia yang lebih tahu? Beliau menjawab: Akulah orang yang lebih tahu. Allah terus menegurnya kerana beliau tidak mengembalikan pengetahuannya kepada Allah. Allah memberikan wahyu kepadanya: Sesungguhnya seorang hambaKu yang berada di pertemuan dua buah lautan adalah lebih tahu daripada kamu. Selanjutnya Nabi Musa a.s bertanya: Wahai Tuhanku! Bagaimana aku dapat berjumpa dengannya? Dikatakan kepada Musa: Bawalah ikan paus dalam sebuah keranjang. Di mana saja kamu kehilangan ikan tersebut, maka di situlah dia berada. Lalu Nabi Musa a.s berangkat bersama muridnya bernama Yusya' bin Nun. Nabi Musa a.s membawa ikan tersebut di dalam sebuah keranjang. Nabi Musa a.s dan muridnya berangkat secara berjalan kaki sehingga sampai di sebuah batu karang besar yang sangat keras lalu Nabi Musa a.s dan muridnya tidur. Sementara itu, ikan yang berada di dalam keranjang tersebut bergerak dan keluar dari keranjang lalu terjun ke laut. Allah menahan ombak, sehingga menjadi seperti sebuah jambatan supaya ikan tersebut dapat melintasinya. Nabi Musa a.s dan muridnya merasa hairan, mereka meneruskan perjalanan yang masih berbaki pada siang dan malam. Murid Nabi Musa a.s terlupa untuk memberitahunya. Pada suatu pagi Nabi Musa a.s berkata kepada muridnya: آتِنَا غَدَاءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِنْ سَفَرِنَا هَذَا نَصَبًا Yang bermaksud: Bawalah makanan kemari, sesungguhnya kita telah merasa letih kerana perjalanan kita ini. Tetapi Nabi Musa a.s tidak akan merasa letih sebelum beliau sampai ke tempat yang diperintahkan. Muridnya berkata: قَالَ أَرَأَيْتَ إِذْ أَوَيْنَا إِلَى الصَّخْرَةِ فَإِنِّي نَسِيتُ الْحُوتَ وَمَا اَنْسَانِيهُ إِلَّا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ وَ اتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ عَجَبًا Yang bermaksud: Tahukah engkau ketika kita mencari tempat berlindung di sebuah batu karang tadi aku terlupa menceritakan tentang ikan itu. Syaitan telah membuatkan aku lupa untuk menceritakannya. Ikan itu telah masuk ke dalam laut dengan cara yang sangat aneh sekali. Seterusnya Nabi Musa a.s berkata: ذَلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ فَارْتَدَّا عَلَى آثَارِهِمَا قَصَصًا Yang bermaksud: Kalau begitu itulah tempat yang kita cari. Lalu kedua-duanya kembali ke tempat tersebut mengikuti jejak mereka yang dahulu sehinggalah mereka sampai ke tempat batu tersebut. Musa melihat seorang lelaki yang berselimut dengan sehelai pakaian dan itulah Khaidir. Nabi Musa a.s cuba memberi salam kepadanya. Khaidir bertanya kepada Nabi Musa a.s: Bagaimana mungkin ada salam di bumi ini? Nabi Musa a.s berkata: Aku adalah Musa. Khaidir bertanya: Musa Bani Israel? Nabi Musa a.s menjawab: Ya. Khaidir berkata: Sesungguhnya kamu memiliki salah satu ilmu yang telah diberikan Allah kepada kamu dan aku tidak mengetahuinya. Sebaliknya aku juga memiliki salah satu ilmu Allah yang telah diberikan kepadaku dan kamu tidak mengetahuinya. Nabi Musa a.s berkata kepada Khaidir: هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِي مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَى مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا وَلَا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا Yang bermaksud: Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu? Khaidir menjawab: Sesungguhnya kamu tidak akan sabar bersamaku. Bagaimana kamu dapat bersabar atas sesuatu kerana kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang perkara itu? Musa a.s berkata: Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun. Khaidir menjawab: فَإِنِ اتَّبَعْتَنِي فَلَا تَسْأَلْنِي عَنْ شَيْءٍ حَتَّى أُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْرًا Yang bermaksud: Khaidir berkata kepada Nabi Musa a.s: Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu bertanya walau apapun sebelum aku sendiri yang menerangkannya kepadamu. Nabi Musa a.s berkata: Baiklah. Maka berangkatlah Khaidir dan Nabi Musa a.s secara berjalan kaki di tepi pantai. Sebuah perahu datang kepada mereka. Mereka bercakap-cakap dengan para penumpangnya agar membawanya. Setelah mereka mengenali Khaidir, mereka membawa keduanya tanpa apa-apa bayaran. Khaidir dengan sengaja mencabut sekeping papan pada perahu tersebut. Nabi Musa a.s berkata kepada Khaidir: Mereka telah membawa kita tanpa apa-apa bayaran tetapi kenapa dengan sengaja kamu lubangi perahu mereka? لِتُغْرِقَ أَهْلَهَا لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا إِمْرًا قَالَ أَلَمْ أَقُلْ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا قَالَ لَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا نَسِيتُ وَلَا تُرْهِقْنِي مِنْ أَمْرِي عُسْرًا Yang bermaksud: Kamu menenggelamkan penumpangnya. Bukankah kamu telah membuat suatu kesalahan yang besar? Khaidir berkata: Bukankah aku telah berkata: Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersamaku. Nabi Musa a.s berkata: Janganlah kamu menghukum aku kerana kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku. Seterusnya mereka berdua meninggalkan perahu tersebut. Sewaktu mereka berdua sedang berjalan di tepi pantai, tiba-tiba mereka dapati seorang remaja bermain dengan beberapa orang kawannya. Khaidir memegang kepala seorang kanak-kanak kemudian membongkok lalu membunuhnya. Nabi Musa a.s berkata: أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَاكِيَةً بِغَيْرِ نَفْسٍ لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا نُكْرًا قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا Yang bermaksud: Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih itu? Bukankah beliau tidak membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang mungkar. Bukankah aku telah katakan kepadamu, bahawa kamu tidak akan sabar bersamaku? Ini sudah keterlaluan daripada yang pertama. Khaidir berkata: قَالَ إِنْ سَأَلْتُكَ عَنْ شَيْءٍ بَعْدَهَا فَلَا تُصَاحِبْنِي قَدْ بَلَغْتَ مِنْ لَدُنِّي عُذْرًا فَانْطَلَقَا حَتَّى إِذَا أَتَيَا أَهْلَ قَرْيَةٍ اسْتَطْعَمَا أَهْلَهَا فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنْقَضَّ فَأَقَامَهُ Yang bermaksud: Seterusnya Nabi Musa a.s berkata: Jikalau aku bertanya lagi kepadamu tentang sesuatu, maka aku tak akan mengikutimu. Sesungguhnya kamu cukup memahami akan aku. Mereka berdua meneruskan perjalanan. Ketika mereka berdua sampai ke sebuah negeri mereka meminta supaya dijamu oleh penduduk negeri itu. Tetapi penduduk negeri itu tidak mahu menjamu mereka. Kemudian keduanya mendapati dalam negeri itu terdapat dinding rumah yang hampir roboh. Lalu Khaidir menegakkan dinding itu. Nabi Musa a.s berkata: Jika kamu mahu, kamu boleh mengambil upah. Khaidir mengisyaratkan tangannya dan menegakkan dinding tersebut. Nabi Musa a.s berkata kepada Khaidir: Orang-orang yang kita datangi tidak mahu menerima kita sebagai tetamu dan tidak mahu menjamu kita. لَوْ شِئْتَ لَتَخِذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا قَالَ هَذَا فِرَاقُ بَيْنِي وَبَيْنِكَ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيلِ مَا لَم تَسْتَطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا Yang bermaksud: Jika kamu mahu, bolehlah kamu mengambil upahnya dari pekerjaanmu itu. Khaidir berkata: Inilah perpisahan kita. Aku akan memberitahumu tujuan perbuatan-perbuatanku yang membuatkan kamu tidak sabar terhadapnya. Rasulullah s.a.w bersabda: Semoga Allah merahmati Nabi Musa a.s. Aku amat suka sekiranya Nabi Musa a.s dapat bersabar sehingga beliau dapat menceritakan kepada kita tentang pengalaman mereka berdua. Rasulullah s.a.w bersabda: Tindakan Nabi Musa a.s yang pertama memang kerana terlupa. Baginda bersabda: Seekor burung pipit terbang lalu singgah di tepi perahu tersebut dan mematuk di laut. Lalu Khaidir berkata kepada Nabi Musa a.s: Ilmu kita, jika dikaitkan dengan ilmu Allah, adalah seperti patokan seekor burung pipit pada lautan
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4385

Kelebihan Rasulullah SAW-1

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFVAgE1GPowADROmGrVlLTXf-dKPa2preZ_caL8ATFvnGV6MLnDwL1HRABEGnt8entL6y0PRgzWALrjqmUlPgXV96Yov0ljRRjm0XV998BHVvwqmWDl3irn5ixV7w_WbcXQLJM7F1rYubY/s1600/MUHAMMAD+RASULULLAH.jpg
Bab Mukjizat Nabi s.a.w
Hadis   Anas r.a:
Sesungguhnya Nabi s.a.w pada suatu hari meminta air, lalu baginda diberikan sebekas air. Orang ramai diajak mengambil wuduk dengan air tersebut. Maka aku hitungkan jumlahnya iaitu orang yang mengambil wuduk, antara enam puluh hingga lapan puluh orang. Kemudian aku perhatikan air keluar dari celah-celah jari tangan baginda

Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4224
Bab Menerangkan Contoh contoh Nabi s.a.w Menyampaikan Petunjuk dan Ilmu
Hadis   Abu Musa r.a:
Diriwayatkan daripada Nabi s.a.w, baginda bersabda: Perumpamaan Allah Azza Wa Jalla mengutusku menyampaikan petunjuk dan ilmu adalah seperti titisan hujan yang telah membasahi bumi. Manakala bumi tersebut sebahagian tanahnya ada yang subur sehingga dapat menyerap air serta menumbuhkan rumput dan sebahagian lagi berupa tanah-tanah keras yang dapat menahan air, lalu Allah memberi manfaat kepada manusia sehingga mereka dapat meneguk air, memberi minum dan menggembala ternaknya di tempat itu. Ada juga titisan air hujan tersebut jatuh di tanah yang lain, iaitu tanah gersang yang sama sekali tidak dapat menahan air dan tidak dapat menumbuhkan rumput rampai. Manakala itu semua adalah perumpamaan orang yang bijak pandai tentang agama Allah dan memanfaatkannya setelah aku diutus oleh Allah. Maka baginda tahu dan mahu mengajar apa yang diketahuinya dan juga perumpamaan orang yang keras kepala yang tidak mahu menerima petunjuk Allah yang kerana-Nya aku diutuskan
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4232
Bab Kasih Sayang Nabi s.a.w Terhadap Umatnya Dan Memperingatkan Mereka Dari Perkara perkara Yang Membahayakan
Hadis   Abu Musa r.a:
Daripada Nabi s.a.w baginda bersabda: Sesungguhnya perumpamaanku sebagai utusan Allah, adalah seperti seorang lelaki yang menemui kaumnya seraya berkata: Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu telah melihat dengan mata kepala kamu sendiri sekumpulan pasukan. Sesungguhnya aku adalah orang yang memberi peringatan. Carilah keselamatan, maka sebahagian dari kaumnya ada yang patuh, malam-malam mereka berangkat dengan tidak terburu-buru. Manakala sebahagian lagi mereka mendustakan, di mana sehingga pagi hari mereka masih berada di tempatnya. Pada pagi itu pula, pasukan tersebut menghancurkan mereka hingga tidak ada yang tinggal. Maka itu adalah perumpamaan orang-orang yang patuh kepadaku dan mengikuti misi yang aku bawa serta perumpamaan orang yang derhaka kepadaku dan mendustakan misi kebenaran yang aku bawa
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4233
Hadis   Abu Hurairah r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan umatku adalah seperti seseorang yang menyalakan api, lalu binatang-binatang melata dan nyamuk berduyun-duyun datang kepada api tersebut. Manakala aku telah berusaha memegang tali pinggang kamu, namun kamu masuk ke dalam api tersebut
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4234
Bab Menyatakan Nabi s.a.w Sebagai Penutup Para Nabi
Hadis   Abu Hurairah r.a:
Daripada Nabi s.a.w Baginda bersabda: Perumpamaanku dan perumpamaan para Nabi adalah seperti perumpamaan seseorang yang mendirikan sesebuah bangunan. Beliau membinanya dengan baik dan rapi, tetapi ramai orang yang berkunjung dan melihat bangunan tersebut memberi komen, kami belum pernah melihat bangunan sebaik ini melainkan seketul bata ini. Maka akulah seketul bata tersebut
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4237
Hadis   Jabir r.a:
Daripada Nabi s.a.w Baginda bersabda: Perumpamaanku dan perumpamaan para Nabi adalah seperti perumpamaan seseorang yang membangunkan sebuah rumah. Beliau membinanya dengan baik dan sempurna, tetapi masih ada satu tempat yang belum diletakkan bata. Ramai orang yang masuk ke dalam rumah tersebut dan mereka kagum terhadapnya seraya berkata: Alangkah lebih baik jika kekurangan itu disempurnakan. Kemudiannya Rasulullah s.a.w bersabda: Aku diibaratkan sebagai bata tersebut di mana kedatangan aku adalah sebagai penutup para Nabi
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4240
Bab Telaga Nabi s.a.w (Di Syurga) Dan Sifat Sifatnya
Hadis   Jundab r.a katanya:
Aku mendengar Nabi s.a.w bersabda: Aku mendahului kamu berada di Telaga (Telaga di Syurga)
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4242
Hadis   Sahl r.a katanya:
Aku mendengar Nabi s.a.w bersabda: Aku mendahului kamu berada di Telaga (Telaga di Syurga). Sesiapa yang sampai di sana sudah tentu dia akan dapat meminum air itu. Sesiapa yang telah meminumnya nescaya dia tidak akan dahaga selama-lamanya. Sesungguhnya akan datang kepadaku kaum-kaum yang aku kenal mereka dan mereka kenal aku. Kemudian aku dan mereka dihalangi
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4243
Hadis   Abdullah bin Amru bin Al-As r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Telagaku (di Syurga) panjangnya sejauh jarak perjalanan selama satu bulan. Begitu juga dengan luasnya. Airnya pula seputih perak, baunya sewangi minyak kasturi dan jumlah bekas airnya sebanyak bintang di langit. Sesiapa yang telah meminum air telaga tersebut, nescaya dia tidak akan haus selama-lamanya
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4244
Hadis   Asma' binti Abu Bakar r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Aku berada di atas telaga sehingga aku dapat melihat siapakah di antara kamu yang datang kepadaku dan siapakah orang-orang di bawahku akan dihukum, lalu aku berkata: Wahai tuhanku! Mereka adalah sebahagian dariku dan termasuk umatku. Kemudian dikatakan: Tahukah engkau apa yang mereka lakukan sesudahmu? Demi Allah, mereka terus kembali kepada kekafiran sepeninggalanmu. Kata perawi: Ibnu Abu Mulaikah berdoa: Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon perlindungan Kepada-Mu agar tidak kembali kepada kekafiran atau tidak difitnah dari agama kami
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4245
Hadis   Uqbah bin Amir r.a:
Sesungguhnya Rasulullah s.a.w pada suatu hari keluar untuk menyembahyangkan seorang tentera Uhud yang meninggal dunia. Kemudian baginda naik ke atas mimbar dan bersabda: Sesungguhnya aku akan mendahului kamu. Aku akan menjadi saksi kamu. Demi Allah, sesungguhnya sekarang ini aku sudah dapat melihat telagaku. Sesungguhnya aku telah diberi kunci gedung-gedung di bumi atau kunci-kunci bumi. Demi Allah, sesungguhnya aku tidak merasa takut kamu akan kembali musyrik setelah peninggalanku, tetapi aku takut kamu akan berlumba-lumba dalam kehidupan dunia
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4248
Hadis   Abdullah bin Mas'ud r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Aku akan mendahului kamu berada di Telaga. Sesungguhnya aku sempat berebut-rebut dengan beberapa kaum, namun aku dapat mengalahkan mereka, aku katakan: Wahai Tuhanku, tolonglah sahabat-sahabatku, tolonglah sahabat-sahabatku. Lantas dikatakan: Sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang telah mereka kerjakan sepeninggalanmu
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4250
Hadis   Harithah r.a:
Sesungguhnya beliau pernah mendengar Nabi s.a.w bersabda: Luas telaga itu adalah seluas kawasan yang membentang antara daerah Sanaa dengan daerah Madinah
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4251
Hadis   Ibnu Umar r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya di hadapan kamu terdapat sebuah telaga, luasnya adalah seluas kawasan yang membentang antara daerah Jarba' dengan daerah Azruh
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4252
Hadis   Abu Hurairah r.a:
Sesungguhnya Nabi s.a.w bersabda: Sesungguhnya aku akan mengusir orang-orang yang berada di sekitar telagaku seperti mengusir orang asing yang hendak mengambil air untuk memberi minum untanya
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4257
Hadis   Anas bin Malik r.a:
Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Luas telagaku kira-kira seluas kawasan yang terbentang antara daerah Ailah sehingga daerah Sanaa yang berada di Yaman. Sesungguhnya di sana terdapat bekas air yang jumlahnya sebanyak bintang di langit
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4258
Bab Penyertaan Malaikat Jibril dan Mikail Dalam Peperangan Uhud Untuk Membela Nabi s.a.w
Hadis   Saad r.a katanya:
Aku pernah melihat di sebelah kanan dan kiri Rasulullah s.a.w terdapat dua orang lelaki yang berpakaian warna putih semasa peperangan Uhud, sebelum dan selepasnya aku tidak pernah melihat mereka, iaitu Malaikat Jibril dan Mikail a.s
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4264
Bab Keberanian Nabi s.a.w Dan Penyertaan Baginda Ke Medan Perang
Hadis   Anas bin Malik r.a katanya:
Rasulullah s.a.w adalah seorang yang paling baik, dermawan dan berani. Pernah pada suatu malam penduduk Madinah dikejutkan oleh suara yang kuat. Orang ramai kemudiannya berangkat menuju ke arah suara tersebut lalu berjumpa Rasulullah s.a.w, ketika itu baginda baru sahaja pulang dari tempat suara tersebut. Baginda telah mendahului mereka pergi ke arah suara tersebut. Pada waktu itu baginda menaiki kuda kepunyaan Abu Talhah. Di leher kuda itu, terdapat sebilah pedang. Kemudian baginda bersabda: Kamu tidak perlu takut, kamu tidak perlu takut. Anas berkata: Rasulullah s.a.w kembali semula ke tempat kami sepantas kilat. Anas berkata lagi: Ketika itu kuda baginda berjalan perlahan
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4266
Bab Nabi s.a.w Adalah Seorang Yang Lebih Dermawan Dalam Hal Hal Kebaikan Daripada Angin Yang Diutuskan
Hadis   Ibnu Abbas r.a katanya:
Rasulullah s.a.w adalah Seorang yang paling dermawan dalam hal-hal kebaikan. Baginda lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan. Sesungguhnya Malaikat Jibril a.s telah bertemu dengan baginda setiap tahun pada bulan Ramadan sehingga berakhir Ramadan. Rasulullah s.a.w membaca Al-Quran di hadapannya. Apabila Rasulullah s.a.w bertemu dengan Malaikat Jibril, maka baginda adalah orang yang paling dermawan dalam hal-hal kebaikan melebihi angin kencang yang diutuskan
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4268
Bab Rasulullah s.a.w Adalah Seorang Yang Berakhlak Mulia
Hadis   Anas bin Malik r.a katanya:
Aku pernah melayani Rasulullah s.a.w selama sepuluh tahun. Demi Allah, baginda sama sekali tidak pernah mengatakan kepadaku: His! Baginda tidak pernah mengatakan kepadaku kerana sesuatu yang aku lakukan: Kenapa kamu lakukan perkara itu? Tidakkah kamu seharusnya melakukan perkara ini
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4269
Bab Setiap Kali Rasulullah s.a.w Diminta Sesuatu, Belum Pernah Baginda Mengatakan Tidak Boleh. Baginda Adalah Seorang Yang Suka Memberi
Hadis   Jabir bin Abdullah r.a katanya:
Apabila Rasulullah s.a.w diminta sesuatu, baginda tidak pernah menjawab: Tidak boleh
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4274
Hadis   Jabir bin Abdullah r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Seandainya harta kekayaan Bahrain dapat aku miliki, nescaya aku akan berikan kepada kamu sekian, sekian, dan sekian, sambil baginda mengisyaratkan kedua belah tangannya. Namun Nabi s.a.w wafat terlebih dahulu sebelum harta kekayaan Bahrain dimilikinya
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4278
Bab Kasih Sayang Serta Sopan Santun Nabi s.a.w Terhadap Anak Anak, Keluarga Dan Yang Lebih Dari Itu
Hadis   Anas bin Malik r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Pada malam ini aku dikurniakan seorang anak dan aku namakannya dengan nama datuk nenekku iaitu Ibrahim. Kemudian baginda menyerahkannya kepada Ummu Saif, isteri seorang tukang besi yang bergelar Abu Saif. Pada suatu hari baginda berangkat menemui Ummu Saif untuk menyerahkan anaknya dan aku mengikuti baginda sehingga bertemu Abu Saif. Abu Saif ketika itu sedang meniup api dengan menggunakan alat khas sehingga rumahnya dipenuhi dengan asap. Aku terus berjalan dengan cepat lantas berkata: Wahai Abu Saif! Ambil putera Nabi ini. Setelah Abu Saif mengambil putera baginda, Nabi s.a.w lalu terus berdoa kemudian merangkul puteranya yang masih kecil. Pada waktu itu baginda sempat menyatakan sesuatu kepada puteranya. Anas berkata lagi: Waktu Ibrahim putera Nabi itu hampir dengan kematiannya dan sewaktu beliau berada dalam buaian Rasulullah s.a.w aku melihat kedua belah mata baginda berlinang air mata seraya baginda bersabda: Aku berlinang air mata dan hati ini terasa sedih, namun aku tidak akan berkata sesuatu melainkan perkataan yang disukai oleh tuhanku. Demi Allah, wahai Ibrahim, sesungguhnya aku sedih atas keadaanmu
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4279
Hadis   Aisyah r.a katanya:
Pada suatu hari, beberapa Arab desa datang kepada Rasulullah s.a.w. Mereka bertanya kepada para sahabat: Apakah kamu pernah memeluk anak-anak kecil kamu? Para sahabat menjawab: Ya. Orang-orang kampung itu berkata: Akan tetapi, demi Allah, kami belum pernah memeluknya. Rasulullah s.a.w lalu bersabda: Aku tidak boleh berbuat apa-apa sekiranya Allah mencabut rahmat dari kamu
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4281
Hadis   Abu Hurairah r.a:
Sesungguhnya Al-Aqrak bin Haabis pernah melihat Nabi s.a.w memeluk Hasan. Al-Aqrak lalu berkata: Sesungguhnya aku memiliki sepuluh orang anak, namun aku tidak pernah memeluk seorang pun daripada mereka. Kemudian Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya sesiapa yang tidak menyayangi, nescaya beliau tidak akan disayangi
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4282
Hadis   Jarir bin Abdullah r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Sesiapa tidak menyayangi sesama manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4283
Bab Rasulullah s.a.w Sangat Pemalu
Hadis   Abu Said Al-Khudriy r.a katanya:
Rasulullah s.a.w lebih pemalu daripada seorang gadis yang berada di dalam biliknya. Sesungguhnya jika baginda tidak suka kepada sesuatu (keadaan sedemikian) dapat aku lihat pada air mukanya
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4284
Bab Kasih Sayang Nabi s.a.w Terhadap Isteri isteri Baginda Dan Mengarahkan Kepada Pemandu Kenderaan Supaya Berlaku Lembut Terhadap Kaum Wanita
Hadis   Anas r.a katanya:
Rasulullah s.a.w pernah di dalam perjalanannya berkata kepada seorang pelayan berkulit hitam bernama Anjasyah yang sedang memandu kenderaan yang dinaiki oleh isteri-isteri Nabi. Maka Rasulullah s.a.w bersabda kepadanya: Wahai Anjasyah! Perlahankanlah kenderaan. Berlaku lembutlah kepada kaum wanita
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4287
Bab Sikap Nabi s.a.w Yang Menjauhi Patung patung Berhala. Baginda Memilih Yang Paling Mudah Dari Sesuatu Yang Di Haruskan Dan Baginda Akan Membalasnya Jika Kehormatan Allah Dipermainkan
Hadis   Aisyah isteri Nabi r.a katanya:
Setiap kali apabila Rasulullah s.a.w disuruh memilih di antara dua perkara, maka baginda akan mengambil yang paling ringan di antara keduanya selama mana ianya tidak berdosa. Jika yang paling ringan itu berdosa, maka baginda menjauhinya pula. Rasulullah s.a.w tidak pernah membalas kerana untuk diri sendiri melainkan jika kehormatan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung dipermainkan
Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 4294

Kejelitaan wanita menurut Islam

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTQk2zlKGjtyVZYJWzkziW0nEDDqwgZIocgMkR04CoAgpSoGY6QFg
Gadis Jelita
Yang paling kukuh keimanan ialah berkawan kerana Allah, bermusuhan kerana Allah, cinta kerana Allah dan membenci kerana Allah. (Hadis Riwayat Tabarani dari Ibnu Abbas r.a)
Mengapakah teruna memilih gadis jelita? Kata orang, gadis seperti ini menyejukkan serta menggembirakan hati. Betulkah begitu?
Gadis ltu pada asasnya bererti wanita yang belum bernikah. Walaupun begitu, perkataan 'gadis' juga digunakan bagi menggambarkan kesucian seseorang wanita. Wanita yang sudah ternoda sebelum berkahwin digelar ‘sudah tiada gadis' atau 'sudah tiada dara'. Umumnya, pengertian pertama iaitu wanita yang belum bernikah digunakan secara formal sedangkan yang kedua itu adalah gelaran yang diberikan secara berbisik-bisik.
Alam gadis merupakan alam yang paling manis bagi seseorang wanita. Semasa inilah seseorang wanita ltu akan mencapai tahap mekarnya dan keayuannya. Pada masa inilah wanita ltu mula dipanggil 'bergetah' jika kita hendak meminjam bidalan Soekarno. Bila dipandang, banyak hati lelaki akan tergoda. Ada gadis yang 'boleh tahan' dan ada gadis yang 'tak boleh tahan'. Gadis yang 'boleh tahan' biasanya dianggap manis tapi tidaklah jelita. Yang 'tak boleh tahan' pula adalah gadis yang sungguh cantik menawan. Ramai lelaki yang tergoda kepada gadis 'tak boleh tahan' ini apatah lagi jika gadis itu sendiri pandai pula menggoda dan mempermainkan perasaan lelaki.
Tidak dapat dinafikan bahawa lelaki teruna sememangnya tertarik pada rupa dan bentuk fizikal gadis. Itulah yang menjadi asas mengapa mereka lebih memberi perhatian. Ada orang berpendapat bahawa gadis yang cantik lebih beruntung kerana lelaki melayaninya dengan lebih baik, mesra dan lemah-lembut.
Janganlah sekali-kali seorang lelaki berduaan saja dengan seorang wanita, melainkan dengan didampingi seorang muhrim. - Hadis Rasulullah riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas r.a.
Biasanya teruna akan terpikat dan terpesona dengan kecantikan si gadis dahulu, kemudian barulah si teruna menyelidiki perangai si gadis. Ini menyebabkan ramai lelaki terperangkap, menyesal atau menderita, terutamanya bila sudah terlanjur dan tidak boleh berundur lagi sedangkan baru tahu bahawa si gadis ltu teruk perangainya atau sudah ternoda. Walaupun 'mata yang belum berisi pengalaman' itu tertarik pada rupa yang cantik, sebenarnya jodoh bagi hati adalah hati juga, bukannya rupa. Maksudnya pada akhirnya gadis yang hatinya paling suci sesuci hatinyalah yang dipilih oleh teruna untuk dikahwini. Berikut adalah petua-petua sekiranya anda ingin memilih gadis jelita menjadi lsteri anda:
Elakkan Dari Berkawan Dengannya
-----------------------------------------------
Dengan merapati dan berkawan dengan si gadis, kecantikan hati ini sebenarnya sukar untuk dinilai oleh lelaki. Selalunya yang dilihat semuanya 'baik, sopan dan elok' apatah lagi pada masa itu sang teruna sedang mahu, dia hanya nampak yang elok. Si gadis pula mungkin hanya berpura-pura jadi baik dan sopan untuk memikat teruna. Itulah sebabnya ada yang membidalkan bahawa 'Yang bercahaya tidak semestinya emas' dan 'Yang cantik tidaklah semestinya permata'. Maka elakkan dari berkawan dengannya untuk mengelakkan anda dari terpesona dan terpedaya.
Di atas kejelitaan yang tiada tara bergantunganlah kehancuran yang tiada tara. (Bidalan ltali).
Lakukan Risikan Secara Rahsia
-----------------------------------------
Kecantikan hati biasanya boleh dinilai oleh pengamatan rahsia si teruna bersama keluarga teruna terhadap si gadis. Risikan rahsia lni adalah untuk mengetahui bagaimanakah tingkahlaku si gadis itu bila dia berada bersama keluarganya sendiri. Adakah si gadis dari jenis yang suka berjalan, bergaul bebas, atau suka menolong ibunya memasak, rajin berkemas dan taat dalam beribadat akan dapat ditentukan dengan lebih jelas. Pihak teruna juga boleh mengetahui perihal moral si gadis dengan menyelidiki ke manakah si gadis itu suka pergi di hujung minggu atau di masa lapangnya. Jika dia gemar pergi ke tempat yang kurang baik, besar kemungkinan dia mempunyai sifat-sifat yang kurang baik pula.
Kejelitaan dan kegembiraan tidak akan bersatu lama. -Goethe
Walaupun pada asasnya cara menyelidik begitu, atau dipanggil 'merisik' ini tidak begitu disukai oleh si gadis sendiri, ia adalah jalan yang dianggap lebih baik dari cara berkawan dengan si gadis, membawanya ke mana suka, dan 'menyelidik' dengan bertanya pada gadis itu atau hasil memperhatikan tingkahlakunya di depan mata.
Cari Yang Duduk Bersama lbubapa
-----------------------------------------------
Sebenarnya alam gadis terdedah kepada pelbagai gejala yang tidak begitu menyenangkan. Terdapat lebih banyak unsur negatif dari yang positif di luar rumah, malah, bagi sesetengah keluarga ianya berlaku dalam rumah sendiri. Si gadis, yang masih dalam peringkat belajar hidup mudah terpengaruh kepada unsur-unsur negatif yang boleh merosakkan kesuciannya serta kebaikan perangainya. Ini kerana unsur-unsur negatif biasanya memberikan keseronokan dan nikmat tetapi kenikmatan ini berakhir sebentar saja disusuli pula oleh sesalan dan kemuraman mungkin seumur hidup.
Wanita jelita tidak bernasib baik dan teruna yang bijak tidak cantik. - Bidalan Cina
Cari Yang Pandai Mengurus Rumahtangga
---------------------------------------------------------
Pada zaman sekarang, masa remaja si gadis bererti masa sebagai pelajar sekolah menengah, pra-universiti dan pusat pengajian tinggi. Bagi gadis-gadis ini, masa untuk mereka belajar menjadi 'wanita' dari ibu adalah amat terhad, jika ada, praktikannya hanya dalam jangkamasa pendek. Kesempatan untuk berada di dapur amatlah terhad pada hujung minggu serta semasa cuti. Akibatnya, semakin ramai gadis yang berorientasikan kerja makan gaji dan tidak berorientasikan mengurus rumahtangga.
Cari Yang Hormat Kepada Orang Tua
--------------------------------------------------
Selidikilah apakah dia gadis yang tahu menghormati orang tua. Ini penting kerana dia nanti akan bersua, bertandang ataupun duduk bersama ibubapa anda. Walau betapa cantik pun dia, jika dia tidak menghormati ibu dan bapa mertuanya, dia akan menyebabkan anda menjadi serba-salah dalam menangani kehidupan anda.
Kejelitaan wanita, gema hutan dan pelangi, akan wujud sebentar saja. - Bidalan Jerman
Cari Yang Pandai Menjaga Kehormatan
-----------------------------------------------------
Hal ini juga dapat diperhatikan di kalangan gadis-gadis yang tidak begitu berjaya dalam pelajaran. Lebih ramai yang suka bekerja makan gaji dari membantu lbu di rumah atas alasan meringankan beban keluarga. Bagi gadis yang mudah 'lupa' masa inilah mereka akan jadi rosak. Mereka akan keluar dengan lelaki tanpa segan silu, mula memakai pakaian yang ketat dan menjolok mata serta belajar berbagai cara dari rakan sebaya untuk memikat lelaki. lbubapa yang tidak mengawasi gerak-geri anak gadisnya mungkin akan menyebabkan gadis itu menjadi gadis murahan.
Cari Yang Tidak Bebas Dengan Lelaki
--------------------------------------------------
Pada zaman dahulu, ada lbubapa yang sengaja tidak menghantar anak perempuannya ke sekolah. Takut nanti jadi perempuan jahat akibat dapat bergaul dengan lelaki secara bebas. Bila zaman semakin moden, pemikiran cara ini dianggap sudah usang. Ramai pula menganggap adalah lebih baik bagi wanita bersekolah asalkan saja di sekolah dia dilengkapi dengan input tatasusila dan adat apatah lagi agama.
Wahai si jelita jangan banggakan wajahmu, ianya hanya tamu yang akan berundang beberapa hari saja.- Bidalan Hindustan
Cari Yang Didikan Agamanya Cukup
-------------------------------------------------
Beredarnya zaman perlu mengambil kira faktor sekeliling si gadis. Jelas pada kita bahawa cara hidup gadis sekarang sudah jauh berbeza berbanding gadis satu atau dua dekad silam. Namun, dari sudut nalurinya adalah sama saja. Zaman gadis adalah zaman mencari identiti dan cuba mengekalkan identiti itu. Jika terdedah dia kepada yang buruk maka buruklah jadinya. Walaupun begitu, gadis yang mendapat didikan yang baik besar kemungkinan akan menjadi wanita yang berguna kepada negara dan agama malah boleh menjadi contoh teladan sama ada kepada wanita mahupun lelaki.
Kadangkala lebih baik wanita buta dari wanita yang terlalu jelita. - Bidalan Servia
Cari Yang Berpegang Teguh Pada Suruhan Agama
--------------------------------------------------------------------
Ada empat sebab utama mengapa teruna memilih seseorang gadis, kerana kecantikannya, kerana hartanya, kerana keserasian taraf dan kerana agama. Yang akan membahagiakan ialah memilih gadis yang beragama. Dimanakah letaknya nilai gadis yang cantik? Letaknya ialah pada keimanan gadis itu. Jika dia cantik dan dia pula beriman, berharta dan setaraf pula, maka dialah yang masuk ke dalam kategori gadis yang 'tak boleh tahan'. Tapi sedarlah, dia akan memilih lelaki yang baik-baik pula!
Bertunang Jangan Lama
---------------------------------
Blia anda sudah melamarnya, jangan tunggu lama-lama. Nikahlah dengan segera kerana gadis jelita, ramai yang ingin menggodanya. Elakkan dari membawanya ke sana-sini kerana ini akan menerbitkan cemburu di hati lelaki yang jahat serta membahayakan keselamatan si gadis. Petua orang tua-tua, kalau boleh, semasa bertunang perlulah berahsia, semasa bernikah perlulah dihebahkan agar semua orang tahu.
Katakan kepada wanita bahawa dia jelita, dan syaitan akan mengulangi kata itu kepadanya sepuluh kali. - Bidalan tali
Kahwini Dia Ketika Usianya Masih Muda
--------------------------------------------------------
Hal lni mungkin dianggap satu kontroversi oleh ramai orang tapi la merupakan kebenaran yang sukar untuk dinafikan. Mengahwini gadis jelita ketika umumya masih muda remaja dapat membantunya agar selamat dari godaan dan gangguan lelaki yang tidak bertanggungjawab. Ramai gadis jelita yang telah rosak kerana merosakkan diri atau dirosakkan. Ibubapa seharusnya melepaskan anaknya untuk dikahwini lebih awal dan jangan membuat alasan bahawa anaknya masih belajar atau baru bekerja.
Seorang gadis, sama ada dahulu ataupun sekarang, layak berkahwin blia dia sudah berumur kira-kira 13 tahun. Ramai orang mungkin berflkir anda gila mengahwini gadis semuda itu, tapi siapakah sebenarnya yang gila jika gadis jelita seperti ltu besar kemungkinannya akan ternoda? Cuma, lbubapa patutlah mempastikan bahawa anak gadis mereka mendapat suamiyang baik serta bertanggungjawab.
Wanita jelita yang kurang bernasib baik akan berjumpa lebib ramai pencinta berbanding suami.- Bidalan Jerman
Elakkan Dari Terlalu Cemburu
----------------------------------------
Memang sudah menjadi adat dunia, gadis yang cantik jelita memang menjadi idaman teruna, suami orang mahupun duda. Elakkan dari menaruh perasaan cemburu. Yang penting ialah sejauh manakah anda telah bertindak untuk memilikinya. Bila si gadis telah menjadi isteri anda, didiklah dia agar dia menjaga kehormatannya serta taat pada agama.
Layan Dia Dengan Baik
--------------------------------
Walau betapa jelita pun dia, seorang gadis tidak memandang pada paras rupa anda. Yang penting bila anda berkahwin dengannya ialah cinta anda kepadanya. Cinta bukan bermakna anda mahu ambil bulan bawa ke ribanya atau selalu melakukan seks dengannya. Cinta pada wanita ialah memahami jiwa mereka dan melayani mereka dengan baik. Bila dia sudah cinta pada anda seluruh jiwa raganya, dia tidak akan mudah tergoda dengan lelaki lain. Dia akan hanya anggap anda sebagai pengarang jantung dan buah hatinya.
Kejelitaan wanita yang tidak berguna itu ibarat racun dalam cembul emas.- Bidatan Tamil
Bertanggungjawab
--------------------------
Walau betapa jelita pun dia, seorang gadis mahukan lelaki yang mampu menjaganya dengan baik, menguruskan kebajikannya serta memimpinnya menjadi wanita yang baik serta taat pada agama. Lelaki yang mereka mahukan ialah yang bertanggungjawab terhadap anak-anak serta menghormati pula ibubapa si gadis.