"Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui." (Al-Baqarah: 169).
“Wahai orang beriman, jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidik (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menyebabkan kamu menyesali perkara yang kamu lakukan.” (Surah al-Hujurat, ayat 6)
Di kemaskini post pada 31/7/2015 Pada jam 23:40pm Kuala Lumpur

Wednesday, March 2, 2011

arab saudi mengirim 30 Kereta Kebal ke Bahrain

http://arrahmah.com/images/stories/2011/02/gholizadeh20110301011102640.jpg
KING FAHD (Arrahmah.com) - Arab Saudi mengirimkan sekitar 30 tank ke Bahrain yang terlihat pada Senin (28/2/2011) malam di sepanjang jalan lintas King Fahd yang menghubungkan dua negara, ujar saksi mata.
Protes di Bahrain telah menunjukkan tanda penurunan selama hampir dua minggu berlangsung.  Pendemo menuntut pengunduran diri pemerintah, reformasi konstitusi dan tahta raja.
Saksi mengatakan bahwa jalan lintas diblokir saat "15 pembawa tank mengangkut masing-masing dua tank menuju Bahrain," ujar harian Mesir al-Masry al-Youm.
Mengingat protes di kerajaan Teluk Persia, transfer perangkat keras militer dari Arab Saudi ke Bahrain tampaknya sangat tidak biasa, komuter perjalanan sepanjang 25 km jalan lintas.
Pengembangan mengikuti keputusan oleh militer Bahrain pada Sabtu (26/2) untuk menarik kendaraan mereka keluar dari Pearls Square di ibukota setelah serangan polisi mematikan terhadap para pendemo, suatu kondisi di mana oposisi menetapkan untuk memulai pembicaraan.
Kedatangan tank dari Arab Saudi juga terjadi pada malam di mana berlangsung protes yang diselenggarakan oposisi Bahrain dan pengunjuk rasa di Manama.
Ketakutan akan adanya intervensi Saudi di Bahrain datang sejak berlangsungnya pemberontakan pada pertama kali.
Para pejabat Saudi dilaporkan telah mengatakan kepada otoritas AS bahwa mereka siap campur tangan untuk melindungi pemerintah yang diperangi. (haninmazaya/arrahmah.com)

No comments: