"Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui." (Al-Baqarah: 169).
“Wahai orang beriman, jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidik (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menyebabkan kamu menyesali perkara yang kamu lakukan.” (Surah al-Hujurat, ayat 6)
Di kemaskini post pada 04/02/2021 Pada jam 23:40pm Kuala Lumpur

Thursday, July 5, 2012

21 Adab berbicara-Amalan Mereka Yang Dekat Dengan Allah SWT


http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSLz4rZN1QKdJpDoY3lsfzByiFUt9Elitz9jYDwMisyGVi_lF1dvuG7InMVAg
Adab Berbicara:Panduan bagi murid pada adab berbicara seperti berikut:
1. Orang yang berakal akan mempertimbangkan dengan baik setiap langkah yang akandiambilnya. Tidak ada satu pekerjaan yang dilakukan dengan sia sia atau kerana kebiasaanbelaka. Semua amalnya dilandas dengan niat niat baik, khususnya saat berbicara. Keranadalam ucapan / percakapan tersimpan berbagai rahasia yang menakjubkan dan hikmahmengagumkan yang harus diperhatikan oleh mereka yang mempunyai akal.Keterangan:“Sesiapa yang tidak dapat berfikir dahulu sebelum membuat sesuatu pekerjaan akan sia siadisebabkan ucapan dan percakapan mengandungi rahasia yang sangat menakjubkan danhikmah yang terkeluar sangat mengagumkan yang harus diperhatikan oleh mereka dengansebaik baiknya. Sekiranya sesiapa tidak dapat memperhatikannya bererti dia tidak mempunyaiakal yang boleh menangkap rahasia dan hikmah tersebut”
2. Seorang manusia harusnya berpikir dahulu sebelum berbicara dan meletakkan lidah dibalik(dibelakang) hatinya. Tidak boleh sepatah kata pun diucapkan tanpa dilandaskan ilmupengetahuan dan akal yang sehat tanpa campur tangan oleh hawa dan nafsu.
3. Harus berbicara dengan halus (sedikit) dan tidak banyak meski pun baik, kerana ucapanyang baik akan menjadi buruk bila selalu terlalu banyak cakap.
4. Jangan berbicara dengan tak tentu pasal dan berteriak teriak (suara yang tinggi).
5. Hendaklah mengetahui bila harus berhenti bicara ketika nafsunya masih menyuruhnya danberhenti sebelum orang lain tidak mahu mendengarkan.6. Hendaknya tidak bercerita sesuatu yang tidak mendatangkan manfaat seperti menceritaperistiwa yang telah terjadi tanpa ada tujuan yang benar.
7. Jauhilah berkumpul bersama sama orang yang lalai atau orang orang yang berakal lemahyang menghabiskan waktunya mencerita kejadian yang sudah berlalu tanpa tujuan yang benar.
8. Hendaklah bercakap bila perlu sahaja. Kerana itulah dikatakan bahwa menolong orang yangbersalah adalah melakukan dua kesalahan.
9. Menceritakan peristiwa yang lalu hanya menyia yiakan umur.
10. Jauhilah diri dari berbicara dan mendengar ucapan ucapan yang dapat membangkitkannafsu dan menjemput timbulnya keburukkan. Kerana nafsu sangat cepat mempelajari dan dapatmerasakan keadaan nafsu orang lain.
11. Berhati hati bila mengucapkan sesuatu yang pada zahirnya baik tapi muncul dari nafsunyayang bergejolak dan buruk maka ucapannya akan menggerakkan dan membangkitkankeburukan nafsu orang lain.
12. Pada masa hendak berbicara perhatikan nafsu kamu dan nafsu orang lain supaya tercapaikebaikan dan ketenangan bukan keburukan.
13. Pengaruh ucapan pada pendengar tergantung pada jiwa pembicara kalau ucapan tersebutmuncul dari jiwa yang kuat maka akan memberikan kesan yang kuat. Dan jika muncul darijiwa yang lemah maka akan memberikan kesan yang lemah.
14. Berbicaralah dengan teman teman kamu dengan lemah lembut dan menyenangkan hatinyadan tidak membuatnya marah.
15. Bergaulah dengan manusia dengan sopan santun.
16. Jauhilah pertentangan dan pertengkaran dengan segenap tenaga baik secara zahir ataubatin. Jika engkau tidak mampu menghindarinya secara batiniah maka hindarilah secarazahiriah.
17. Sayidina Ali kwh berkata: “Biasakanlah diri kamu untuk berniat baik dan bertujuan baikniscaya kamu akan selamat dunia dan akhriat”.
18. Perbaikilah akhlak engkau niscaya engkau akan mendapat petunjuk dalam setiap urusanperbuatan engkau.
19. Ilmu diperoleh dengan belajar sedang hilm (sabar) diperolehi dengan latihan bersabar.
20. Jagalah ucapan engkau daripada mengucapkan kata kata buruk atau menceritakan(menyampaikan) cerita yang buruk kepada seseorang kerana kelak engkau akan terkenakesalahannya dan akan mendapat dosa paling banyak.
21. Bila engkau didalam keadaan marah dan emosi tahanlah diri engkau dari berkata katakerana saat itu nafsu engkau sedang bergolak dan berkobar kobar untuk menarik engkausampai tergelincir dalam kesalahan. Hendaklah engkau bersabar sehingga nafsu engkau tenang.
Rujukan:
http://www.slideshare.net/MuhammadFahmi4/rahsia-ilmu-kaum-muqarrabin

No comments: