"Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui." (Al-Baqarah: 169).
“Wahai orang beriman, jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidik (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menyebabkan kamu menyesali perkara yang kamu lakukan.” (Surah al-Hujurat, ayat 6)
Di kemaskini post pada 31/7/2015 Pada jam 23:40pm Kuala Lumpur

Thursday, March 22, 2012

Sains membuktikan Mendampingi Allah dan Rasul adalah Rawatan terbaik

http://www.roboimages.com/image/ri51074/Islamic_graphic_glitter_comments-%20(258).jpg
Jika kita tinjau pada beberapa penelitian tentang psikologis yang terbit baru-baru ini,  ….
Jika kita tinjau pada beberapa penelitian tentang psikologis yang terbit baru-baru ini, maka akan ditemukan bahwa para ilmuwan banyak yang fokus pembangunan sikap optimisme sebagai satu cara pengobatan yang efektif terhadap banyak penyakit, karena otak akan menanggapi sikap optimisme dan mengeluarkan perintah untuk meningkatkan kekebalan tubuh ....
Penemuan ilmiah terbaru
Para ilmuwan menemukan bahwa beberapa perubahan yang nyata dalam rangka memfungsikan otak sehingga dapat memberikan indikator untuk membedakan antara pribadi yang optimis dan pesimis, diketahui bahwa banyak orang memiliki reaksi yang sangat berbeda pada satu peristiwa, kejadian atau tindakan, diantaranya sikap positif dan negative.
Sebagian ilmuwan dari Stanford University di Amerika, melakukan riset tentang permasalahan ini, tentang pemisahan antara pribadi yang baik dan optimis dengan pribadi pesimis dan  murung, penelitian dilakukan oleh sebagian kalangan wanita yang beragam usia antara sembilan belas dan empat puluh dua tahun.
Para wanita dibagi menjadi dua bagian dan para ilmuwan menampilkan dua potret menarik akan peristiwa  yang membahagiakan, seperti pesta ulang tahun, dan potret dalam suasana suram dan sedih sebagai bangsal rumah sakit dan lain-lainnya, dan pada saat proses berlangsung, para ilmuwan mengukur aktivitas otak, dan mencatat panel ilmiah bahwa perempuan yang optimis mampu lebih kuat dan cepat memberikan respek yang pada saat mengalami kebahagiaan dibandingkan dengan wanita yang mengalami kesedihan dan cemas. Justru sebaliknya, jika dicermati bahwa ada aktivitas yang tidak biasa di otak wanita yang sedang mengalami cemas dan sedih ketika diperlihatkan gambar-gambar suram dan sedih.
Dr. John Gabrielli, Ketua Tim Peneliti berkata: Sesungguhnaya respek otak terhadap suatu peristiwa sangat bergantung pada sifat kepribadian masing-masing wanita, tetapi dalam percobaan tidak membuktikan secara pasti jika alasan pesimisme atau optimisme adalah kelemahan atau kurangnya aktivitas otak, atau hanya untuk melihat atau mengubah fisiologis lain.
Namun lebih jauh Dr Gabrielli mengatakan bahwa penempaan lebih banyak cahaya pada kegiatan otak dan sifatnya secara arsitektur di kemudian hari dapat berguna dalam menangani penyakit mental seperti depresi, dan ini belum diketahui apakah masalah ini berkaitan dengan genetika pra-kondisi, atau merupakan bagian dari proses pendidikan dan adaptasi sosial.
Oleh karena itu, otak adalah dalam hal stabilitas dan kenyamanan tergantung pada manusia optimis, dan ahli psikologi juga menegaskan bahwa stabilitas otak sangat penting untuk menjaga kesehatan manusia secara psikologis dan fisik. Sementara itu para Ilmuwan menyarankan bahwa metode optimisme sangat penting untuk melakukan pengobatan dan perawatan berbagai penyakit mental. bahkan ada banyak penelitian menenegaskan bahwa optimis lebih sehat daripada pesimis. Dengan demikian, optimisme adalah salah satu pengobatan terhadap berbagai penyakit yang sulit tersembuhkan, dan mungkin hal-hal yang paling penting adalah bahwa dalam kondisi optimisme sistem kekebalan tubuh manusia bekerja dalam bentuk yang lebih baik!!
Petunjuk Nabi Muhammad saw
Kita semua tahu bagaimana Nabi saw memandang kehidupan dengan penuh optimisme, beliau sangat  mengagumi optimisme dan memerintahkan para sahabatnya untuk menjadi orang yang selalu optimis. bahakan dalam situasi yang paling sulit sekalipun Nabi saw mengajari kita cara untuk menangani kecemasan dan ketakutan dalam satu kata saja! Kita semua ingat kisah hijrahnya Nabi saw dari kota Mekah ke kota Madinah, ketika Nabi dan sahabatnya Abu Bakr  memasuki gua, dan orang musyrik mencari mereka, dan sedikit sekali jarak antara mereka dan kematian jika orang-orang musyrik mendapati mereka namun rahmat Allah dan perlindungan-Nya lebih besar dan lebih kuat daripada tipu daya para penyembah berhala.
Dalam situasi sulit seperti itu Abu Bakr menolehkan kepalanya kepada Nabi saw dan berkata kepadanya, "Wahai Rasulullah saw: “Jika salah satu dari mereka melihat posisi kedua kakinya maka dia akan melihat kita, dan beliau berkata kepadanya," Wahai Rasulullah, aku tidak takut diriku sendiri, namun aku takut akan keselamatan dirimu ... Ini adalah kondisi dan situasi ketakutan dan kecemasan yang sangat tinggi. Namun bagaimana Nabi saw mengatasi situasi seperti itu? Mari merenungkan bersama saya teks ilahi yang menggambarkan kepada kita tentang peristiwa tersebut: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang Dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu Dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah. dan kalimat Allah Itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (At-Taubah:40).
Ungkapan yang sangat menakjubkan “Janganlah takut karena Allah menyertai kita” dengan demikian setiap mukmin harus ingat kalimat ini ketika dihadapkan pada posisi yang sulit, dan demikian pula yang dilakukan oleh para Nabi, termasuk Nabi Yakub yang diuji oleh kehilangan anak-anaknya. Apa yang dia lakukan oleh beliau? dan bagaimana mengatasi keprihatinan dan kesedihan ini? Apakah beliau pesimis dan marah dan menjadi gelisah? Lihat apa yang ia katakan kepada anak-anaknya: “Hai anak-anakku, Pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". [Yusuf: 87]. Lihatlah ungkapan yang luar biasa ini: “dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". Kata-kata yang paling indah untuk mengobati kecemasan dan pesimisme.
Terakhir marilah bersama saya merenungkan seruan ilahi ini dengan penuh optimisme dan harapan, renungkanlah bagaimana Al-Quran mengajarkan kepada kita harapan dan keyakinan terhadap rahmat Allah, dan kita selalu melantunkannya pada saat kita butuh dan dan mengahadapi masalah sehingga kelak Allah akan merespon permohonan kita, asalkan berdoa dengan tulus! Allah berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”  [Al-Baqarah: 186].
--------------------
Oleh: Abduldaem Al-Kaheel

No comments: