"Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui." (Al-Baqarah: 169).
“Wahai orang beriman, jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidik (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menyebabkan kamu menyesali perkara yang kamu lakukan.” (Surah al-Hujurat, ayat 6)
Di kemaskini post pada 31/7/2015 Pada jam 23:40pm Kuala Lumpur

Tuesday, February 8, 2011

WikiLeaks: Israel Pilih Suleiman Pengganti Mubarak

http://i.okezone.com/content/2011/02/08/18/422727/A0DN02Frj4.jpg
KAIRO - Israel ternyata sejak lama lebih memilih Wakil Presiden Mesir Omar Suleiman, sebagai pengganti Presiden Hosni Mubarak. Hal ini diketahui dari bocoran kawat diplomatik dari WikiLeaks. 
Lewat bocoran Wikileaks tertanggal Agustus 2008 tersebut menyatakan, penasihat senior Kementerian Pertahanan Israel David Hacham mengaku kepada Amerika Serikat (AS) bila negaranya menantikan Suleiman sebagai pengganti Mubarak.
"Menurut Hacham, Israel meyakini Suleiman akan menjadi presiden sementara bila Mubarak meninggal," bocor WikiLeaks seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (8/2/2011).
"Kedutaan AS di Kairo telah memberikan analisis mengenai skenario suksesor (Mubarak). Namun dipastikan pihak Israel lebih nyaman bila Omar Sulaeman menjadi penggantinya," menurut memo yang disebutkan oleh seorang diplomat AS di Kedutaan AS di Kairo.
Bocoran kawat diplomatik tersebut bahkan menyebutkan Hacham yang amat memuji Suleiman. Bahkan bocoran kawat dari WikiLeaks memastikan adanya jalur telepon khusus antara pihak Kementerian Pertahanan Israel dengan Kantor Intelijen Mesir, saat Suleiman masih menjadi pemimpinnya.
Suleiman adalah pimpinan badan intelijen sejak tahun 1993 dan kerap mengunjungi Israel serta sering menjadi mediator saat Israel terlibat konflik dengan Palestina.
Ia ditunjuk sebagai Wakil Presiden Mesir bulan lalu, menyusul tekanan dari pengunjuk rasa yang menuntut Presiden Mubarak mundur dari jabatannya.
(faj)

No comments: