"Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui." (Al-Baqarah: 169).
“Wahai orang beriman, jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidik (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menyebabkan kamu menyesali perkara yang kamu lakukan.” (Surah al-Hujurat, ayat 6)
Di kemaskini post pada 04/02/2021 Pada jam 23:40pm Kuala Lumpur

Thursday, April 7, 2011

Francis akan selaraskan khutbah di masjid-masjid dalam bahasa Francis

http://sheikyermami.com/wp-content/uploads/burka-france32.jpg
Kerajaan Francis akan menyelaraskan khutbah-khutbah diseluruh Francis dan khutbah tersebut menggunakan bahasa Francis. Semoga dengan tindakan ini membawa perubahan positif kepada umat Islam serta makin mempercepatkan perkembangan Islam serta memodenkan sistem pengurusan masjid-masjid di Francis. Insya Allah.
Terjemahan Google
Akan dialog tentang Islam dalam "Perancis", diadakan oleh Jabatan Dalam Negeri, yang akan membahas penggunaan bahasa Perancis pada pidato di masjid-masjid dan bukan Arab.
Dengan semangat untuk Ketua Negara "Nicolas Sarkozy" peningkatan xenofobia, dialog tentang sekularisme di "Perancis" dan peranan Islam dalam masyarakat Perancis adalah bukan cara yang baik untuk mendapatkan bantuan, tetapi "Sarkozy" memutuskan untuk mengejar projek, yang akan dibahas secara terbuka dalam "Paris".
Ada kemungkinan bahawa kemarahan Muslim Perancis untuk melakukannya; merasa bahawa kerajaan sehingga melanggar hak-hak individu dan kebebasan beragama. Sumber: Alalokh Rangkaian.
Sebutkan sumber ketika berita - Alalokh web.
سيتم إجراء حوار حول الإسلام في "فرنسا" تنظمه وزارة الداخلية، وسيتم فيه مناقشة استخدام اللغة الفرنسية عند إلقاء الخطب في المساجد وليس اللغة العربية.
ومع ولع رئيس الدولة "نيكولاس ساركوزي" بزيادة معاداة الأجانب فإن إقامة حوار حول العلمانية في "فرنسا" ودور الإسلام في المجتمع الفرنسي ليست طريقة جيدة لكسب مؤيدين، ولكن "ساركوزي" قرر متابعة مشروعه الذي سيناقشه علانية في "باريس".
وهناك احتمال بأن يغضب المسلمون الفرنسيون لذلك؛ لشعورهم بأن الحكومة بذلك تتعدي على حقوقهم الفردية وحريتهم الدينية. المصدر: شبكة الألوكة.
يرجى الإشارة إلى المصدر عند نقل الخبر - شبكة الألوكة.

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman

http://media.kenanaonline.com/photos/1234179/1234179948/1234179948.jpg?1295711708
01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan solat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan solat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan solat malam;
26. Perbanyak zikir dan doa kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit batin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bersalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan d! an kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambillah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan
pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yak! inlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang
"Sebarkanlah walau satu ayat pun" (Sabda Rasulullah SAW) "Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telahmendapat kemenangan yang besar." (Surah Al-Ahzab:71)

Doa Munajat dengan penuh perasaan

Wednesday, April 6, 2011

Kesabaran seorang ayah yang sejati/Perompak amerika memeluk Islam/Mudahnya mendapat Cahaya Ilahi-Jika Allah menghendakkinya/ 2 Wanita Russia Di israeil memeluk Islam/Negara-negara Islam tajaan amerika di timur tengah dalam bahaya

Kesabaran seorang ayah yang sejati






Perompak amerika memeluk Islam





Mudahnya mendapat Cahaya Ilahi-Jika Allah menghendakkinya





 2 Wanita Russia Di israeil memeluk Islam






Negara-negara Islam tajaan amerika di timur tengah dalam bahaya



Tsunami di Jepun berlaku kerana perbuatan terkutuk ini

http://cricketworldcuplive.org/wp-content/gallery/tsunami-picture-2011/Tsunami-in-Japan-2011-Pictures%20(11).jpg

Tradisi Pernikahan Terlarang !!, Habis Akad Nikah Suami Istri Melakukan SEX Didepan Tamu

Dunia mungkin sudah mau kiamat, coba deh kamu perhatikan tradisi pernikahan yang satu ini dimana sehabis melakukan akad nikah mereka diwajibkan untuk melakukan SEX suami istri didepan para tamunya !! dan gilanya lagi Sang mempelai wanita dan pria tidak mengenakn sehelai pakaianpun alias bugil total.
Saya tidak sampai hati memasukkan gambar tersebut dalam blog saya demi menjaga nama baik Rasulullah SAW.
Namun sebagai pengajaran kepada jepun dan  Aceh.
Semasa di Aceh Tsunami berlaku setelah tarian bogel diadakan di Perkuburan Wali-Wali Allah SWT. Ini bukan fakta yang kita perlu yakin seratus peratus tetapi sebagai hamba Allah SWTkita perlu mengambail pengajaran daripada perbuatan maksiat yang kita lakukan.
Di jepun budaya syaitan ini juga boleh kita ambil banyak pengajaran,
Sila layari blog ini untuk maklumat lebih lanjut:

Tuesday, April 5, 2011

Kriteria Ulama dan Ilmunya

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRnNzxlPDUHy1vQaZzbbMEslNCJpQXgvqelzlHeSSuI-rPzSNiDMg
oleh : Ustadz Ahmad Sarwat, Lc.
Secara bahasa, kata ulama adalah bentuk jamak dari kata ‘aalim. ‘Aalim adalah isim fail dari kata dasar:’ilmu. Jadi ‘aalim adalah orang yang berilmu, maksudnya ilmu syariah. Dan ulama adalah orang-orang yang punya ilmu ke dalam di bidang ilmu-ilmu syariah.
Dan secara istilah, kata ulama mengacu kepada orang dengan spesifikasi penguasaan ilmu-ilmu syariah, dengan semua rinciannya, mulai dari hulu hingga hilir.
Keutamaan dan Kedudukan Para Ulama
Al-Quran memberikan gambaran tentang ketinggian derajat para ulama,
يَرْفَعِ اللهُ الذينَ آمَنُوا والذينَ أُوتُوا العِلْمَ دَرَجَاتٍ
Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberikan ilmu (ulama) beberapa derajat. (QS. Al-Mujadalah: 11)
Selain masalah ketinggian derajat para ulama, Al-Quran juga menyebutkan dari sisi mentalitas dan karakteristik, bahwa para ulama adalah orang-orang yang takut kepada Allah. Sebagaimana disebutkan di dalam salah satu ayat:
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Fathir: 28)
Sedangkan di dalam hadits nabi disebutkan bahwa para ulama adalah orang-orang yang dijadikan peninggalan dan warisan oleh para nabi.
والعلماء ورثة الأنبياء، إن الأنبياء لم يُورِّثوا دينارًا ولا درهمًا ولكنهم وَرَّثوا العلم
Dan para ulama adalah warisan (peninggalan) para nabi. Para nabi tidak meninggalkan warisan berupa dinar (emas), dirham (perak), tetapi mereka meninggalkan warisan berupa ilmu.(HR Ibnu Hibban dengan derajat yang shahih)
Di dalam kitab Ihya’u Ulumud-din karya Al-Imam Al-Ghazali disebutkan bahwa manusia yang paling dekat derajatnya dengan derajat para nabi adalah ahlul-ilmi (ulama) dan ahlul jihad (mujahidin). Karena ulama adalah orang yang menunjukkan manusia kepada ajaran yang dibawa para rasul, sedangkan mujahid adalah orang yang berjuang dengan pedangnya untuk membela apa yang diajarkan oleh para rasul.
Kerancuan Istilah Ulama
Namun istilah ulama di masa kini sering kali menjadi rancu dan tertukar-tukar dengan istilah lain yang nyaris beririsan. Padahal keduanya tetap punya perbedaan mendasar. Misalnya, seorang yang berprofesi sebagai penceramah, seringkali disebut-sebut sebagai ulama, meski tidak punya kapasitas otak para ulama. Kemampuannya di bidang ilmu syariah, jauh dari kriteria seorang ulama.
Penceramah adalah sekedar orang yang pandai berpidato menarik massa, punya daya pikat tersendiri ketika tampil di publik, mungkin sedikit banyak pandai menyitir satu dua ayat Quran dan hadits, tetapi begitu ditanyakan kepadanya, apa derajat hadits itu, ada di kitab apa, siapa saja perawinya, dan seterusnya, belum tentu dia tahu.
Bahkan tidak sedikit penceramah yang buta dengan huruf arab, alias tidak paham membaca kitab berbahasa arab. Padahal sumber-sumber keIslaman hanya terdapat dalam bahasa arab.
Namun penceramah tetap dibutuhkan oleh masyarakat awam, yang betul-betul kurang memiliki wawasan dan pemahaman atas agama Islam. Jadi meski seorang penceramah hanya punya ilmu agama pas-pasan, tetapi tidak ada rotan, akar pun jadilah.
Bahkan terkadang terjadi fenomena sebaliknya, banyak orang yang sudah sampai kepada level ulama, punya ilmu banyak dan mendalam, tetapi kurang fasih ketika berbicara di muka publik. Bahkan boleh jadi figurnya malah kurang dikenal. Sebab beliau tidak mampu berpidato di TV untuk menjaring iklan. Padahal dari sisi ilmu dan kedalamanannya atas kitabullah dan sunnah rasul-Nya, tidak ada yang mengalahkan.
Ulama Satu Bidang Ilmu
Di zaman sekarang ini, nyaris kita tidak lagi mendapatkan ulama dengan penguasaan di berbagai disiplin ilmu syariah. Kita hanya menemukan para ulama yang pernah belajar beberapa bidang ilmu, namun hanya menguasai satu atau dua cabang ilmu.
Misalnya, kita mengenal ada Syeikh Nashiruddin Al-Albani yang tersohor di bidang kritik hadits. Buku yang beliau tulis cukup banyak, namun kita tahu bahwa beliau bukan seorang yang ekpert di bidang lain, misalnya ilmu ushul fiqih, juga bukan jagoan ahli dibidang ilmu istimbath ahkam fiqih secara mendalam.
Kalau mau tahu apakah sebuah hadits itu shahih atau tidak, silahkan tanya beliau. Tetapi kalau tanya kaidah ushul fiqih, tanyakan kepada ulama lain yang ahli di bidangnya. Namun demikian, kita tetap harus hormat dan takzim kepada beliau atas ilmunya.
Ilmu-Ilmu Yang Harus Dikuasai Oleh Ulama
Idealnya, ilmu syariah dan cabang-cabangnya itu harus secara mendalam dikuasai, terlebih olehpara ulama. Sekedar gambaran singkat, di antaranya ilmu-ilmu syariah dan keIslaman yang harus dikuasai seorang ulama antara lain:
1. Ilmu Yang Terkait Dengan Al-Quran
  • Ilmu tajwid yang membaguskan bacaan lafadz AL-Quran
  • Ilmu qiraat (bacaan) Al-Quran, sepertiqiraah-sab’ah yang bervariasi dan perpengaruh kepada makna dan hukum.
  • Ilmu tafsir, yang mempelajari tentang riwayat dari nabi SAW tentang makna tiap ayat, juga dari para shahabat dan para tabi’in dan atbaut-tabi’in.
  • Ilmu tentang asbababun-nuzul, yaitu sebab dan latar belakang turunnya suatu ayat.
  • Ilmu tentang hakikat dan majaz yang ada pada tiap ayat Quran
  • Ilmu tentang makna umum dan khusus yang dikandung tiap ayat Quran
  • Ilmu tentang muhkam dan mutasyabihat dalam tiap ayat Quran
  • Ilmu tentang nasikh dan mansukh dalam tiap ayat Quran
  • Ilmu tentang mutlaq dan muqayyad, manthuq dan mafhum
  • Ilmu tentang i’jazul quran, aqsam, jadal, qashash dan seterusnya
2. Ilmu Yang Terkait dengan Hadits Nabawi
  • Ilmu tentang sanad dan jalur periwayatan serta kritiknya
  • Ilmu tentang rijalul hadits dan para perawi
  • Ilmu tentang Al-Jarhu wa At-Ta’dil
  • Ilmu tentang teknis mentakhrij hadits
  • Ilmu tentang hukum-hukum yang terkandung dalam suatu hadits
  • Ilmu tentang mushthalah (istilah-istilah) yang digunakan dalam ilmu hadits
  • Ilmu tentang sejarah penulisan hadits yang pemeliharaan dari pemalsuan
3. Ilmu Yang Terkait dengan Masalah Fiqih dan Ushul Fiqih
  • Ilmu tentang sejarah terbentuknya fiqih Islam
  • Ilmu tentang perkembangan fiqh dan madzhab
  • Ilmu tentang teknis pengambilan kesimpulan hukum (istimbath)
  • Ilmu ushul fiqih (dasar-dasar dan kaidah asasi dalam fiqih)
  • Ilmu qawaid fiqhiyah
  • Ilmu qawaid ushuliyah
  • Ilmu manthiq (logika)
  • Ilmu tentang iIstilah-istilah fiqih istilah fiqih madzhab
  • Ilmu tentang hukum-hukum thaharah, shalat, puasa, zakat, haji, nikah, muamalat, hudud, jinayat, qishash, qadha’, qasamah, penyelenggaraan negara dan seterusnya.
4. Ilmu Yang Terkait dengan Bahasa Arab
  • Ilmu Nahwu (gramatika bahasa arab)
  • Ilmu Sharaf (perubahan kata dasar)
  • Ilmu Bayan
  • Ilmu tentang Uslub
  • Ilmu Balaghah
  • Ilmu Syi’ir dan Nushus Arabiyah
  • Ilmu ‘Arudh
5. Ilmu Yang Terkait dengan Sejarah
  • Tentang sirah (sejarah nabi Muhammad SAW)
  • Tentang sejarah para nabi dan umat terdahulu dan bentuk-bentuk syariat mereka
  • Sejarah tentang Khilafah Rasyidah
  • Sejarah tentang Khilafah Bani Umayyah, Bani Abasiyah, Bani Utsmaniyah dan sejarah Islam kontemporer.
6. Ilmu Kontemporer
  • Ilmu politik dan perkembangan dunia
  • Ilmu ekonomi dan perbankan
  • Ilmu sosial dan cabang-cabangnya.
  • Ilmu psikologi dan cabang-cabangnya
  • lmu hukum positif dan ketata-negaraan
Ilmu-ilmu populer
Di masa lampau, orang yang disebut dengan ulama adalah orang-orang yang menguasai dengan ahli cabang-cabang ilmu di atas tadi. Namun di zaman sekarang ini, nyaris kita tidak lagi menemukannya.
Maka di zaman sekarang ini, para ulama dari beragam latar belakang keilmuwan yang berbeda perlu duduk dalam satu majelis. Agar mereka bisa melahirkan ijtihad jama’i (bersama), mengingat ilmu mereka saat ini sangat terbatas. Sementara ilmu pengetahuan berkembang terus.
Perbedaan Pendapat di Kalangan UIlama
Masalah perbedaan pendapat di kalangan ulama, barangkali yang anda maksud adalah pendapat fiqih dan fatwa-fatwa.
Sebelum kita memilih pendapat mereka yang menurut anda berbeda-beda, anda harus tahu terlebih dahulu latar belakang keilmuan mereka.
Untuk jawaban masalah hukum fiqih, maka janganlah bertanya kepada ulama hadits, atau ulama tafsir, atau ulama bahasa, atau ulama sejarah. Anda salah alamat. Kalau pun mereka jawab, jawaban mereka tetap kalah dibandingkan dengan jawaban ahlinya.
Misalnya, di Mesir saat ini ada ulama yang berfatwa tentang hukum wanita menjadi kepala negara. Sayangnya, beliau bukan ahli fiqih, tetapi doktor di bidang ilmu pendididikan. Tentu saja fatwanya aneh bin ajaib. Para ulama fiqih tentu terpingkal-pingkal kalau mendengar isi fatwanya.
Masalah fiqih tanyakan kepada ulama yang ahli di bidang ilmu fiqih. Sebab ilmu yang mereka miliki memang lebih menjurus kepada ilmu hukum fiqih.
Faktor Perbedaan Kasus dan Fenomena Sosial
Kalau para ahli fiqih berbeda pendapat, maka anda harus melihat pada konteks ketika mereka menjawab masalah itu. Apakah fatwa yang mereka keluarkan sesuai kondisi sosialnya dengan kondisi sosial di mana anda berada.
Misalnya ketika Syeikh bin Bazz mengeluarkan fatwa haramnya ziarah kubur, maka anda harus tahu bahwa fenomena ziarah kubur di negeri tempat tinggalnya memang sulit untuk dibilang tidak syirik. Sebab orang-orang di sana memang nyata-nyata menyembah kuburan, baik dengan jalan mencium, mengusap, meratap dan meminta rezeki kepada kuburan. Wajar sekali bila Syeikh bin Baz mengharamkan ziarah kubur.
Tetapi fatwa haramnya ziarah kubur versi beliau tidak bisa digeneralisir di semua tempat, yang fenomenanya berbeda.
Kalau di negeri kita ada orang yang ziarah kubur, namun tanpa menyembah dan melakukan hal-hal yang dinilai syirik, maka kita tidak bisa mengharamkannya. Karena ziarah kubur itu sunnah nabi, namun harus dengan cara yang dibenarkan.
Terkadang kesalahan bukan datang dari para ulama, tetapi dari orang awam yang salah kutip dan salah penempatan sebuah fatwa.
Faktor Perbedaan Nash dan Dalil
Terkadang perbedaan pendapat itu dilatar-belakangi oleh perbedaan nash dan dalil. Bila perbadaan pendapat itu memang berangkat dari perbedaan nash, yang oleh para ulama memang sejak dulu sudah menjadi titik perbedaan pendapat, maka kita dibolehkan untuk memilih yang mana saja dari pendapat yang berbeda itu.
Misalnya, ada dua hadits yang sama-sama shahih namun berbeda isi hukumnya. Hadits pertama mengatakan bahwa nabi Muhammad SAW sujud dengan meletakkan lutut terlebih dahulu baru kedua tanggannya. Hadits kedua mengatakan sebaliknya, beliau meletakkan tangan terlebih dahulu baru kedua lututnya. Maka yang mana saja dari hadits ini yang kita pakai, keduanya boleh digunakan. Toh keduanya sama-sama didasari oleh hadits shahih.
Faktor Perbedaan Dalam Menilai Keshaihan Hadits
Ada juga perbedaan pendapat karena perbedaan dalam menilai keshahihan suatu riwayat hadits. Sebab keshahihan suatu hadits memang sangat mungkin menjadi perbedaan pendapat. Seorang Bukhari mungkin saja tidak memasukkan sebuah hadits ke dalam kitab shahihnya, karena mungkin menurut beliau hadits itu kurang shahih. Namun sangat boleh jadi, hadits yang sama justru terdapat di dalam shahih Muslim.
Maka perbedaan dalam menilai keshahihan suatu hadits adalah hal yang pasti terjadi dan lumrah serta wajar.
Seperti dalam kasus hadits bahwa nabi Muhammad SAW diriwayatkan selalu melakukan qunut shalat shubuh hingga akhir hayatnya. Sebagian ulama menerima keshaihannya dan sebagian lainnya menolaknya.
Maka dalam hal ini, kita pun boleh menerima yang mana saja dari kedua pendapat itu, karena masing-masing jelas punya argumentasi yang kuat atas pendapat keshahihan riwayat itu.
Pendeknya, ketika sebuah pendapat dari seorang ulama memang betul-betul telah mengalami proses ijtihad dengan benar, meski pun sering kali tidak sama, maka pendapat yang mana pun boleh kita pakai.
Bahkan meski tidak konsekuen dalam menggunakan pendapat seorang ulama. Kita dibolehkan untuk mengambil sebagian pendapat dari seorang ulama dan dibolehkan juga untuk meninggalkan sebagian pendapatyang lainnya.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ilmu akan hilang jika manusia tidak beramal

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRGFto4j3yhTrkoTHKUHB-rcFB50xZ3t7flWETFYXAjDyaKjpql
Ilmu hilang jika manusia tidak beramal
(Tafsir Surah al-Maidah ayat 66) Jika mereka beramal dengan apa yang diturunkan oleh Allah nescaya Dia menjamin rezeki mereka dengan menurunkan hujan, hasil bumi yang berkat kepada mereka sebagai kurniaan Allah, sebagaimana firman-Nya kepada orang-orang yang beriman yang bermaksud: "Kalaulah penduduk negeri itu beriman dan bertakwa nescaya Kami bukakan kepada mereka keberkatan yang datang dari langit dan bumi." (Surah al-Anfal: 96)
Allah Taala beri keberkatan kepada mereka. Bagaimanapun ada perbezaan antara berkat dan kekayaan. Ada negeri yang kaya raya tetapi tidak ada keberkatan dalam pentadbiran kerajaannya.
Negeri itu kaya tetapi susah dengan banyaknya maksiat dan sebagainya dengan sebab kekayaan yang diperolehi.
Ini menandakan tidak adanya keberkataan dalam kekayaan yang diperolehi itu akibat penyalahgunaan kekayaan untuk tujuan yang bercanggah dengan ajaran Allah SWT.
Sementara perkataan berkat hanya ada dalam Islam sahaja. Dalam ilmu ekonomi Barat tidak ada perkataan berkat. Begitu juga semua sistem atau teori Barat termasuk kapitalisme, liberalisme, nasionalisme, sosialisme, komunisme, dan sebagainya tidak ada persoalan yang berkaitan dengan keberkatan. Apa yang ada ialah persoalan kekayaan, kesenangan dan kemajuan.
Berkat bermakna sekiranya kita kaya, kita menjadi baik dengan kekayaan yang diperolehi. Rezeki yang sedikit membawa kebaikan yang banyak.
Berkat yang dikurniakan oleh Allah apabila seseorang itu beriman dan bertakwa. Ini perkara yang dijanjikan oleh Allah.
Tetapi Allah Taala nyatakan dalam firman-Nya yang bermaksud: "Telah zahir keburukan di darat dan di laut hasil dari kerja yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia supaya dirasakan kepada mereka sebahagian daripada apa yang mereka kerjakan mudah-mudahan mereka kembali kepada Allah." (Suratur Rum: 41)
Senang pada zahirnya tetapi susah pada hakikatnya. Antara lain ialah duit banyak tetapi tidak tahu bagaimanakah cara menggunakannya.
Wang yang digunakan untuk membuat sesuatu, tidak memberi faedah dan tidak mendatangkan pahala serta kebaikan daripada Allah SWT.
Ini adalah janji dari Allah untuk mengurniakan rezeki kepada orang Yahudi. Wahai orang Yahudi, wahai ahlil kitab, masuk Islamlah kamu. Kamu tegakkan Taurat dan Injil, nescaya kamu selamat.
Ramai di kalangan pendita-pendita Yahudi takut masuk Islam. Mereka menyangka Jika masuk Islam mereka akan bertukar perwatakan, yang menjadi pemimpin tidak lagi menjadi pemimpin, dan yang kaya menjadi miskin.
Mereka nampak dunia semata-mata tetapi mereka tidak nampak apakah kebaikan yang akan diperolehi di hari akhirat kelak.
Rasulullah s.a.w. menyatakan kepada orang yang beriman dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hatim bahawa suatu hari Nabi s.a.w. telah bersabda yang bermaksud; "Hampirlah ilmu itu dihilangkan oleh Allah."
Dalam hadis yang lain diriwayatkan bahawa makna menghilangkan ilmu itu ialah dimatikan ahli-ahli ilmu (para ulama). Sementara orang Islam tidak beramal dengan ilmu.
Akibat itu ilmu menjadi hilang dan ilmu yang paling pertama hilang ialah ilmu pembahagian harta pesaka yang menjadikan tanda hampirnya kiamat, sehingga tidak ada seorang pun yang mengetahui cara pembahagian harta pusaka mengikut hukum Islam.
Ada perancangan di peringkat antarabangsa untuk menghapuskan sistem pembahagian pusaka menurut Islam kerana mendakwa kononnya Islam tidak berlaku adil terhadap lelaki dan perempuan dalam pembahagian pusaka.
Akhirnya perancangan itu akan berjaya sekiranya orang Islam tidak mempertahankan hukum Islam. Bila para ulama membisu seribu bahasa, tidak berani menegakkan yang hak, akhirnya Allah Taala menghilangkan ilmu dengan mematikan ulama.
Apabila Nabi s.a.w. mengatakan hampirlah diangkat ilmu, lalu seorang sahabat yang bernama Ziad bin Labit berkata, "wahai Rasulullah, bagaimana diangkatkan ilmu pada hal kami membaca al-Quran dan kami mengajarkannya kepada anak-anak kami."
Dalam satu riwayat yang lain, "kami ajar kepada anak-anak kami, anak-anak kami pula mengajar kepada cucu-cucu kami, cucu-cucu kami mengajar kepada cicit-cicit kami, mana boleh diangkatkan ilmu."
Nabi menjawab dengan sabdanya yang bermaksud; "Apakah engkau ni wahai Ibnu Labit, sesungguhnya aku berpendapat engkaulah orang yang paling faham di kalangan penduduk Madinah. Tetapi di dalam perkara ini kamu tidak memahaminya."
"Tidakkah, Taurat dan Injil berada di tangan orang-orang Yahudi dan Nasara? Taurat dan Injil tidak boleh berbuat apa-apa kepada mereka itu kerana mereka meninggalkan perintah Allah. Allah berfirman yang bemaksud; "kalaulah sekiranya mereka itu menegakkan Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepada mereka daripada Tuhan mereka (al-Quran) nescaya mereka itu boleh makan rezeki dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di kalangan mereka itu ada golongan yang sederhana dan kebanyakan mereka itu alangkah buruknya apa yang mereka lakukan." (Surah al-Maidah:66)

Hakikat Penyakit Riak

http://fc03.deviantart.net/fs16/f/2007/148/2/0/islamic_art_by_razangraphics.jpg
Firman Allah dalam surah al-Ma’un ayat 4-6 yang bermaksud:

"Maka celakalah bagi orang yang solat. (Iaitu) orang yang lalai solatnya dan orang-orang yang riak."

Pengertian riak

Riak itu ialah melakukan kebaikan dan amal ibadat semata-mata untuk mencari tempat di dalam hati manusia.
Perkara yang diriakkan oleh manusia;

1. Riak dari segi badan
Riak jenis ini menunjukkan seseorang itu menampakkan keletihannya kerana berpuasa dan banyak berjaga malam untuk beribadat.

2. Riak pada pakaian
Seseorang itu memakai pakaian yang menunjukkan kewarakan dirinya sedangkan hakikatnya tidak. Memakai pakaian sebegini di hadapan golongan tertentu kerana kepentingan diri sedangkan di waktu lain dia bukanlah sebegitu malah hatinya juga bukanlah berniat untuk mendapat keredhaan Allah tetapi mengharap penghormatan daripada orang lain.
3. Riak dengan perkataan
Riak ini adalah seseorang itu menunjukkan dirinya seorang yang benar dan ikhlas melalui perkataan yang keluar dari bibirnya. Tuturnya seperti seorang penasihat dan pensyarah. Dia memilih lafaz-lafaz yang halus dan dalam maknanya juga kata-kata hikmat beserta hadith. Dia juga berkata seperti kata para Nabi dan aulia sedangkan pada hakikatnya dia sebenarnya sunyi dan kosong.
4. Riak pada amalan
Orang sebegini adalah sering menzahirkan khusyuk dalam solat dan sengaja memanjang-manjangkan rukuk dan sujud apabila ada orang melihatnya. Orang seperti ini sering bersedekah secara terang-terangan, pergi menunaikan fardhu haji, berjalan menundukkan kepala dan kurang berpaling ke kanan dan ke kiri padahal Allah mengetahui batinnya. Sedangkan jika dia bersendirian amalannya bukan sempurna sebegitu, seperti solat dengan cepat, berjalan laju dengan matanya sering meliar ke sana ke mari dan sebagainya.
5. Riak dengan ramainya murid dan pengikut
Seseorang itu berasa bangga dengan murid dan pengikut yang ramai. Demikian juga seperti seseorang yang sering menyebut nama ulama’ itu dan ulama’ ini bagi menunjukkan dirinya seorang yang banyak bertemu dengan syeikh dan ulama.

Peringkat Riak

1. Riak Akbar
Riak akbar ialah seseorang itu taat melakukan ibadat tetapi untuk mendapatkan sesuatu daripada manusia dan bukanlah untuk beroleh keredhaan Allah SWT. Riak ini adalah berpaling terus daripada Allah pada keseluruhannya kerana hanya berkiblatkan manusia.
2. Riak Asghar
Riak asghar ini pula ialah melakukan sesuatu untuk mendapatkan apa yang ada pada manusia dan apa yang pada Tuhan iaitu melakukan amal kerana Allah dan kerana yang lain daripada-Nya. Riak ini adalah lebih ringan daripada riak akbar kerana orang itu menghadap Allah pada satu segi dan kepada manusia pada satu segi yang lain.
3. Riak Jali (yang terang)
Riak ini ialah mendorong seseorang itu untuk melakukan amal ibadat. Sehinggakan jika tanpa riak ini dia tidak berminat untuk melakukan amal.
4. Riak Khafi (yang tersembunyi)
Riak ini pula tersembunyi di dalam hati di mana ianya mendorong seseorang itu untuk lebih rajin beribadat.

Punca Riak

Sebab-sebab yang boleh membawa kepada penyakit riak ini antaranya ialah;
1. Sifat suka dipuji oleh orang lain.
Sifat ini akan membawa kepada bangga diri dan suka menunjuk-nunjuk kelebihan kepada orang lain.
2. Takut dikritik atau dicerca oleh orang lain.
Ketakutan ini boleh membawa kepada penampilan yang kurang jujur dan suka berpura-pura.
3. Cintakan kehidupan dan kemewahan dunia dan lupa pada kematian.
Seseorang itu melakukan segala pekerjaan adalah semata-mata kerana untuk menarik perhatian orang lain, dan menganggap dirinya hebat. Manusia sebegini mengharapkan ganjaran atas segala pekerjaan yang dilakukan.

Bagaimana mengelakkan sifat riak?

Rawatan terbaik bagi segala penyakit di muka bumi ini adalah dengan menjauhi sebab-sebab dan punca terjadinya penyakit.
Terdapat beberapa cara untuk menghindari sifat riak daripada menguasai hati;
1. Sentiasa mengingatkan diri sendiri tentang perkara yang diperintahkan Allah dan juga sering menyucikan hati dengan melakukan ibadat-ibadat khusus seperti zikir dan membesarkan kekuasaan Allah.
2. Mengawasi diri agar sentiasa takut akan kemurkaan Allah. Dengan ini akan membawa diri agar sentiasa berwaspada dalam melakukan perkara yang boleh mengheret kepada dosa dan seksaan Allah pada hari akhirat kelak.
3. Berwaspada terhadap perkara-perkara yang boleh menghapuskan pahala amalan yang dilakukan akibat riak.
4. Menanamkan di dalam diri bahawa melakukan sesuatu perkara kerana manusia sehingga membawa kemurkaan Allah itu patut dijauhkan.
5. Sentiasa mengawasi diri daripada lalai terhadap ujian dan nikmat yang dikurniakan Allah untuk menghampirkan diri kepada Allah.
6. Ikhlaskan diri dalam setiap amalan yang dilakukan. Apabila berasa suka dipuji dan diberi penghargaan setiap kali membuat sesuatu perkara yang baik dan berasa terhina apabila ditegur, maka inilah tanda wujudnya sifat riak.
Adakalanya terdapat juga orang yang melakukan amal kebajikan dengan niat ikhlas kerana Allah, namun dia mendapat mendapat perhatian daripada orang lain atas amalannya. Keadaan ini tidak diambil kira sebagai riak kerana dia sememangnya niat dengan ikhlas pada awalnya. Namun, untuk melakukan satu-satu ibadat pada permulaannya akan menyebabkan timbulnyaperasaan riak dan rasa bangga diri, namun apabila amal itu sering dilakukan dan berterusan dengan niat ikhlas pastinya perasaan riak itu akan terhapus sedikit demi sedikit.
Janganlah takut untuk pergi ke masjid, mendengar tazkirah, menunaikan solat jemaah dan sebagainya kerana takut akan dikatakan riak sedangkan dengan riak itulah akan mendorong dan menggalakkan kita untuk beramal dan meningkatkan ibadat. Tetapi, jangan biarkan perasaan riak itu terus menerus menguasai diri kerana apabila ada riak dalam setiap amalan maka amalan yang dilakukan adalah sia-sia belaka.

Sunday, April 3, 2011

Pertama kali kerajaan Tunis membenarkan gambar wanita bertudung pada Kad Pengenalan

http://www.onislam.net/arabic/oimedia/onislamar/images/mainimages/betaqa-hejab-2-4-2011.jpg
Semenjak tahun 1993 kerajaan Tunisia melarang pengguna gambar wanita bertudung dalam pengeluaran kad pengenalan. Kini Kerajaan Tunisia telah merombak undang-undang tersebut sesuai dengan kebangkitan rakyat Tunis dan lain-lain negara arab kearah pembentukan negara Islam di Benua Arab.
Terjemahan Google
Tunisia - telah mengguna pakai Kementerian Dalam Negeri Tunisia untuk menukar undang-undang yang berlaku di Tunisia akan dibenarkan untuk menyerahkan "kad identiti nasional" dari warga perempuan Tunisia terselubung, dan dalam konteks "rangka reformasi yang sedang berlangsung dalam rangka menegakkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Revolusi Agung, dan untuk menjamin penghormatan berkesan untuk kebebasan awam dan individu."
Kementerian Dalam Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan melalui laman depan rasmi "boleh" pada hari Jumaat 2011/04/01 akan berada dalam beberapa hari ke depan pengubahsuaian dari bab-bab undang-undang 717 pada bulan April 1993, yang tidak memungkinkan ekstraksi kad pengenalan dengan foto terselubung dan terbatas pada perkhidmatan di Laman baru pada (dan harus) menunjukkan wajah dan mata "dalam kad pengenalan ditampal gambar, yang bermaksud menerima gambar terselubung.
Kenyataan menambah bahawa "semakan dari nombor tempahan 717 dari April 13, 1993 memperbaiki material dan spesifikasi teknikal untuk kad pengenalan kebangsaan untuk membolehkan ekstraksi dari kad pengenalan nasional, termasuk foto-foto terselubung."
Kementerian menambah bahawa "tindakan ini termasuk dalam rangka reformasi yang sedang berlangsung dalam rangka menegakkan prinsip-prinsip Revolusi Jaya dan untuk memastikan penghormatan berkesan untuk kebebasan awam dan individu."
Berjenggot I.
Dan mulai menerapkan perubahan baru yang sesuai dengan arahan daripada Menteri Dalam Negeri akan selepas keluaran, dan dia meminta "semua bidang penjaga keselamatan dan komitmen kebangsaan untuk melaksanakan susunan dan penerimaan yang baik dari warga negara dan untuk memberikan perkhidmatan pentadbiran kepada mereka semua keterbukaan fikiran dalam batas waktu legal yang ditentukan dalam rangka memelihara hak-hak mereka dan mengelakkan disabling kepentingan mereka."
Perintah datang setelah kurang dari dua bulan untuk membolehkan perkhidmatan di 12 Februari menyerahkan kad pengenalan untuk berjanggut.
Pihak pembangkang dan pertubuhan-pertubuhan hak asasi manusia mengecam Peraturan menggulingkan Presiden Zine El Abidine Ben Ali dilanggar pada memakai tudung, yang ia sebut "pakaian sektarian" sebagai "kesalahan terhadap kehidupan peribadi."
تونس- صادقت وزارة الداخلية التونسية على تعديل للقوانين السارية في تونس يسمح بموجبه بتسليم "بطاقة التعريف الوطنية" للمواطنات التونسيات المحجبات، وذلك في سياق "إطار الإصلاحات المتواصلة من أجل تكريس مبادئ وقيم الثورة المجيدة، وضمان الاحترام الفعلي للحريّات العامّة والفردية".
وأوضحت وزارة الداخلية في بيان نشرته عبر صفحتها الرسمية على "فيسبوك" الجمعة 1-4-2011 أنه سيتم في الأيام القليلة المقبلة تعديل أحد فصول القانون 717 الصادر في أبريل سنة 1993، والذي لم يكن يسمح باستخراج بطاقات هوية تحمل صور محجبات، واقتصرت الوزارة في التعديل الجديد على (وجوب) إظهار الوجه والعينين" في الصورة الملصقة ببطاقة الهوية وهو ما يعني قبول صور المحجبات.
وأضاف البيان أن "تنقيح الأمر عدد 717 المؤرّخ في 13 أبريل 1993 المتعلق بضبط المواصفات المادية والفنية لبطاقة التعريف الوطنية وذلك بالسماح باستخراج بطاقات تعريف وطنية متضمّنة لصور شمسية لمحجّبات".
وأضافت الوزارة أن "هذا الإجراء يندرج في إطار الإصلاحات المتواصلة من أجل تكريس مبادئ الثورة المجيدة وضمان الاحترام الفعلي للحريات العامة والفردية".
الملتحون أولا
وبدأ تطبيق التعديل الجديد وفقا لتعليمات وزير الداخلية فور صدوره، ودعا الوزير "كلّ مناطق الأمن والحرس الوطنيين الالتزام بتطبيق هذا الأمر وحسن قبول المواطنين وتقديم الخدمات الإداريّة إليهم بكل رحابة صدر وفي الآجال القانونيّة المحدّدة حفاظا على حقوقهم وتجنّبا لتعطيل مصالحهم".
ويأتي هذا الأمر بعد أقل من شهرين من سماح الوزارة في 12 فبراير/ شباط الماضي بتسليم بطاقات الهوية للملتحين.
وكان معارضون ومنظمات حقوق إنسان نددوا في عهد الرئيس المخلوع زين العابدين بن علي بالتضييق على مرتديات الحجاب الذي كان يطلق عليه "الزي الطائفي" باعتباره "انتهاكاً للحياة الشخصية".

Tentera Mesir adalah mangsa kerakusan raja rasuah mubarak

Dari taklimat yang diberikan, jelas kepada kita Tentera Mesir memiliki semangat juang yang tinggi serta adil kepada semua pihak termasuk penganut agama kristian.
Semoga Allah SWT mengampuni dosa mereka selama 30 tahun bersekongkol dengan raja rasuah mesir.

Bekas Gabenor Bank Dunia memakai sarung kaki berlubang

رئيس البنك الدولي بجوارب مثقوبة - Hespress


Wanita Kanada pertama bertudung dalam tentera Kanada


http://www.hespress.com/_img/wafaecanadianarmy.jpg
Terjemahan Google
Peribadi yang tegas yang dimiliki dan Q-Dabbagh, seorang pemimpin yang naik ke peringkat komander - leftenan, dan ahli-ahli pertama dari angkatan bersenjata Kanada memakai tudung.
Para Jeneral David Johnston untuk memberikan pingat pertama dari eksekutif perkhidmatan untuk lima puluh elemen Tentera Kanada Wafa Dabbagh, salah satu daripada mereka, dan berkata selepas itu, berkata: "Saya tidak berusaha untuk membuktikan sesuatu atau menjadi yang pertama dalam apa yang saya hanya mencari pekerjaan yang anda cari. untuk petualangan. "
Dan bercerita tentang Skinner setelah mereka pindah dari pasukan sedikit untuk solat lagi sebelum salah satu petugas, dan bertanya mengapa dia pergi, dan jika ada seseorang terganggu. Bunga di tetangga mendengar tentang mereka, dan segala sesuatu yang baik-baik saja, dan saya menjelaskan kepadanya bahawa dia berdoa kepada Tuhan, karena harus ada waktu untuk menyendiri dengan satu dengan Tuhan.
Kejijikan Barat Ketua Kol Stephen Costner berkata: "Ini hati yang baik, tetapi mereka juga tahu kapan harus tegas."
Dalam pernyataan kepada media mengatakan al-Dabbagh: "Aku ingin Kanada tahu bahawa ada orang-orang melayani Kanada bukan orang-orang dengan rambut pirang dan mata biru, dan kita bekerja bersama-sama: putih, hitam, Asia, keturunan Arab dan penduduk Dan saya - dengan rendah hati - Aku tidak hanya salah satunya .."
* Sumber: Ottawa Citizen
شخصية عنيدة تلك التي تملكها وفاء الدباغ، الرائدة التي ارتقت الى رتبة قائد- ملازم، وأول عضو في القواتالمسلحة الكندية ترتدي الحجاب.
وقد قام الجنرال ديفيد جونستون بمنح أول ميداليات للخدمة التنفيذية لخمسين من عناصر القوات الكندية كانت وفاءالدباغ واحدة منهم، والتي صرحت عقب ذلك قائلة: " لم أكن أحاول إثبات أي شيء أو أن أكون الأولى في أي شيء.كنت فقط أبحث عن عمل كما كنت ابحث عن المغامرة".
وتحكي الدباغ أنها ذات مرة ابتعدت عن الفريق قليلا لأداء الصلاة، فجاءها أحد الضباط، وسألها عن سبب ذهابهابعيدا، وإذا ما كان هنالك شخص ما يزعجها. فشكرته على اهتمامه بأمرها، وان كل شيء على ما يرام، وشرحت لهأنها كانت تصلي لله، إذ هنالك وقت يجب أن يخلو فيه المرء مع ربه.
وقد مدحها رئيسها الكولونيل ستيفان كوستنر قائلا:" إنها طيبة القلب، لكنها أيضا تعرف متى تكون حازمة".
وفي تصريح لوسائل الإعلام قالت الدباغ:" أريد الكنديين ان يعرفوا أن هناك أناسا يخدمون كندا ليسوا من ذوي الشعر الأشقر والعيون الزرقاء، ونحن نعمل جميعا معا: الأبيض والأسود والآسيوي والعربي والساكن الأصلي. وأنا – بتواضع شديد - لست إلا واحدة من هؤلاء ".
*المصدر: اوتاوا سيتيزن

Si Jahil yang Cuai Dan Si Alim yang Malas.

Si Jahil yang Cuai Dan Si Alim yang Malas.

Perumpamaan seorang JAHIL yang CUAI dalam menuntut ilmu yang wajib itu,laksana seorang hamba yang dikirimi surat oleh tuannya,yang menyuruhnya melakukan beberapa perkara dan melarangnya dari beberapa perkara.Malangnya sang hamba itu tidak Melihat isi surat itu,kerana tidak mengerti apa yang terkandung di dalamnya,padahal ia boleh mempelajarinya dan bertanya kepada orang lain.

Demikian pulalah dengan perumpamaan seorang alim yang tiada beramal dengan ilmunya,laksana seorang hamba yang melihat isi surat tuannya serta mengetahui apa yang terkandung di dalam surat itu,akan tetapi ia enggan mematuhi segala suruhan yang terkandung di dalamnya serta menjauhi segala larangannya.

Cubalah renungkanmwahai saudara0saudara,moga-moga Allah merahmati anda,adakah cuai yang lebih dahsat dari kecuaian dua orang hamba ini terhadap perintah tuannya?apatkah mereka membuat alasan atau mengemukakan keuzuran kepada tuan mereka?Bukankah mereka itu patut menerima seksa dan balasan,kerana berani menentang perintah dan kurang perhatian terhadap arahan tuannya.Awas,janganlah anda menjadi selaku salah seorang dari kedua orang tadi;iaitu seorang jahil yang tiada mahu belajar,ataupun seorang alim yang tiada beramal dengan ilmunya,kelak anda akan binasa.Ketika itu anda akan rugi-ruginya di dunia dan di akhirat,itulah yang dikatakan kerugian yang nyata.

Adapun memperluas diri dalam ilmu-ilmu agama yang berguna dan menambah pengetahuan lebih dari kadar yang perlu,maka itu adalah sebaik-baik jalan untuk menuju kepada Allah Ta'ala dan seutama-utama amalan di sisiNya.Akan tetapi menuntut ilmu itu hendaklah disertakan dengan tulus-ikhlas,dan dilakukan semata-mata kerana Allah Ta'ala.Sesudah itu hendklah ia mengerah dirinya untuk beramal dengan ilmu yang dituntutnya serta mengajarkannya pula kepada orang lain,dengan tujuan menempa keredhaan Allah Ta'ala dan mendapat balasanNya di hari Akhirat.

Saturday, April 2, 2011

The term -GOD- and Allah

Words of Remembrance for Morning and Evening





Hidup di atas Sunnah Nabi Muhammad SAW



Doa Munajat Qiamullail yang sedih dan Doa dan Rintihan Kepada Allah SWT yang mentadbir Langit dan Bumi

Doa Munajat Qiamullail yang sedih





Doa dan Rintihan Kepada Allah SWT yang mentadbir Langit dan Bumi

Hakikat keberanian tentera zionis

19 Akal Dalam Beragama

19 Akal Dalam Beragama

Rasulullah SAW pernah bersabda: Maksudnya: Tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal.
Ertinya orang yang akalnya tidak sihat atau orang yang tidak siuman atau orang yang terencat akal ataupun orang gila tidak boleh dan tidak mampu beragama. Mereka pun tidak dituntut beragama. Jelasnya mereka tidak dituntut bertauhid, bersyariat ataupun bertasawuf.

Mereka bukan orang yang mukalaf. Oleh itu mereka tidak disuruh menegakkan syariat. Mereka terlepas dari hukum suruhan dan hukum larangan Tuhan. Kalau mereka berbuat ibadah, tidak diberi pahala. Kalau mereka berbuat maksiat dan kemungkaran pun tidak berdosa.

Mereka ini dianggap sebagai ahlul fitrah. Mereka ini sama sahaja dengan kanak-kanak yang mati sebelum akil baligh tidak kira apa agama ibu ayah mereka dan juga manusia yang tidak sampai kepada mereka seruan dakwah. Mereka semua adalah ahli syurga.

Namun istilah tidak berakal dalam hadis tersebut bukan sahaja bermaksud gila atau tidak siuman atau terencat akal. Kalau itulah yang dimaksudkan, sudah tentu Rasulullah akan terus menyebut gila atau tidak siuman. Tidak berakal di sini jugabermaksud belum pandai menggunakan akal atau akal yang belum sempurna. Seperti kanak-kanak yang belum cukup umur atau belum akil baligh, mereka ini bukan gila atau bukan tidak siuman. Cuma mereka belum pandai menggunakan akal dan oleh itu dianggap tidak berakal. Mereka ini tidak diwajibkan beragama.

Walaupun begitu, hadis ini tidak pula bermaksud orang yang berakal atau orang yang sempurna akalnya sudah tentu akan beragama. Ini tidak berlaku. Berapa ramai kita lihat orang yang berakal malahan yang pandai-pandai pula tidak beragama bahkan ada di antara mereka yang menentang agama.Seperkara lagi, walaupun agama dalam hadis ini dikaitkan dengan berakal, ini tidak bermakna akal itu semata-mata adalah alat untuk beragama.

Justeru itu kalau akal diasah tajam-tajam dan diisi dengan berbagai-bagai dan sebanyak-banyak ilmu,belum tentu seseorang itu akan beragama, walaupun ilmu yang ada padanya adalah ilmu Quran dan hadis. Berapa ramai kita lihat profesor-profesor terutama di universiti-universiti di Barat dan Amerika yang mengajar ilmu Islam dan memberi ijazah,masters dan PhD ilmu Islam kepada graduan-graduan Islam tetapi mereka sendiri tidak beriman.

Hadis ini merujuk kepada orang yang tidak berakal dan bukan kepada orang akal. Orang yang tidak berakal ialah orang yang tidak pandai atau belum pandai menggunakan akalnya. Orang akal pula ialah orang yang mengagungkan akalnya. Ada beza antara dua istilah ini. Kalau orang yang tidak berakal susah hendak beragama, orang akal yang berpandukan akalnya danlogik semata-mata, lebih-lebih lagilah susah hendak beragama.Sebenarnya, tidak berakal dalam hadis ini membawa maksud akal yang tidak terpimpin. Orang yang akalnya tidak terpimpin dianggap tidak berakal.

Dalam Islam, akal yang tidak terpimpin itu ialah akal yang tidak dapat berfungsi di atas landasan hak dan kebenaran. Iaitu akal yang berputar dengan bebas tanpa dikawal oleh hati yang yakin, beriman dan takut kepada Allah. Islam menganggap orang yang akalnya tidak mahu tunduk kepada hatinya atau kepada kebenaran sebagai orang yang tidak berakal. Akal seperti ini hanya akan tunduk kepada nafsunya sahaja.

Walau bagaimana pintarnya akal yang tidak terpimpin ini, ia tidak akan dapat keluar dari kepompong alam dunia dan alam material. Ia tidak dapat meneroka alam-alam yang lebih seni dari alam syahadah atau alam nyata ini seperti alam barzakh alam akhirat, syurga, neraka, malaikat dan hal yang berkaitan dengan Tuhan itu sendiri. Walhal semua itu adalah benar.Akal yang tidak terpimpin ini sangat bahaya. Ia akan bergantung habis-habisan kepada logik akal semata-mata dan tidak akan nampak sumber kebenaran yang lain.

Walhal kalau mengikut logik akal, akhirat itu tidak logik, syurga dan neraka tidak logik, hidup sesudah mati itu tidak logik, malaikat tidak logik bahkan Tuhan itu pun tidak logik. Justeru itu, orang yang akalnya tidak terpimpin akan mendapati sukar untuk mempercayai perkara-perkara ghaib seperti malaikat, hari kiamat, Tuhan dan sebagainya.

Itu sebab dalam Islam, pendidikan adalah berteraskan konsep yang terkandung di dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda: Maksudnya: Awal-awal agama mengenal Allah.
Awal-awal lagi, kanak-kanak perlu dikenalkan kepada Allah supaya hati mereka terisi dengan rasa-rasa bertuhan. Rasa-rasa inilah yang akan menguasai dan memimpin akal mereka. Akal mereka akan berputar dan berfungsi di bawah kawalan hati mereka yang sentiasa terhubung dengan Tuhan dan yang sentiasa terisi dengan kebenaran dan rasa-rasa bertuhan.

Islam tidak mahu akal itu digunakan secara bebas tanpa kawalan. Islam mahu akal itu sentiasa terpandu. Islam menuntut kita berzikir sambil berfikir. Ini dapat dilihat dalam sepotong ayat dalam Al Quran: Maksudnya: Orang yang sentiasa mengingati Allah(berzikir) dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring dan mereka berfikir tentang kejadian langit dan bumi. (Surah Ali Imran: 191)


Hati mesti terhubung dahulu dengan Tuhan melalui zikir,barulah akal digunakan untuk berfikir. Berzikir itu kerja hati.Berfikir itu kerja akal. Barulah fikiran itu akan dibantu dan dipandu oleh Tuhan. Kalaulah akal dibebaskan berfikir tanpa kawalan hati yang berzikir, ia akan tersimpang dari kebenaran.Akal itu kalau dibebaskan berfikir, penghujungnya nanti ia akan menafikan kewujudan Tuhan. Kerana hal-hal Tuhan dan perkaraperkara ghaib adalah diluar kemampuan akal memahaminya.

Ditakuti bila perkara-perkara ini tidak difahami, akal akan menafikannya. Itulah bahayanya akal. Sebab itu ia perlu dikawal dan dipimpin oleh hati.Mari kita lihat cara mencari kebenaran berpandukan prinsip dan kaedah falsafah, iaitu kaedah yang dicipta oleh orang akal yang seratus-peratus bergantung kepada kekuatan akal sematamata.Dalam sesuatu perkara atau permasalahan itu, ditimbulkan berbagai-bagai keraguan terlebih dahulu. Selepas itu barulah akal digunakan untuk mencari hujah dan kepastiannya yang paling masuk akal.

Atas dasar inilah penemuan-penemuan dan teori-teori falsafah dikemukakan. Dalam Islam, ini tidak berlaku. Ilmu kepastian perlu didapatkan terlebih dahulu dari Tuhan. Selepas itu barulah akal digunakan untuk melaksana dan mengembangkannya. Dengan itulah akal akan sentiasa terpimpin dan tidak akan terkeluar dari garisan orbitnya. Ia tidak perlu mencipta sistem, konsep atau doktrin yang baru tetapi hanya perlu mengembangkan konsep yang telah ditetapkan oleh Tuhan.

Inilah sebenarnya fungsi akal. Ia menterjemah dan mencari kaedah atau jalan bagaimana hukum dan syariat Tuhan boleh difahami dan dilaksanakan. Akal itu adalah pelaksana bagi sistem dan hukum yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Ia bukan pencipta sistem atau hukum baru. Bila akal digunakan untuk mencipta sistem dan hukum, maka porak-perandalah hidup manusiakerana sistem dan hukum yang dicipta itu akan berlawanan dan bertentangan dengan keperluan dan tuntutan fitrah semulajadimanusia.

Hanya Tuhan sahaja yang mengetahui keperluan dan kehendak manusia yang sebenar kerana Dialah yang mencipta manusia. Oleh itu hukum Tuhan sahajalah yang sesuai dan patut digunapakai untuk manusia.
Tidak berakal boleh juga bermaksud tidak cerdik. Bila akal tidak cerdik, tidak pandai bertindak dan tidak pandai menyelesaikan masalah, dia tidak akan mampu dan tidak akan berupaya untuk memahami, menterjemah dan melaksanakan segala hukum dan syariat Tuhan.Akal seperti ini tidak akan dapat menegakkan tuntutan agama yang sebegitu banyak. Ia tidak akan dapat mempraktikkan agama secara syumul dan menyeluruh. Ia hanya akan dapat berbuat ibadah-ibadah yang khususiah seperti solat, puasa, wirid, zikir,baca Quran dan sebagainya. Ia mungkin boleh menjadi seorang ahli abid.

Tetapi agama bukan setakat melaksanakan ibadah khususiah dan menjadi ahli abid sahaja. Agama termasuk menegakkan segala tuntutan-tuntutan yang lain samada yang berbentuk batiniah mahupun lahiriah. Agama menuntut kita menegakkan tamadun rohani dan tamadun lahir.

Tamadun rohani melibatkan hati, akal dan nafsu yang perlu dibina dan didik sehingga seseorang itu menjadi orang yang betul-betul kenal Allah (arifbillah) dan bertaqwa kepada Allah.Di segi lahirnya pula, Islam sebagai cara hidup (addin) perlu ditegakkan dalam semua aspek kehidupan sama ada dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, pentadbiran, kebudayaan,kewangan, khidmat kesihatan dan sebagainya. Inilah yang dinamakan tamadun lahir. Barulah Islam itu lengkap, syumul dan sempurna. Barulah keperluan lahir dan rohani manusia dapat dipenuhi.

Inilah yang dimaksudkan dengan agama iaitu cara hidup atau addin yang syumul dan lengkap.Ini semua bukan perkara mudah. Hanya orang yang berakal dan yang cerdik sahaja mampu melaksanakan semua ini. Orang yang tidak cerdik tidak akan dapat memahaminya, jauh sekali untuk menegak dan melaksanakannya. Mereka hanya akanmampu menjadi ahli ibadah semata-mata. Kita harus ingat bahawa maksud agama dalam hadis ini dan pemahaman agama yang sebenar meliputi seluruh sendi-sendi dalam agama yang wajib kita tegakkan samada yang lahir mahupun yang batin. Jelas bahawa orang yang tidak berakal atau tidak cerdik akan dapati sukar untuk menegakkan agama yang merangkumi semua aspek kehidupan. Mereka tidak akan mampu menegakkan tamadun lahir. Tanpa akal, umat Islam akan jadi beku dan jumud.

Begitulah maksud-maksud yang tersurat dan tersirat bagi berakal dan agama yang terkandung dalam hadis ini. Kita tidak dapat lari dari hakikat bahawa akal itu perlu dalam agama akan tetapi hanya apabila ia tunduk dan dipimpin oleh hati.